Jepang memang negara yang kaya. Bukan hanya kaya akan teknologi dan budaya, tetapi mitos, legenda, serta berbagai macam kutukan pun ikut memeriahkan Negara Sakura tersebut. Kali ini author akan membahas tentang Ushi no Koku Mairi, sebuah kutukan dari wanita yang ingin menuntut balas karena cacian dan hinaan.

Bentuk asli Ushi no Koku Mairi adalah sebuah sihir hitam yang dipercaya sangat kuno, mematikan, dan mengerikan. Ritual untuk melancarkan kutukan ini harus dilakukan antara jam 1 sampai jam 3 dini hari. Konon, pada jam – jam itu dipercaya bahwa kekuatan jahat mencapai kekuatan puncaknya karena garis batas yang memisahkan antara dunia untuk yang-masih-hidup dengan dunia untuk yang-sudah-mati.

Dalam prakteknya, wanita yang akan melakukan ritual (biasanya korban pengucilan atau caci – maki atau hinaan) akan datang ke kuil atau tempat keramat di waktu yang sudah ditentukan. Mereka akan mengenakan kimono berwarna putih, memakai rias wajah, dan memakai trivet dari besi yang dihubungkan dengan lilin di atas kepalanya. Mereka akan membawa sebuah bonekan jerami (wara ningyō) yang memiliki bagian tubuh korban (potongan kuku, helai rambut, darah, dll) dan palu. Orang yang akan melakukan ritual ini harus memakai geta bergigi satu atau telanjang kaki, mengalungkan cermin di dadanya, menyelipkan belati atau pedang pendek di obi, dan menggigit sisir kayu. Sisir kayu akan membantu sang pelaku ritual untuk tetap diam karena ritual ini menuntut ketenangan.

ushinokokumairi-watermark

Ketika semua sudah siap, orang yang akan melakukan ritual harus mencari pohon yang disucikan atau dikeramatkan di tempat suci atau kuil yang sudah mereka pilih. Menahan boneka jerami di batang pohon tersebut, dan mulai merekatkannya dengan paku. Ketika paku menghantam boneka untuk pertama kalinya, hal itu dipercaya sebagai penghancuran batas antara dunia manusia dengan dunia roh secara simbolik. Secara tidak langsung pelaku akan memanggil roh, atau kekuatan jahat lainnya untuk kemudian membalaskan dendamnya. Korban akan mulai merasakan sakit di bagian tubuh boneka jerami yang di paku.

Ritual ini harus dilakukan selama tujuh hari berturut – turut, dengan kepala boneka sebagai bagian terakhir yang dipaku ke pohon. Setelah semua selesai, maka korban akan segera kehilangan nyawanya. Kutukan ini harus dilakukan secara diam – diam dan rahasia. Jika saat sedang melakukan ritual ini ada orang yang melihat. Maka kutukan itu akan berbalik kepada sang pelaku. Kecuali jika orang yang melihat tewas. Itulah alasan kenapa orang yang akan melakukan kutukan harus membawa belati atau pedang pendek bersamnya.

ushi_no_koku_mairi_mizuki_shigeru

Walaupun dikatakan sebagai “Kutukan Kuno”, tapi ternyata masih ada orang yang melakukan kutukan ini untuk balas dendam! Walaupun hukum sudah melarang, tetapi polisi dan para penjaga kuil – kuil atau tempat suci setempat mengatakan bahwa mereka masih menemukan bukti – bukti dilakukannya kutukan. Hal ini terlihat dari sisa – sisa paku yang menancap di pohon bahkan boneka jerami dengan kata – kata kutukan. Alat – alat untuk melakukan kutukan ini juga sudah dilarang. Saat ini, sudah sulit untuk menemukan paku yang memenuhi standar (memiliki panjang tertentu) untuk melancarkan serangan balas dendam ini. Sayangnya, masih ada penjual yang menjajakan “Curse Kits” secara online.

Bagaimana readers sekalian, mempunyai dendam? Siap untuk mencoba?