Sekarang adalah masa keemasan bagi yang namanya “ponsel”. Meski pada zaman dahulu, ponsel hanya mempunyai kegunaan untuk menghubungkan dua individu yang berjauhan agar bisa mengobrol via suara dan teks tulisan, kini malah mempunyai segudang kemampuan lain. Fungsi tambahan tersebut merupakan fitur-fitur hiburan; seperti permainan, aplikasi unik, internet, dan sebagainya, membuat orang-orang semakin lengket pada benda persegi itu. Bahkan, kebanyakan menggunakan ponsel tidak hanya untuk kepentingan komunikasi, melainkan sarana hiburan di waktu luang. Begitu pula dengan kebiasaan orang jepang akan ponsel.

Nah, karena invasi ponsel tidak hanya terjadi di satu titik saja, melainkan di dunia yang berbeda-beda kebudayaan serta pola pikir masyarakatnya. Maka kebiasaan orang jepang menggunakan ponsel memiliki ciri khasnya masing-masing dibanding yang lain.

Dikutip sebagian dari situs Rocket News, Akiba Nation sajikan 7 kebiasaan orang Jepang menggunakan ponsel. Yuk, kita simak, katanya orang Jepang itu punya kebiasaan main ponsel yang agak unik, lho. Cekidot! 😀

1 – Jarang Pakai Handsfree Karena Takut Dikira Ngobrol Sama Teman Khayalan

1-1

Yup, betul banget! Orang Jepang kalau teleponan jarang pakai handsfree karena khawatir dikira lagi ngobrol sama teman khayalannya. Mereka juga tidak suka mencolok dan menarik perhatian orang banyak. Sehingga, jika sedang berkomunikasi lewat suara mereka bakal menunjukkan bahwa mereka sungguhan lagi teleponan, bukan bicara sendiri.

Hal ini dilakukan dengan cara sengaja memperlihatkan ponsel dan mengangkatnya ponsel tepat di antara telinga dan dagu, serta tidak tertutup tangan. Atau kalau pun sedang pakai handsfree, mereka bakal pegang bulatan handsfree mereka yang tersumbat di telinga dengan jari. Tetapi orang Jepang kebanyakan lebih suka menepi dari keramaian jika ingin menerima telepon, seperti ke bilik toilet, tempat sepi, dan belokan. Mereka juga melakukan ini sebagai sopan santun.

2 – Karakter Kartun Sebagai Avatar Sosial Media

Kebiasaan Orang Jepang

Siapa yang berteman dengan warga negara Jepang di sosial media? Nah, jika kalian pernah secara sengaja atau tidak sengaja mempunyai kontak dengan akun sosmed orang Jepang, maka dipastikan sebagian dari mereka menggunakan avatar kartun. Ya, masyarakat Negeri Bunga Sakura lebih suka pakai avatar dengan tokoh kartun atau anime. Kebanyakan memilih karakter yang sedang happening, viral, dan kekinian. Semacam Kimi no Na Wa, Sin Chan, atau Ellen Baker (tokoh guru di buku pelajaran bergambar anak SMP di Jepang yang pernah nge-hits).

Nah, bedanya orang Jepang dengan orang Indonesia dalam pemakaian karakter kartun sebagai avatar sosmed, adalah terletak di objek gambarnya. Mereka memakai gambar kartun yang unik, seperti sketsa pensil yang mereka buat, lukisan, meme lucu, corat-caret tidak jelas mengikuti tampilan fisik tokoh kartun, dan sebagainya. Sedangkan kita lebih suka pakai fanart yang ada di internet dan memajangnya sebagai avatar.

3 – Gamer Kebanyakan Orang Dewasa, Bukan Anak Kecil

3

Kalau Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian mendambakan lingkungan dimana tidak ada gamer yang masih kanak-kanak, maka Jepanglah tempat yang tepat untuk berkunjung. Benar, Jepang merupakan negara yang penduduknya sangat menggemari permainan gadget. Mulai dari game biasa yang tidak membutuhkan koneksi internet, hingga yang butuh koneksi setara MMORPG.

