Apakah ada yang pernah mengalami kejadian dimana ada sesuatu yang terlihat sangat mengejutkan seperti tindakan kejahatan, akan tetapi ternyata itu sesuatu yang lain? Hal tersebut baru-baru ini terjadi kepada seorang Youtuber Jepang, yang suatu hari melihat ada mayat yang mengambang di laut pada sebuah pelabuhan. Tapi setelah dilihat lebih dekat lagi, ternyata itu adalah sesuatu yang lain dan mungkin lucu.

Youtuber tersebut adalah Tanaka Natsuki atau Nacchan, ia adalah Youtuber cantik dengan konten ala vlogger dimana ia merilis video yang mayoritas mengenai travelling dan melakukan berbagai kegiatan pada lokasi yang dikunjunginya. Seperti mencicipi hidangan lezat, berendam dalam onsen, atau memancing, dan lain-lain lagi.

Tapi ia menemukan sesuatu hal yang mengejutkan saat sedang melakukan filming untuk video barunya minggu lalu dimana ia berencana untuk melakukan kegiatan memancing pada sebuah pelabuhan yang ada pada kota Hachinohe yang terletak pada Prefektur Aomori.

Dan seperti yang dikatakan diawal, awalnya Tanaka mengira kalau ia melihat sebuah mayat yang mengapung pada lautan disitu. Sesuatu yang tentunya membuat rasa terkejut walaupun atau mungkin karena negara Jepang memiliki angka kejahatan macam kasus pembunuhan yang rendah.

Tanaka kemudian memperlihatkan dari Twitter miliknya kalau sepertinya ada orang lokal yang menelepon pihak berwajib, dengan ada banyak petugas kesehatan dan polisi yang datang untuk mengambil mayat itu dari air dan mengecek identitasnya. Tapi kemudian diketahui kalau ternyata itu bukanlah mayat. Tanaka mengatakan kalau itu adalah Dutch Wife, alias sex doll.

Sesuatu yang berpotensi tragedi berubah ekspektasi jadi menjurus kepada komedi. Tapi meskipun begitu ternyata hal tersebut tetap dianggap sesuatu yang melanggar hukum, menurut user Twitter lain yang juga ada pada lokasi kejadian bernama PowerSportVOW yang memperlihatkan momen saat para petugas mengambil boneka itu dari air.

Ia memberi komentar kalau hal macam itu termasuk dalam pelanggaran aturan pembuangan sampah di Jepang, karena hal itu adalah pelanggaran pembuangan sampah ukuran besar. Jepang memiliki aturan khusus untuk pembuangan sampah dengan dimensi melebihi 30 cm dimana perlu dihubungi dan dibayar petugas kebersihan lokal untuk membuang sampah macam itu.