Konnichiwa Akiba-chan dan Akiba-kei! Setelah sebelumnya kita sudah mengenal beberapa jenis wagashi cantik di sini  Wagashi: Dessert Kekaisaran Yang Cantik Part #1. Kali ini masih belajar tentang dessert kekaisaran Jepang. Kita bahas wagashi dalam klasifikasi lain. Wagashi diklasifikasikan menjadi 3 kategori menurut metode produksi dan kadar air. Kadar air sangat penting karena menentukan waktu kadaluarsanya.

Yup, dengan mengetahui hal tersebut. Tentunya akiba-chan bisa dengan leluasa memilih Dessert Kekaisaran yang cocok untuk sekedar oleh-oleh saat pulang dari jepang 😀

3 Kategori yang dimaksud adalah:

  • Namagashi: atau gula segar, memiliki tingkat kelembaban 30% atau lebih.
  • Han Namagashi: atau setengah kering gula, memiliki tingkat kelembaban 10-30%.
  • Higashi: atau gula kering, memiliki tingkat kelembaban 10% atau kurang.

Ada banyak jenis wagashi yang dapat diklasifikasikan menurut metode produksinya.

  • Mushi mono (dikukus)
  • Yaki mono (dipanggang)
  • Nagashi mono (dibekukan)
  • Neri mono (diremas)
  • Uchi mono (dicetak)
  • Oshi mono (ditekan)

Dari pada frustasi bayangin yang bikin ngiler mending langsung liat penampakannya dibawah ini. Lanjutan dari yang kemarin ya…

8. Wasanbon (和 三 盆)

wagashi

 

Nama Wasanbon adalah Wa / 和 untuk Jepang, San / 三 selama tiga Bon / 盆 untuk nampan. Wasanbon adalah permen gula warna-warni yang terbuat dari gula yang sangat halus dan hanya diproduksi di Jepang.  yang tumbuh di iklim yang lebih dingin dan tentunya memiliki rasa yang unik.Di Jepang, produk pertanian dalam negeri jauh lebih mahal daripada impor. Gula dalam negeri mungkin biaya 10x harga gula impor. Gula dalam negeri digunakan untuk membuat produk-produk khusus seperti Wasanbon. Harga wasanbon sekitar ¥ 1.000 atau $ 10 untuk sekitar 300 gram.

9. Dango (団 子)

wagashi

 

Siapa yang tidak kenal jajanan kesukaan Miiko dan Uchiha Itachi ini?Mirip dengan mochi tapi ditusuk sate bulat bulat nyoii.  Yang tiga warna namanya hanamidango. Pink merupakan rasa sakura, putih merupakan dango yang tanpa rasa dan hijau yang berasa matcha.

wagashi

10 . Monaka (最 中)

wagashi

Yang ini berisi selai kacang merah di dalam mochi wafer yang crispy. Selainya bisa diganti dengan kacang atau es krim.

11. Yokan (羊羹)

wagashi

 

Yokan adalah jelly tebal yang terbuat dari pasta kacang merah, agar, dan gula. Seringkali berisi bubuk teh hijau, chestnut cincang, kacang manis keseluruhan atau bahan lainnya di dalam jeli.Jaman dulu yokan ini dibungkus di selubung bambu.

12. Manju (饅頭)

dessert kekaisaran

 

Manju, pangsit Jepang manis yang isinya macam-macam.terbuat dari adonan tepung beras dan macam-macam rasa isian . Dalam budaya Jepang, sekotak manju dibawa ke rumah seseorang pada acara khusus, seperti Hari Anak. Atau hanya camilan dengan secangkir teh.

13. Kuzumochi (葛 餅)

wagashi

 

Mochi dibuat dengan bubuk pati dari akar tanaman kudzu. Di era modern ini dikenal dengan kuzuko (tepung  kuzu).Tepung ini digunakan terutama sebagai pengental untuk saus dan jeli, tetapi juga digunakan dalam makanan penutup. Karena jenis mochi ini dibuat dengan Kuzuko bukan beras ketan atau mochiko,maka dessert ini bebas gluten.

14. Kusa Mochi (草 餅)

wagashi

 

Kusa Mochi berarti “rumput mochi”. Ini mochi dibuat dengan bubuk dari daun tanaman Yomogi (mugwort in english) bentuknya agak mirip seledri di Indonesia. Warna hijau mochi ini dihasilkan dari rebusan air yomogi. Ini biasa dimakan di musim semi. Kusa Mochi biasanya disajikan dengan tepung kedelai manis  (kinako) sebagai topping.

15. Taiyaki (た い 焼 き)

wagashi

 

Taiyaki adalah kue berbentuk ikan yang dibuat dari tepung terigu, telur, gula pasir, baking powder dan air. Dalam bahasa Jepang, “tai” adalah sebutan untuk ikan tai dan  “yaki” berarti panggang.
Dulu hanya diisi dengan pasta kacang merah, namun sekarang sudah banyak variasinya seperti coklat,keju,kacang hijau atau custard (puding susu manis).

16. Yatsuhashi ( 八橋)

wagashi

 

Bisa dipanggang renyah dan bisa juga disajikan dengan pasta kacang merah. Yatsuhashi, yang berarti delapan jembatan, berisi kayu manis dalam dua bentuk. Pertama berbentuk segitiga, dan satunya punya bentuk yang umum yang lebih keras seperti biskuit. Di toko Otabe di pusat kota Kyoto,Yatsuhashi telah dibuat selama lebih dari 200 tahun.

Hmm dessert kekaisaran ini memang selain bentuknya bikin ga tega, rasanya juga bikin nagih. Sayang harganya tidak bersahabat untuk kantong perantauan 😀

Nah, itulah gambaran yang cukup luas dari Wagashi. Ya sekian informasi tentang  jajanan /manisan dari Jepang ini, semoga bisa menjadi referensi kuliner atau ide bisnis (hehe). Atau mungkin kita juga harus banyak makan mochi dan kacang merah biar kawaii ya? #diceples