Apakah disini ada yang masih ingat akan seri animanga klasik berjudul Lets & Go? Animanga berdasarkan produk mainan yang sempat begitu maraknya dulu, apalagi dari generasi 90-an dan awal 2000-an, yaitu mobil Tamiya. Tapi nama tersebut membawakan kabar duka baru-baru ini, dengan diberikan pengumuman kalau presiden perusahaan Tamiya tersebut, Tamiya Masayuki, telah meninggal dunia.

Mainan mobil Mini 4WD atau lebih dikenal disini dengan sebutan mobil Tamiya, adalah produk mainan plastik model seperti Gundam atau model hobby miniatur dimana kita merakit model plastik mobil-mobilan, tapi ada satu hal yang membedakannya.

Karena mobil-mobil tersebut bukan hanya sekedar model pajangan, tapi juga dipakai untuk balapan pada jalanan sirkuit, dengan semua mobil tersebut memiliki motor Dinamo yang bisa berputar saat disambung ke baterai, dan motor dinamo tersebut juga dapat dikostumisasi lagi sendiri-sendiri untuk dibuat lebih cepat lagi putarannya.

Daya tarik membuat mobil balap rakitan sendiri itu meleduk popularitasnya dan meluber juga sampai di Indonesia, yang dibantu lagi dengan ditayangkannya anime Lets & Go Mini 4WD setiap hari Minggu pagi dan dirilis juga manga seri itu.

Dan walau tak booming pada level seperti dulunya, hobi Tamiya masih aktif sampai sekarang. Bahkan sampai direferensikan di media lain, seperti dalam seri game Yakuza dimana player juga dapat melakukannya sebagai aktivitas sampingan.

Di Jepang sendiri produk itu masih aktif, dengan perusahaan Tamiya masih ada sampai sekarang dan masih memproduksi mobil Mini 4WD. Tapi sekalian balik ke topik utama, perusahaan ini memberikan kabar duka baru-baru ini dengan meninggalnya presiden perusahaan itu, Tamiya Masayuki, yang dikabarkan meninggal diumurnya yang ke-59 tahun pada tanggal 1 Mei kemarin.

Tidak diberitahukan apa penyebabnya, hanya dikatakan kalau ia meninggal setelah melawan penyakit. Sang presiden pertama bekerja di perusahaan Tamiya pada tahun 1990. Ia bekerja pada beberapa posisi seperti sebagai executive director pada tahun 2004, sebelum kemudian menjabat jadi presiden pada tahun 2008, meneruskan ayah tirinya, Tamiya Shunsaku.