Akhirnya kita semakin dekat dengan dunia virtual reality dengan project realisasi VRMMO (Virtual Reality Massive Multiplayer Online) RPG yang bertajuk Sword Art Online: The Beginning yang akan diciptakan dengan kerjasama IBM. Sebelumnya sudah diberitahukan bahwa project game ini sedang mencari 208 orang yang berani untuk mencoba game ini atau yang biasa disebut dengan Beta Test. Percobaan dari project game tersebut akan diselenggarakan di Tokyo pada tanggal 18 Maret sampai dengan tanggal 20 Maret yang akan datang. Alasan kenapa mereka mencari 208 orang yang berani untuk mencoba game ini pun belum terungkap, kenapa gak sekalian 10.000 orang saja biar terasa lebih kaya Sword Art Online. Mungkin 208 orang yang beruntung tersebut lebih kita kenal dengan sebutan ‘Beater’ kali yaa? 😀 wkwkwk

Dan project game ini kini sudah memperlihatkan beberapa cuplikan gambar dari dalam gamenya. Disini pemain akan dapat berinteraksi dengan banyak hal mulai dari objek dalam game, menu drop down yang menjadi menu khas dari SAO, dan tentunya bertarung melawan bos di dalam game tersebut.

Pixlr_20160317172654330

Pixlr_20160317172425879

Pixlr_20160317172611503

Pixlr_20160317172531597

Perangkat NerveGear yang mereka perlihatkan juga berbasis dari ‘Oculus Rift DK2’ dan digabungkan dengan sensor gerak milik ‘Kinect V2’. Jadi disini kalian harus menggerakkan badan agar dapat menggerakkan karaktermu. Memang sedikit merepotkan, namun itu lebih baik daripada otak kalian menjadi gosong terbakar gara-gara gelombang microwave seperti kebanyakan pemain dalam seri SAO.

Sword Art Online

IBM merupakan salah satu pelopor industri teknologi modern dan salah satu merek industri terbesar pada masanya yang mengumumkan bahwa IBM Jepang sedang menjalankan sebuah project yang mereka namakan “Sword Art Online: The Beginning”. Game ini bukanlah sekedar game konsol, ini adalah project virtual reality yang bertujuan mewujudkan game SAO seperti yang ada dalam novelnya. Alih-alih menggunakan kontroler yang dipadu dengan headset khusus seperti Oculus Rift, game ini akan digerakkan dengan seluruh tubuh kita menggunakan teknologi “Cognitive System” dan “Softlayer”, sistem cloud computing milik IBM. Sang novelis, Reki Kawahara berkomentar bahwa “project ini benar-benar berbeda dengan game yang kita kenal selama ini”.

Kayaknya mereka ingin supaya project ini dirilis pada tahun 2022, tahun yang sama dengan dalam light novel buatan Reki Kawahara tersebut. Apakah IBM akan menjadi Kayaba Akihiko yang kedua?