Negara Jepang memang terkenal akan keamanannya. Akan tetapi bagi yang sudah lebih tahu, tindak kejahatan juga bisa terjadi disitu, dengan salah satu contoh yang lumayan terkenal adalah tindakan pelecehan, macam Chikan. Tapi ternyata seorang wanita menemukan ada sesuatu yang dapat dilakukan untuk mengurangi terjadinya hal itu, tapi dari situ ia menemukan sesuatu yang menyedihkan dan mengerikan lagi.

Bagi yang tak tahu, Chikan adalah tindakan pelecehan seksual dimana seseorang digrepe-grepe seenaknya dalam kendaraan umum, macam dalam kereta atau bus. Sesuatu yang memang banyak dipakai dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Jepang.

Dan itu membuat banyak juga terjadinya kasus Chikan di Jepang, sampai kadang suka muncul dalam cerita animanga, JAV, dan lain-lain. Tapi seorang wanita, yang juga pengalaman pernah digrepe-grepe sebelum-sebelumnya, menemukan adanya sesuatu yang membuat berkurangnya kejadian Chikan yang dialaminya.

Wanita tersebut adalah seorang user Twitter dengan nama hinataganbarenai atau @7bo8rtWwXXl8GdE dan ia menceritakan hal tersebut dalam tweet, dimana ia mengatakan kalau aktivitas Chikan yang menimpanya berkurang drastis begitu ia lulus sekolah, dan tak lagi memakai seragam sekolahnya.

Memang terlihat melegakan melihat kalau dirinya akhirnya tak perlu berhadapan dengan hal seperti itu lagi, tapi tidak bagi hinata yang kemudian jadi sadar akan hal yang lebih mengerikan mengenai pengalamannya tersebut.

Itu berarti Chikan memang lebih mengincar anak muda daripada orang dewasa. Hinata mengatakan rasanya gila melihat bagaimana seragam sekolah menjadi bagaikan ikon sasaran untuk tindakan macam itu.

Dan ternyata bukan dirinya saja yang mengalaminya, dengan beberapa yang mengkomentari tweet tersebut menceritakan kalau mereka mengalami hal yang sama. Dimana setelah mereka tak memakai seragam sekolah karena telah masuk universitas, jumlah kejadian Chikan yang mereka alami jadi jauh lebih sedikit.

Memang terasa mengerikan juga melihat bagaimana para Chikan justru mentargetkan anak-anak. Ini makin menyedihkan lagi melihat bagaimana remaja Jepang tak selalu berani membuka diri mereka dan menceritakan hal semacam itu jika menimpa mereka, yang membuat Chikan justru bisa semakin bertindak seenaknya karena jadi sulit mengetahui aktivitas mereka.