Apa yang membuat kualitas pendidikan orang Jepang berbeda? Mengapa orang-orang Jepang sangat maju dan cepat berkembang? Alangkah lebih tepat jika bertanya tentang ‘bagaimana’, bukan hanya sekadar ‘apa’ dan ‘mengapa’ seperti yang banyak dipertanyakan oleh pelajar Indonesia ketika melihat bahwa pelajar di Jepang lebih maju dan cepat berkembang. Atau mungkin, sebagian dari mereka bahkan iri dengan tingkat pendidikan yang ada di Jepang. Kok bisa? Yuk, simak fakta menarik seputar dunia pendidikan di Jepang di bawah ini!

o) Membaca menjadi sebuah budaya yang sudah mendarah daging

membaca-memperkaya-imajinas
Rahasia utama kecerdasan orang Jepang

Bagi orang Jepang, membaca merupakan salah satu aktivitas yang tidak boleh terlewatkan. Sesibuk apapun mereka, pasti akan meluangkan waktunya untuk membaca, entah itu saat di kereta, menunggu bus maupun saat istirahat. Seperti kebanyakan remaja di Indonesia, buku novel adalah bacaan favorit mereka

o) Waktu belajar yang gak kalah ‘gila’

Di Jepang, sekolah dimulai pada pukul 08.50 pagi, itu dikarenakan bahwa pada pukul 07.00 saja seperti sekitar jam 05.30 di Indonesia. Perbedaan waktu terbit matahari antara Jepang dan Indonesia yang juga menyebabkan mengapa jam masuk sekolah pun berbeda. Tetapi, untuk jam pulang sekolah di Jepang rata-rata selesai pada pukul 16.00. Kemudian, kebanyakan dari mereka kemudian mengambil kursus di luar jam belajar mereka dan beberapa diantaranya juga bekerja paruh waktu. Biasanya mereka baru akan tidur malam rata-rata diatas pukul 23.00. Wow!

o) Materi pelajaran sesuai dengan porsinya

Kalau kita ingin membandingkan dengan sistem mengajar di Indonesia, memang nampaknya agak sedikit berbeda. Di Indonesia, anak SD sudah dihajar dengan buku-buku tebal, rumus-rumus matematika yang memusingkan dan sebagainya. Berbeda dengan Jepang yang memberi pembelajaran sesuai dengan usia siswa. Untuk anak TK, lebih dikembangkan lewat aktivitas bermain dan budi pekerti. Untuk anak SD juga tidak jauh berbeda dengan TK, hanya saja untuk siswa di tingkat SD sudah mulai diperkenalkan bahan ajar seperti matematika, bahasa Jepang, olahraga dan kesenian tetapi masih dengan porsi yang ‘wajar’ dan lebih menekankan pendidikan moralnya, tidak seperti di Indonesia yang memaksa anak-anak hanya untuk menguasai begitu banyak mata pelajaran dengan pendidikan budi pekerti yang terkesan disepelekan.

Untuk mata pelajaran IPA, IPS dan bahasa Inggris baru mulai diperkenalkan pada jenjang SMP. Dan, untuk jenjang SMA sebenarnya hampir sama dengan di Indonesia bahwa ada mata tes masuk dan program penjurusan sesuai minat dan kemampuan siswa.

o) Seragam sekolah yang khas

4e-img_schooluniform_10-600x342-e1411370644453
Seragam sekolah untuk perempuan

Pernah menonton Sailor-moon? Ya, tayangan anime era 90-an tersebut mengisahkan seorang remaja putri bernama ….. yang menjadi pahlawan dengan kostum yang khas seperti pelaut. Nah, bentuk seragam di Jepang juga kurang lebih seperti itu. Pada umumnya, seragam untuk laki-laki memakai kemeja putih, dasi panjang dan celana panjang, sedangkan untuk perempuan memakai kemeja putih, dasi pita dan rok pendek (panjangnya kira-kira setengah paha hingga lutut), memakai kaos kaki hingga setengah betis (untuk perempuan), terkadang memakai jas atau rompi. Khusus untuk anak SD, mereka tidak diwajibkan memakai seragam sekolah khusus alias boleh memakai baju bebas.