Selain menjadi negeri yang sangat menyokong industri e-commerce, Jepang juga dikatakan surga bagi perkembangan teknologi yang maju dan mutakhir. Karenanya, banyak orang dewasa di sana yang suka bermain game, terutama pada platform smartphone. Mereka kabarnya menggunakan ponsel untuk bermain game di waktu luang, seperti jam istirahat kerja dan sepulang sekolah.

4 – Dimarahi Ketika Mengintip Ponsel Saat Bekerja

4

Jangan pernah coba-coba melihat sejenak ponsel kalau sedang bekerja di Jepang. Meski kedengarannya sepele, tapi ini adalah tindakan yang super-bodoh jika dilakukan. Karena pasti kalian akan kena omel rekan kerja atau atasan jika ketahuan membuka ponsel. Mereka akan mengganggap kalian tidak serius sekaligus tidak bertanggung jawab dalam melakukan pekerjaan kalian.

Masyarakat Jepang memang sangat menjunjung nilai-nilai kinerja mereka. Jam kerja di sana bahkan di atas rata-rata jam kerja di Indonesia. Tetapi hal tersebut diimbangi dengan gaji dan penghormatan terhadap karyawan yang jauh lebih baik. Makanya, mereka akan sangat tidak suka kalau ada orang yang main-main di saat bekerja. Jadi, sebaiknya kalian menggunakan ponsel saat jam istirahat saja, dan matikan ketika mulai memasuki jam kerja. Selain membuat tidak fokus, itu juga mengakibatkan potongan slip gaji bahkan dipecat.

5 – Tidak Menggunakan SIRI

5

Sebagian besar penduduk Negeri Matahari Terbit menggunakan ponsel I-Phone. Meski begitu, mereka tidak suka menggunakan asisten pribadi elektronik dari I-Phone itu sendiri, yakni SIRI. Karena menurut mereka SIRI tidak efisien dan cepat. Mengingat SIRI sering kali salah terima ucapan, butuh loading yang sedikit lebih lama, dan terkadang tidak nyambung. Mereka lebih suka mengetik langsung di browser ketimbang bertanya pada SIRI.

6 – Alay

alay

Harus diakui, orang Jepang memang alay dalam menggunakan ponsel mereka. Itu diketahui dari cara mereka mengetik pesan dengan memasukkan terlalu banyak simbol tidak penting. Mereka juga sering menaruh emoji berlebihan padahal teksnya hanya hitungan jari saja. Ini terkadang membuat orang dari Indonesia agak merasa aneh. Selain itu, sama dengan orang Indonesia, mereka suka sekali memotret makanan dan mengunggahnya di sosial media.

7 – Tidak Sopan Teleponan Di Dalam Kereta

7

Orang Jepang punya sopan santun dalam menggunakan telepon yang sangat baik, di kereta ataupun tempat umum lainnya. Mereka juga menganggap bukanlah hal yang sopan kalau menjawab telepon ketika sedang menumpang kereta. Karena itu dapat menganggu orang-orang yang sedang istirahat selama perjalanan. Mereka lebih suka berkomunikasi dengan perantaraan lain, seperti email dan sosial media. Kebiasaan orang jepang memang banyak yang patut dicontoh ya…

Begitulah 7 kebiasaan orang Jepang dalam menggunakan ponsel. Semoga bermanfaat bagi kalian yang ingin menjelajah dan mengetahui lebih jauh negara berjulukan Negeri Bunga Sakura tersebut. 🙂

SHARE
Previous articleAnime Ketiga Hantsu x Trash Bakal Bikin Panas Akhir Tahun 2016
Next articleProductio I.G Merilis Anime Untuk Jurusan Baru Universitas Iwaki Meisei
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.