LINE Corp begitu gemilang ketika merilis aplikasi terbaru mereka, yakni LINE Webtoon. Aplikasi tersebut merupakan wacana yang memungkinkan penggunanya membaca komik secara gratis dan bebas biaya. Publik sangat antusias menyambut perilisan LINE Webtoon di Indonesia. Sejak perilisannya pertama kali hingga sekarang, LINE Webtoon telah diunduh sebanyak 10 juta kali di Playstore. Penggunanya tersebar di seluruh pelosok Nusantara. Selain itu, para komikus Indonesia yang berbakat mulai unjuk gigi satu per satu. Salah satunya adalah Qoni, penulis komik berjudul We Are Pharmacists atau yang disingkat WAP.

Qoni adalah seorang wanita asal Palembang. Komiknya satu ini telah mondar-mandir lumayan lama di Webtoon Challenge, hingga akhirnya diangkat menjadi Webtoon Resmi. Dengan jadwal terbit seminggu sekali pada hari Selasa (di-update hari Senin, jam 10 malam), We Are Pharmacists telah berhasil mengumpulkan lebih dari 250 ribu pembaca dan rating di atas 9. Komik buatan Qoni memang begitu pas untuk para remaja awal ataupun dewasa muda. Pasalnya, WAP mempunyai fokus cerita seputar kehidupan mahasiswa di jurusan Farmasi.

Penampakan Qoni dan penjelasan alat-alat – Webtoon

Ada hal unik tentang awal mula terbentuknya komik WAP oleh Qoni. Minna-san harus tahu soal ini, We Are Pharmacists tadinya hanya satu halaman komik yang berkonsep peristiwa kabut asap. Di situlah muncul tokoh-tokoh utama WAP, yakni Radith, Putra, dan Levy yang membahas kejadian pembakaran hutan serta akibatnya. Komik strip tersebut dibuat guna ditempel pada mading (majalah dinding) kampus.

Eva (atas), Levy (tengah), Ketua (bawah) – Webtoon

“Pada dasarnya saya memang sudah hobi menggambar sejak lama, dan passion saya lebih ke ‘ngomik’. Komik We Are Pharmacists ini bisa dibilang sebagai penyalur hobi saya di sela-sela kegiatan kuliah. WAP sendiri awalnya terbentuk dari komik satu halaman tentang kabut asap untuk mading kampus saya. Di komik itu ada tokoh Radith, Putra, dan Levy, mahasiswa jurusan Farmasi yang ngebahas soal kabut asap,” jawab Qoni, ketika Penulis Akiba Nation hubungi melalui email pada Selasa malam, 6 Desember 2016, waktu setempat.

Baca Juga: Kenalan Sama Deruu RioTa, Yuk? Komikus Deadly 7 Inside Me yang Suka Peluk Panda!

Seperti yang diceritakannya di atas, fakta bahwa Qoni punya hobi menggambar sejak lama dan sangat tertarik dengan dunia komik tidak terbantahkan. Dirinya lalu menyadari passion-nya satu ini setelah komik strip yang dibuatnya untuk mading itu mendapatkan banyak tanggapan positif dari sekitar. Orang-orang yang telah membaca karyanya di mading mengaku suka dan terhibur. Dari sana muncullah ide pertama kali untuk membuat We Are Pharmacists, dengan tokoh-tokoh yang sama, hanya saja berkisah tentang keseharian mahasiswa Farmasi.

Putra si tampan cemerlang pas nimbang – Webtoon

 

 

“Reaksi yang saya terima sangat positif. Banyak yang mengaku suka dan terhibur dengan komik satu halaman itu. Kemudian tercetuslah ide, ‘Kenapa enggak dibikin serial khusus tentang anak farmasi aja? Tokohnya pakai mereka bertiga!’ Dan begitulah WAP tercipta. Saya tumpahkan semua hal yang saya alami selama di kampus, yang tentunya saya rombak ceritanya di sana-sini. Iya, saya ngomik sekalian curhat, nih. Hahaha… Kemudian saya buat fanspage khusus di Facebook untuk mewadahi komik-komik WAP, sampai akhirnya WAP ada di Webtoon,” tambahnya.

 

Dan ketika ditanyai soal nama, seperti kenapa memakai nama Radith, Putra, dan Levy untuk tokoh utama dan apakah ada filosofi di baliknya, komikus Qoni menjelaskan dengan panjang lebar bahwa tidak ada filosofi apapun di balik pemilihan nama tersebut. Qoni berkata bahwa ia memilihnya secara acak.

