Sedang lapar? Hehehe 😀 Kali ini kita tidak sedang membahas makanan tapi masih ada kaitannya dengan alat makan. Ya, sumpit! Siapa sih yang hari ini gak tau benda yang satu ini? Alat makan paling khas dari Asia Timur ini sudah melegenda dan sangat mudah ditemui di restoran-restoran atau warung makan pinggir jalan yang umumnya memiliki menu masakan mie. Tapi, sebenarnya kamu tahu gak sih perbedaannya sumpit Cina, Jepang dan Korea itu? Hmm, kebanyakan dari kita sih mengira bahwa sebagian besar sumpit yang beredar sekarang itu asalnya dari Cina. Ah, tapi masa benar? Nah, salah seorang Youtubers Korea-Jawa ini bedakan sumpit Cina, Jepang dan Korea dengan penjelasan sejarahnya, lho!

Menurut Youtubers dengan nama akun Korea Reomit, jenis sumpit dari Cina, Jepang dan Korea memiliki bentuk dan bahan yang berbeda sesuai dengan ciri khas dari masing-masing negara. Tidak hanya itu, setiap jenis sumpit ternyata memiliki filosofi sendiri yang mungkin tidak kita ketahui selama ini.

Baca juga : Perayaan Besar di Jepang Setiap Bulan Februari

Sumpit Cina umumnya memiliki bentuk yang lebih panjang dibandingkan jenis sumpit lainnya. Menurutnya, sumpit Cina dibentuk sedemikian rupa agar dapat menjangkau makanan yang letaknya agak jauh dari posisi kita duduk. Umumnya, bentuk meja di restoran Cina memiliki ukuran yang cukup besar dan melingkar, jadi dengan menggunakan sumpit yang ukurannya lebih panjang juga akan memudahkan kita.

Untuk model sumpit Jepang, ukurannya tidak sepanjang sumpit Korea. Bentuknya dibuat lebih runcing agar memudahkan kita dalam memilah duri ataupun tulang ikan. Pernah makan sashimi atau hidangan lain dari olahan Jepang? Nah, sumpit ini bakalan berharga banget buat yang suka makan ikan tapi malas pilih duri dan tulangnya pakai tangan. 😀

Terakhir, sumpit Korea memiliki bahan yang paling unik dari sumpit lainnya. Rata-rata sumpit terbuat dari kayu atau bambu, tapi kalau sumpit Korea dibuat dari bahan besi. Ternyata, bahan inipun memiliki filosofi yang cukup dalam, lho! Jadi pada zaman kerajaan dulu, sumpit Korea dibuat dari bahan perak karena dipercaya dapat mendeteksi apakah makanan tersebut mengandung racun atau tidak. Namun, seiring dengan berjalannya waktu, sumpit Korea mulai mengalami perubahan dengan memakai bahas metal atau logam lain yang lebih rendah dari perak agar dapat dijangkau oleh masyarakat Korea kelas menengah dan menengah ke bawah.

Penjelasan lebih lanjut tentang sumpit Cina, Jepang dan Korea ini dapat kita simak video dari mas-mas ganteng yang satu ini, ya! Eits, tapi sebelumnya kita mau kenalan dulu sama mas nya, yuk? Nah, cowok ganteng asli Korea Selatan dengan nama asli Jang Hansol ini memang memiliki keunikan yang mungkin kita akan mengerutkan kening ketika menyimak cara berbicaranya. Ya, logatnya medhog banget! Hahaha! 😀 Nah, jadi, Mas Hansol ini pernah tinggal di Jawa Timur selama enam belas tahun lamanya, lho! Dari usia anak-anak dia sudah tinggal disini. Bahkan dia dapat menulis aksara Jawa dengan tulisan yang luar biasa bagus! Hayoo, mana nih yang orang Jawa? 😀

Mas Hansol sangat fasih berbahasa Indonesia dan Jawa khas Timuran. Walaupun sekarang sudah kembali ke Korea Selatan, tapi dia masih mempertahankan logat medhognya. Wah, sepertinya masih belum bisa move on, nih? 😀

Nah, penasaran dengan suara medhog rasa Korea ala Mas Hansol ini? Penasaran juga dengan penjelasan tentang sumpitnya? Langsung aja kita tonton videonya berikut ini!

https://www.youtube.com/watch?v=JDOg1WCWQE4

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here