Halo akiba-chan dan akiba-kei semua! Kalian semua pasti sudah tidak asing lagi dengan istilah Weeaboo, kan? Istilah ini sering ditujukan kepada orang-orang yang memiliki obsesi tinggi terhadap Jepang bahkan berperilaku seperti atau melebihi orang Jepang pada umumnya. Julukan Weeaboo ini biasanya akrab di telinga para pecinta seni dan budaya Jepang tetali bukan merupakan orang Jepang asli. Mereka adalah warga negara asing yang sangat mencintai Jepang, bahkan ada yang mencintai Jepang melebihi negara asal mereka sendiri. Lantas, bagaimana tanggapan orang Jepang tentang Weeaboo menurut survey, ya?

Weeaboo seringkali diungkapkan ketika kita melihat seseorang dengan bangga menampakkan dirinya sebagai ‘pecinta hal-hal yang berbau Jepang’ dalam kehidupan sehari-hari. Entah itu dalam bentuk kaos bergambar karakter anime, gantungan kunci, tas, dan beberapa aksesoris mainstream lainnya. Sebagian ada yang menyamakan istilah Otaku dengan Weeaboo karena sama-sama memiliki minat pada Jepang, namun sebagian yang lain masih berkiblat bahwa kedua istilah tersebut berbeda dari tingkat kegemarannya. Meskipun demikian, keberadaan para Weeaboo terkadang mengganggu lingkungan sekitar karena terlihat ‘fanatik’ di mata sebagian masyarakat.

Baca juga : Koe no Katachi Kini Jadi Bahan Meme Berkearifan Lokal

Namun bagaimana tanggapan orang Jepang tentang Weeaboo? Menurut wawancara yang dilakukan oleh Ask Japanese beberapa hari yang lalu, banyak opini dari warga Jepang sendiri tentang fenomena Weeaboo ini. Bahkan, ada salah satu warga Jepang yang sempat berlibur ke Bali dan menumpang sebuah taksi, ternyata sang supir sangat menyukai Jepang! Menurut kisahnya, sang supir sangat ramah dan secara berani memperkenalkan dirinya dalam bahasa Jepang. Tidak hanya itu, sang supir juga menyalakan musik-musik berbahasa Jepang di mobilnya. Ia sangat terkejut dengan perilaku sang supir yang sangat familiar dengan budaya Jepang, bahkan dirinya mengaku bersyukur karena ada orang yang sangat mencintai Jepang.

Menurut opini yang lainnya, penampilan orang asing yang memakai kostum berbau Anime terlihat lebih keren jika dibandingkan dengan orang Jepang sendiri yang mengenakannya, lho!

weeaboo

Fakta yang mengejutkan adalah bahwa orang Jepang sendiri tidak merasa terganggu sama sekali dengan adanya Weeaboo yang sering melalangbuana di Jepang, lho! Mereka bahkan sangat senang kalau ada orang asing yang bahkan orang Jepang sendiri tidak biasa melakukannya. Bahkan salah satu narasumber mengatakan bahwa ini adalah ‘interaksi internasional’ antara orang Jepang dengan orang asing. Pengalaman ini sangat terasa ketika sedang menjumpai sebuah sekolah internasional dan suasana global di dalamnya sangat dirasakan. Hal tersebut yang menjadikan para pendatang terasa ‘menguntungkan’ orang Jepang, karena satu sama lain dapat bertukar budaya dari masing-masing negara.

Ada pula yang mengakui bahwa tidak banyak orang Jepang yang ingin open minded terutama terhadap orang asing. Ya, mungkin ini masih ada pengaruhnya dari perang dunia kedua kali, tapi hanya sebagian orang yang masih merasa seperti ini. Jarak antara orang Jepang dengan orang asing sepertinya agak sulit untuk dihilangkan begitu saja. 😀

Oh, tapi tunggu dulu! Meskipun mereka mengakui perasaan senang terhadap orang asing, tetap saja ada hal yang terkadang mengganggu mereka, lho! Salah satunya adalah ketika seseorang memakai kaos atau benda apapun yang tertera tulisan dalam bahasa Jepang. Mereka spontan mengatakan ‘apa mereka tahu arti dari tulisan Jepang tersebut?‘ karena banyak cenderamata yang dijual yang menggunakan kata-kata lucu bahkan unik yang bahkan sepertinya orang yang memakai benda tersebut tidak paham maksud dari tulisan tersebut. Duh, lucu juga ya. 😀

Jadi, gimana menurut kalian setelah mengetahui tanggapan orang Jepang tentang Weeaboo nih? Intinya akiba-chan dan akiba-kei harus paham nih! Walaupun orang Jepang merasa senang, tapi kita juga harus menghormati pula aturan-aturan yang berlaku disana, ya! Jangan mentang-mentang kita orang asing dan berperilaku seenak jidat layaknya rumah nenek, ninggalin sampah di meja, merusak pohon Sakura bahkan corat-coret batu apalagi mengatasnamakan negara sendiri *ups pokoknya harus saling menjaga dan jangan mempermalukan diri sendiri, ya! Tetap ramah dan sopan dan ikuti hukum yang berlaku. Oke? Jangan sampai lupa, ya!

Oh iya, untuk sesi wawancara versi lengkapnya bisa kamu cek video berikut ini ya akiba-chan dan akiba-kei! Semoga bisa mengambil pelajaran dan pengetahuan~

https://www.youtube.com/watch?v=utE5iqvNA0k