Seiring dengan perkembangan zaman dan canggihnya teknologi, semakin banyak juga komikus yang bermunculan. Begitu pula dengan Indonesia. Di Indonesia sendiri sudah mulai banyak bermunculan acara yang menjadi penghubung antara penikmat komik dan para komikus indie. Acara ini sangat mendukung para komikus indie dalam memamerkan dan menjual karyanya. Yang dikenal dengan COMIFURO atau Comic Frontrier. Tahun 2016 merupakan tahun ke tujuh atau disebut COMIFURO 7.

ANTRIAN COMIFUROBertempat di Gedung SMESCO, acara ini dimulai dengan open gate pada pukul 9 pagi. Pada hari pertama antrian untuk memasuki acara COMIFURO 7 sudah panjang sekali. Mereka datang pada pagi hari untuk memburu artwork karya artist favorite mereka. Hebatnya, booth yang menjual merchandise buatan mba Annisa Nisfihani yang menjual keychain dan poster dari My Pre-Wedding dan Me VS Big Slacker Baby sudah habis terjual dari jam 11 pagi.

SUASANA COMIFURO 7

Tidak hanya berisi dengan acara jual-beli artwork, di COMIFURO juga terdapat serangkaian acara yang diadakan di stage. Diantaranya adalah UTATTEMITA, GBF raid party, talkshow, dan lain-lain. Pada acara talkshow dimoderatori oleh Bonii Rambatan yaitu Komikus Not My Hero dan mengahdirkan tiga pembicara. Yaitu C Suryo Laksono sang komikus Tawur, Nao L yang merupakan komikus indie (doujinshika). Lingkar Nandana dan Yusuf Rizaldi yaitu penulis indie Rimawarma. Talkshow ini berlangsung pada pukul 14.45 di stage COMIFURO 7.

Talkshow
Talkshow

Talkshow ini menjadi sarana tepat untuk para komikus muda yang ingin menancapkan taringnya di dunia industri kreatif. Seperti misalnya dalam hal referensi. Untuk setiap ranah memiliki perbedaan masing-masing. Untuk sebuah novel, Yusuf berkata bahwa referensi bisa didapat dari mana saja, tergantung bagaimana kita melihat point of view-nya. Membaca banyak literature, mendengarkan curhat atau bahkan pengalamanpin bisa kita jadikan sebagai referensi.

Beda ranah, maka beda pula dengan masalah yang dihadapi. Seperi doujinshika Nao L yang sudah menerbitkan beberapa doujinshi miliknya sendiri. Dalam hal referensi, doujinshi sudah pasti melihat dari manga, anime, light novel, ataupun game yang ingin dibuat. Untuk plot, pairing, dan konsep biasanya Nao L melihat dari momen-momen kecil yang tertangkap.

Pembicara terakhir adalah Suryo yang sudah menerbitkan karyanya di webtoon. Baginya, membuat plot basic dan cerita yang sederhana dapat menjadi referensi yang tepat. Dan terkadang ada satu karakter yang dibuat memang untuk memuaskan hati para pembaca. Jangan takut untuk di kritik karena ketakutan terbesar seorang kreator adalah tidak ada pembaca. Jadi, untuk para komikus yang ingin terjun di industri ini (webtoon) adalah dengan mempersiapkan mental untuk mengahdapi komentar para pembaca.

Pada hari kedua banyak pengunjung yang datang untuk menikmati acara COMIFURO. Banyak pengunjung sudah mengikuti acara ini dari tahun 2013 dan datang sengaja untuk ikut UTATTEMITA namun tidak sempat karena datang terlalu siang.

KEHABISAN STOK

Banyak juga pengunjung yang datang pada sore hari demi melihat permorma dari redshift yang tampil pada pukul 6.30. buat akiba-chan dan akiba-kei yang ingin datang ke acara comifuro tahun depan, mimin sarankan untuk datang pada hari pertama sebelum gerbang dibuka juka kamu memang mengincar artworks dari artis kesukaanmu sebelum kehabisan. Jaa… see you next year on comifuro 8 minna-san.