“Waduh, enggak seserius sampai ada filosofinya gitu, sih. Hahaha… Malah, pada awalnya pemilihan nama tokoh-tokoh WAP bisa dibilang random (kecuali Radith sama Ketua). Saya entah kenapa dari dulu ‘klik’ aja sama nama Radith, padahal enggak ada teman kenalan atau histori apapun yang berkesan untuk saya akan nama satu ini. Tapi, saya kepengin aja pakai nama ini untuk salah satu Original Character (OC) saya. Jadi saya gunakan untuk tokoh laki-laki bercubluk. Sedangkan Ketua, dia sebetulnya karakter yang tidak direncanakan ada di komik WAP. Namun karena kebutuhan plot cerita, saya akhirnya masukkan dia,” tulisnya menjawab pertanyaan Akiba Nation.

Dia juga menceritakan tentang asal mula Ketua dan persoalan namanya yang saat ini masih menjadi misteri.

“Karena Ketua adalah karakter dadakan, rencananya sampai We Are Pharmacists tamat pun saya enggak ada rencana buat kasih dia nama dan tetap stay dengan panggilan Ketua. Tapi ternyata, si Ketua ini malah lebih popular dan disukai banyak pembaca perempuan, malah melebihi karakter utamanya sendiri. (Lol). Karena saya enggak mau mengecewakan para penggemar WAP, akhirnya saya cari-cari nama yang sekiranya pas buat Ketua. Maka didapatkanlah nama F***** S*****. (Nama disensor untuk melindungi pembaca baru dari serangan spoiler).”

Qoni pula bercerita seputar karakter Levy, Putra, dan Eva.

“Sedangkan untuk Levy, Putra, dan Eva, mereka beneran random saya kasih namanya. Apa yang saat itu saya pikirkan langsung saja dijadikan nama buat mereka. Levy, karena kecintaan saya pada karakter Levi Ackerman dari Attack on Titan. Putra, nama yang lumayan banyak dipakai di Indonesia. Sedangkan Eva dan Ali, saya ambil dari nama teman saya. Namun setelahnya saya merasa bersalah karena kasih mereka nama random itu. Jadi begitu memutuskan nama panjang mereka, saya sungguh berpikir keras dan cari-cari nama di internet.”

Selain Radith, Putra, dan Ketua yang kemunculannya dapat membuat para pembaca perempuan berjingkrak-jingkrak bahagia, ternyata masih ada karakter super-ganteng lainnya lho, Minna-san! Para tokoh yang sebenarnya hanya selipan itu telah mendapat evolusi besar-besaran dari Qoni. Komikus yang punya simbol ‘buah ceri’ sebagai dirinya tersebut, merombak tokoh-tokoh selipan tersebut 160 derajat lebih ganteng! Mereka disebut Trio Biru.

“Selain untuk perayaan resminya WAP, saya merasa enggak pantas kalau membuat karakter alien bulat-bulat doang untuk muncul di resmi. Kalau untuk figuran, sih, enggak apa-apa kayaknya. Namun ternyata peran mereka lumayan penting juga, meski enggak seberapa. Jadi saya putuskan untuk transformasi mereka menjadi bentuk yang lebih baik. Paling sekali-kali aja menggambar mereka dalam wujud aliennya. Pas adegan lucu, misalnya,” jelas Qoni dengan ramah ketika Akiba Nation tanyai soal perubahan Trio Biru.

We Are Pharmacists
Transformasi Trio Biru yg begitu drastis – Webtoon

Qoni juga menuturkan bahwa hal yang membahagiakan dari pembuatan komik We Are Pharmacists adalah melihat komentar menggelitik dari para pembaca semua. Baginya, hal tersebut merupakan hiburan tersendiri. Sedangkan, untuk hal yang sulitnya yaitu bagian penjelasan informasi seputar farmasi. Dia menyatakan harus berhati-hati serta berulang kali mengecek referensi. Ia tidak mau memberikan informasi yang tidak benar.

Qoni juga bilang bahwa ia suka membuat plot twist agar pembaca tidak bosan. Saat ditanyai apa yang biasa ia lakukan ketika menggambar episode dari komik We Are Pharmacists, ia menjawab suka mendengarkan musik. Selain itu, Qoni berkata pada Akiba Nation bahwa untuk menjadi orang sukses, seseorang harus mempunyai jiwa pantang menyerah dan selalu mengerjakan sesuatu dengan sebaik mungkin. Dan lihatlah, semuanya akan indah pada waktunya.

SHARE
Previous articleMengintip Iluminasi Paling Cantik Saat Musim Dingin di Jepang
Next articleBerikut Deretan Artis Jepang dengan Rambut Pendek, Mana Favoritmu?
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.

LEAVE A REPLY