o) Sekolah negeri lebih mendominasi

Jumlah sekolah negeri di Jepang mencapai 97%, sisanya dikelola oleh swasta. Biasanya sekolah-sekolah swasta lebih menjurus ke keagamaan. Bagi siswa di Jepang, sekolah sedikit jauh pun tidak menjadi sebuah masalah, karena sedari kecil telah dilatih untuk mandiri. Bahkan, orangtua di Jepang membiarkan anaknya yang masih duduk di bangku SD pulang dan pergi sekolah naik kereta!

o) Wajib belajar 9 tahun

Seperti di Indonesia, di Jepang pun juga menerapkan hal demikian. Sistem wajib belajar ini benar-benar diterapkan kepada warga Jepang maupun warga asing yang tinggal di Jepang. Jika diketahui ada anak-anak usia 6-15 tahun dan tidak disekolahkan, maka orangtua akan dikenakan sanksi dari pemerintah.

Untuk tingkat SD sampai SMP, orangtua tidak dibebankan biaya pendidikan. Orangtua hanya cukup menyediakan uang untuk keperluan perlengkapan alat-alat tulis, makan siang dan acara wisata. Untuk makan siang, sekolah telah memfasilitasi makanan yang sehat dan bergizi tinggi untuk siswa-siswinya. Sekalipun sekolah gratis, namun kesehatan siswanya tidak begitu saja dibiarkan. Itulah salah satu hal yang membuat sistem pendidikan di Jepang itu luar biasa!

o) Tidak ada Ujian Nasional

Di Jepang, tidak ada ujian kelulusan seperti ujian nasional, ujian praktek dan ujian sekolah seperti di Indonesia. Disana, sistem ujian hanya menerapkan ujian semester. Jika lulus, maka secara otomatis naik kelas. Untuk siswa kelas 3 SMA, setelah menghadapi ujian semester akhir mereka dapat langsung mengikuti tes masuk perguruan tinggi. Nah, justru tingkat stress paling tinggi dialami siswa yang akan melanjutkan kuliah karena tes yang dihadapi sangat sulit layaknya SBMPTN di Indonesia.

o) Pro dan kontra tentang kurikulum

Belum lama ini, begitu banyak orangtua, guru maupun siswa di Indonesia yang mengeluh akan sistem kurikulum 2013 yang dianggap begitu berat sehingga banyak diantara mereka yang belum siap menerapkannya. Banyak sekolah yang akhirnya memutuskan untuk menerapkan kembali kurikulum sebelumnya yaitu kurikulum tahun 2006. Kasus seperti ini tidak hanya menghantui pelajar dan tenaga pengajar di Indonesia saja, di Jepang pun demikian. Kurikulum di Jepang sudah mengalami beberapa kali rombak karena alasan yang tidak jauh berbeda, yaitu kurang optimalnya penerapan kurikulum di sekolah.

o) Hanya tersedia tempat parkir untuk sepeda

parkirsepeda
Parkir sepeda bertingkat di Jepang

Jepang merupakan negara dengan luas daratan yang terbilang kecil namun berpenduduk padat. Oleh karena itu, sekolah-sekolah di Jepang sebisa mungkin mengelola lahan yang sempit untuk membuat tempat parkir, salah satunya adalah membuat tempat parkir sepeda bertingkat. Bersepeda merupakan salah satu kebiasaan orang Jepang yang menyehatkan sekaligus bebas polusi. Tetapi, ada beberapa pilihan alternatif pergi ke sekolah yaitu dengan berjalan kaki, naik kendaraan umum maupun naik mobil jemputan.

Nah, itu dia beberapa fakta unik seputar dunia pendidikan di Jepang. Semoga saja sistem pendidikan di Indonesia menemukan solusi terbaik untuk mengembangkan etika dan moral pada pemuda-pemudinya di lingkungan sekolah agar dapat berpengaruh baik di sekitarnya. ^_^