Turisme memang dapat sangat membantu perekonomian sebuah daerah, dan dengan betapa menariknya dan lebih terbukanya negara Jepang, turisme dalam dan luar negeri negara itu semakin melonjak belakangan ini. Akan tetapi ada juga sisi negatif dari turisme, dalam bentuk turis yang bertingkah seenaknya, dan hal tersebut baru-baru ini ditemukan terjadi lagi di Kyoto. Dengan ada banyak turis yang menyusahkan para Maiko & Geisha Kyoto.

Kabar tindakan yang tak mengenakkan dari para turis bukanlah yang pertama di Kyoto, dengan beberapa waktu lalu ditemukan kalau turis asing menyebabkan kerusakan pada hutan bambu Arashiyama, dengan memahat nama mereka pada pohon bambu disitu, yang bisa berbahaya dan mematikan pohon bambu itu.

Selain itu, semakin banyaknya turis asing yang berbondong-bondong datang mengunjungi daerah yang indah dan tradisional tersebut juga menyulitkan turis Jepang yang mau berkunjung ke Kyoto karena Prefektur tersebut jadi terlalu penuh dan ramai.

Dan kali ini masalah turis tersebut juga menyambar pada salah satu atraksi Kyoto, para gadis Geisha dan Maiko atau murid Geisha. Dimana privasi mereka sangat diganggu karena banyaknya turis yang berusaha mengambil foto mereka saat sedang berjalan, dan bahkan bisa sampai berusaha mengejar mereka, dan bisa ada berbondong-bondong yang melakukannya.

Hal ini mungkin disebabkan banyaknya foto dan video Geisha yang sedang berjalan di jalanan Kyoto yang bertebaran di internet yang memang bagus untuk mempromosikan turisme, membuat mungkin jadi ada turis yang merasa kalau bisa saja mengambil foto mereka sesukanya saat mereka sedang berjalan-jalan.

Akan tetapi aslinya hal tersebut tak bebas. Mereka bukan atraksi macam karakter maskot atau cosplayer yang bisa diambil foto seenaknya. Mereka adalah warga yang berusaha berangkat kerja dan ingin privasi mereka dijaga. Belum lagi negara Jepang juga memiliki hukum privasi yang ketat.

Menariknya, beberapa netizen ada yang berkomentar mengatakan kalau ternyata bukan hanya turis asing yang melakukan hal yang menggangu tersebut, dengan bahkan ada juga turis sesama orang Jepang yang melakukan tindakan seperti itu.