Konbanwa Akiba-chan dan Akiba-kei! Bukan maksud membuat ngiler siapapun. Tapi kali ini mimin bawa deretan benda lezat dan siap bikin ngeces. Hehe. Jepang, negara yang kawaii di segala bidang ini punya makanan penutup tradisional atau Wagashi yang cantik-cantik lho. Simak yuk…

Sejarahnya dulu, utusan kaisar Jepang yang dikirim ke Dinasti Tang pada abad ketujuh membawa pulang kue dari Tiongkok. Kue-kue tersebut dikenal di Jepang sebagai Karagashi (kue Dinasti Tang). Kue-kue tersebut dibuat dari adonan tepung yang diulen dengan air, dan digoreng di dalam minyak goreng. Itu dibuat dengan menggunakan teknik yang lebih maju daripada Jepang. Pada abad kedelapan, Jianzhen sang utusan dari Tang membawa gula berwarna coklat gelap, namun teknik pemurnian gulanya tidak diperkenalkan ke Jepang.

Oleh karena itu, gula sangat langka dan berharga di Jepang. Sebaliknya orang-orang menggunakan sirup yang dibuat dari getah anggur sebagai pemanis. Pada 1543,Misionaris dari Portugal ikut memperkenalkan kue dari Barat seperti castella, bolu, dan permen kompeito.

Selama zaman Edo, produktivitas pertanian meningkat secara signifikan, termasuk tebu di Okinawa.  Akhirnya ,gula putih diproduksi secara luas. Jenis gula yang disebut wasanbon juga disempurnakan dan masih digunakan secara eksklusif untuk membuat wagashi. Setelah diperkenalkannya tradisi upacara minum teh di Jepang, jenis kue wagashi semakin beragam dan teknik pembuatan kue juga semakin berkembang.

Setelah Restorasi Meiji, Wagashi disempurnakan menjadi gaya seperti yang kita kenal sekarang. Konon, Kaisar sangat suka makan hidangan manis ini. Cekidot deh, biar pada tau jenis-jenis Wagashi.

1. Namagashi (生 菓子)

namagashi

Namagashi adalah istilah umum untuk permen yang digunakan dalam upacara minum teh Jepang. Isinya pasta kacang manis.Namagashi diklaim merupakan wagashi termahal dan bentuknya dimodifikasi menjadi semakin modern

2. Amanatto (甘 納豆)

amanatto

Amanatto adalah penganan manis yang mana beragam jenis kacang direbus di dalam gula, dikeringkan dan kemudian dilapisi gula.Kacang yang sering digunakan adalah kacang azuki). Kacang Azuki konon diyakini untuk mengusir roh-roh jahat.

3. Hanabiramochi (葩 餅)

hanabiramochi

Hanabiramochi berarti “kelopak bunga mochi”. Ini disajikan di upacara minum teh pertama tahun baru. Awalnya, hanabiramochi merupakan makanan keluarga kerajaan. Ia pertama kali dibuat pada zaman Meiji (8 september 1886 – 30 Juli 1912). Bentuk awal hanabiramochi datar dan bundar, umumnya dilipat hingga berbentuk setengah lingkaran.

Baca Juga: Mari Belajar Membuat “Moja Moja” Mononokean dg Resep Sederhana

Hanabiramochi harus memiliki warna merah muda yang terlihat ditengahnya. Warna merah muda ini merupakan simbol tumbuhnya aprikot/plum Jepang. Di bagian lapisan, terdapat pasta kacang merah dan gobo (sejenis ikan) yang dimaniskan.

4. Sakuramochi (桜 餅)

sakuramochi

Mochi merah muda manis (kue beras) diisi dengan pasta kacang merah dan ditutupi dengan daun bunga sakura (sakura). Sakura mochi yang dimakan untuk merayakan hari gadis (Hinamatsuri) di Jepang setiap 3 Maret. Bayangkan makan ini di tengah hamparan rumput musim semi di bawah pohon sakura, dengan aroma wangi lembut sakura dan angin sepoi…hmmm subarashiii.

5. Uiro (外 郎)

uiro

Uiro adalah kue kukus tradisional Jepang yang terbuat dari tepung beras dan gula.Teksturnya kenyal, mirip dengan mochi, dan tentu saja manis. Terdiri dari beragam  termasuk pasta azuki kacang, teh hijau (matcha), yuzu, strawberry dan cokelat.
Nagoya sangat terkenal uiro nya, dan versi regional lainnya, terdapat di Yamaguchi dan Odawara.

uiro-featured
                                                                                 uiro masa kini

6. Suama (寿 甘)

suama
Kombinasi dari kanji “su” (寿)=perayaan dan “ama” (甘)=manis adalah manisan  yang terbuat dari tepung beras ketan, air panas, dan gula yang ditandai dengan pewarna merah. Warna merah ini melambangkan simbol merah dan putih dalam perayaan dalam tradisi Jepang. Adonan diremas dan kemudian dibentuk oleh penggulung sushi (Sudare), jadi teksturnya akan sedikit bergelombang.

7. Kompeito (甘 納豆)

Wagashi Kon

Permen Kompeito adalah permen berwarna kecil gula murni. Bentuknya bulat-bulat kecil. Kompeito adalah hadiah tradisional yang melambangkan ucapan terima kasih karena telah mengunjungi Kekaisaran Jepang. Kata “Kompeito” berasal dari confeito bahasa Portugis, yang merupakan jenis permen gula.

Pada tahun 1569 para misionaris Portugis memperkenalkan Konpeito ke Jepang. Selama bertahun-tahun sesudahnya gula terus menjadi jarang dan mahal di Jepang. Karena bahan baku konpeito menggunakan banyak gula, maka kompeito menjadi sangat langka dan  sangat mahal juga. Wew, beruntungnya kita tinggal di negeri yang tebunya berlimpah

Nah, akiba-chan dan akiba-kei. Ini baru tujuh neis saja loh. Untuk tau jenis-jenis wagashi selanjutnya, ikuti terus update dari Akibanation ya!