Sudah sekitar tiga bulanan lewat sejak tragedi musibah Kebakaran Kyoto Animation. Telah diberi beberapa update KyoAni baru lagi mengenai keadaan studio anime ternama tersebut dan para staff yang menjadi korban musibah itu. Diantaranya adalah selesainya pengumpulan donasi ANIC JAniCA untuk sumbangan KyoAni, dan diberi kabar mengenai para staff KyoAni yang selamat dan mulai kembali masuk kerja.

Musibah kebakaran studio satu Kyoto Animation terjadi pada tanggal 17 Juli kemarin saat seorang pria bernama Aoba Shinji memakai cairan semacam gasolin untuk membakar gedung studio itu saat keamanan studio sedang lengah pada hari kejadian.

Kebakaran tersebut menjadi salah satu kasus kebakaran terbesar dalam sejarah Jepang, yang menewaskan sampai tiga puluhan staff studio Kyoto Animation dan mengirim banyak korban lainnya ke rumah sakit.

Popularitas studio tersebut membuat banyak sekali yang bereaksi mengirimkan bantuan donasi untuk studio itu dan para korban, baik dari fans maupun bintang besar, baik dari negara Jepang maupun dari luar. Dan selain itu, Pemerintah Jepang juga ikutan, dan juga pihak-pihak lain, seperti organisasi non-profit ANIC dan JAniCA.

Animation for the Next Industrial Conference (ANIC) dan Japan Animation Creators Association (JAniCA) mengumpulkan donasi melalui website crowdfunding Makuake yang pertama diluncurkan tanggal 19 Agustus dengan gol sebesar satu juta Yen. Donasi crowdfunding tersebut kini telah ditutup, dan mereka berhasil mengumpulkan donasi sebesar 5.727.000 Yen.

Keadaan terlihat membaik pada studio KyoAni, dengan sang CEO Hatta Hideaki mengatakan dalam konferensi pers minggu lalu kalau dari 33 korban yang selamat dan masuk rumah sakit, 27 diantaranya telah cukup pulih untuk kembali masuk kerja. Membuat tersisa 4 korban yang masih dalam perawatan.

Akan tetapi meskipun begitu, Hatta juga mengatakan situasi di studio masih saja kelam dengan rasa duka, dengan banyak staff masih merasa stress. Sulit secara mental bagi mereka menerima fakta kalau sesama rekan kerja mereka kini tiba-tiba telah tiada. Tapi Hatta mengatakan mereka sedang bekerja dengan institusi medis untuk perawatan psikologi.

Ia juga memberi sedikit komentar akan projek film Violet Evergarden dan Free yang dijadwalkan rilis 2020, mengatakan mereka sedang mengutamakan untuk merilis Violet Evergarden setelah April 2020, dan setelah itu melihat situasi mengenai apa yang dilakukan kedepannya.