Content provided by Keepo. Seringkali kita merasa kegerahan akibat panas dari matahari. Di zaman modern ini, pemanasan global semakin meningkat sehingga suhu bumi juga makin panas. Bahkan wilayah kutub juga dikabarkan telah meleleh di beberapa titik. Tentu dari hal tersebut, kita sudah bisa membayangkan betapa panasnya suhu matahari. Yang lebih mengejutkan, ternyata China berhasil membuat matahari buatan yang panasnya diklaim mengalahkan panas matahari asli.

Matahari buatan ini dapat menghasilkan listrik dan membantu untuk memecahkan krisis energi global saat ini.

Pengen Coba Bisnis Import dari China nggak pake Ribet? Kunjungi ASIACOMMERCE.ID

Terobosan ini diciptakan oleh sejumlah ilmuwan dari Hefei Institute of Physical Science of the Chinese Academy of Science, dimana matahari tersebut memanfaatkan energi fusi nuklir. Panas yang dihasilkan matahari itu mencapai 50 juta kelvin atau hampir mendekati 50 juta derajat celsius. Sedangkan panas dari inti matahari asli dilaporkan sekitar 15 juta derajat celsius.

 

Perangkat fusi nuklir untuk pembuatan matahari buatan di China

Matahari buatan
Matahari buatan China

“Panas matahari buatan (50 juta kelvin) bertahan selama 102 detik,” ungkap para peneliti China tersebut, seperti dikutip International Business Times, Jumat, 18 Maret 2016.

Dalam menciptakan matahari buatan, peneliti China menggunakan metode yang sedikit berbeda dari biasanya. Jika pada umumnya proses pembelahan atomnya menggunakan isotop uranium. Kali ini, ilmuwan China menggunakan dua inti atom atau lebih, sehingga mereka bertabrakan dan menghasilkan inti baru.

Peneliti juga menjelaskan bahwa pada proses fusi nuklir ini, isotop Hidrogen Deuerium dan Trutium bertabrakan dengan kecepatan tinggi sehingga menghasilkan Helium.

Uji coba matahari buatan

Terobosan China itu menempatkan Negeri Tirai Bambu itu setara dengan kemampuan Uni Eropa, Amerika Serikat, Rusia dan Jepang yang merupakan negara terdepan dalam teknologi fusi. Penelitian tim China itu dilaporkan akan dilakukan di Brazil, Korea Selatan dan Kanada.

Yuk, mampir ke artikel menarik lainnya: