Hari Jumat kemarin tragedi menimpa dunia anime, dengan kejadian kebakaran KyoAni yang menjadi kebakaran terbesar era Reiwa di Jepang dan salah satu kebakaran terbesar dalam sejarah Jepang, yang sampai memakan tiga puluhan nyawa. Dan baru diberikan update lagi kalau ada satu lagi korban kebakaran tersebut yang baru saja meninggal, membuat angka kematiannya naik lagi jadi total 34 orang.

Dan yang lebih menyedihkan lagi, adalah akibat dari kebakaran tersebut tak hanya orang-orang yang meninggal, tapi juga membawa pengaruh kepada beberapa seri anime. Diantaranya anime FREE yang direncanakan mau merilis trailer movie barunya pada hari kebakaran, membuat perilisan trailer itu juga dibatalkan.

Dan akibat yang lebih parah lagi diumumkan oleh Hatta Hideaki sang CEO KyoAni sambil mengungkapkan kesedihannya dalam wawancara media, mengatakan kalau semua materi anime KyoAni sebelumnya dan juga semua komputer yang ada dalam studio tersebut hancur, menyebabkan kerugian yang tak terhitungkan besarnya.

Ini juga berefek pada anime lain yang bukan buatan KyoAni, dengan anime Enen no Shouboutai yang diproduksi BONES mengumumkan mereka takkan menayangkan dan merilis episode ketiganya minggu ini. Tak dijelaskan sebabnya, tapi bisa diduga itu untuk menghormati korban kebakaran KyoAni karena kisah Enen no Shouboutai yang bertema api dan pemadam kebakaran.

Kerusakan yang begitu besar yang bisa datang hanya dari tindakan satu orang. Dan dari info yang telah tersebar di internet, dikabarkan kalau pria berumur 41 tahun yang jadi pelakunya dikatakan memiliki nama Aoba Shinji.

Dan telah semakin diperjelas juga alasannya melakukan tindakan itu, setelah sebelumnya dikabarkan kalau ia melakukannya karena KyoAni melakukan plagiat. Kini ditambahkan kalau KyoAni mencuri ide novel buatannya. Sedikit penjelasan bahwa KyoAni juga kini terlibat sebagai penerbit light novel melalui KA Esuma Bunko.

Lalu mengenai bagaimana ia bisa masuk dan membakar studio itu, dikatakan kalau pada hari kebakaran tersebut studio KyoAni akan kedatangan pengunjung yang tak diperjelas siapa, yang membuat mereka melonggarkan keamanan dengan mematikan sistem kartu keamanan agar pengunjung dapat mudah keluar masuk.

Tak dijelaskan apakah sang pelaku bisa memulai api kebakaran dengan mengetahui hal itu dan memanfaatkan kesempatan, atau memang aksinya hanya secara kebetulan bertepatan terjadi pada timing yang buruk tersebut.