Content provided by Keepo. Beberapa hari ini, Indonesia sedang dihebohkan dengan banyaknya laporan yang mengaku dihubungi oleh nomor asing dengan prefix (kode telepon) dari negara Kongo, Afrika, yaitu +242. Penulis sendiri juga mengalami yang sama, dengan modus dihubungi sebanyak dua kali dalam sehari. Kalo kalian mengalami hal ini, jangan sekali-kali untuk mencoba menghubungi nomor tersebut, karena sebenarnya itu adalah modus penipuan baru yang memanfaatkan “ke-kepoan” orang yang menelepon kembali nomor tersebut. Modus kejahatan ini sendiri mereka beri nama Wangiri, dari kata dalam bahasa Jepang yang bermakna “one ring, atau panggilan tak terjawab”.

wangiri

Modus penipuan Wangiri ini diduga dikenal pertama kali dari Jepang. Tahun 2002 lalu, Jepang pernah dilanda badai scam missed call besar-besaran hingga operator seluler di sana kewalahan menangani kejadian ini. Menurut keterangan salah satu operator seluler di Jepang, wangiri merupakan skema penipuan yang menargetkan pengguna ponsel secara acak.

Nah, cara kerja penipuan yang satu ini cukup simpel namun ampuh banget untuk meraup jutaan rupiah dalam aksinya. Sang pencuri akan “menyedot” pulsa yang dimiliki oleh pengguna yang menelepon kembali ke nomor yang memanggil tersebut, dan kalian sendiri nggak akan sadar kalo pulsa tiba-tiba habis karena menelepon balik. Nggak cuma di Indonesia loh, bahkan sampai operator seluler di Swedia sendiri juga udah memberikan peringatan kepada penggunanya untuk waspada kalo mendapat panggilan dari nomor dengan kode telepon +242.

Eh guys, setelah diselidiki, ternyata nggak hanya nomor telepon dengan kode +242 saja loh yang digunakan untuk kejahatan, ada juga beberapa kode telepon yang beberapa kali juga digunakan untuk meraup keuntungan dengan “menyedot” pulsa korbannya, diantaranya:

473 – Grenada
441 – Bermuda
784 – St. Vincent dan Grenadines
246 – Barbados
809, 829, dan 849 – Republik Dominika
264 – Anguilla
649 – Turks and Caicos
868 – Trinidad and Tobago
268 – Antigua
664 – Montserrat

Cara yang paling simpel untuk menghindari penipuan semacam ini adalah lebih berhati-hati dalam membagikan informasi pribadi kalian di internet, dalam hal ini adalah nomor telepon. Selain itu, kalo kalian suka belanja online, ada baiknya memastikan situs yang dikunjungi sudah menggunakan sertifikasi “HTTPS”. Karena dengan adanya enkripsi dari HTTPS setidaknya hacker membutuhkan waktu bahkan tidak bisa untuk melacak data kita. Selain itu, kalo emang ada panggilan dari nomor yang tidak kamu kenal, apalagi kalo kode teleponnya bukan dari Indonesia, maka sebaiknya telepon tersebut gak kamu terima.

So, dari kejadian ini yang bisa kita pelajari bersama adalah lebih berhati – hati untuk mengangkat telepon dari yang tidak kita kenal, apalagi kalau nomor telepon yang menghubungi kita itu bukanlah nomor lokal dengan kode telepon Indonesia, yaitu +62. Semoga bermanfaat!