Memiliki orang tua yang juga hobi otaku bisa memberikan situasi yang tak nyaman pada sang anak. Bisa saja seorang ibu yang meniru suara seiyuu loli dan didengar anaknya, atau misalkan seorang ibu yang meminta putranya membeli manga Yaoi. Oke itu dari sudut pandang seorang anak, tapi bagaimana kalau dibalik, ketika yang tak nyaman adalah si ortu otaku. Mungkin bisa menjadi seperti ini, dalam sebuah kisah Tragedi Komedi Nonton Pop Team Epic Sekeluarga.

team epic

Ini adalah kisah yang diceritakan oleh seorang user Twitter bernama @s_saihi. Suatu waktu, @s_saihi menonton sang kuso/crappy/shitty anime, Pop Team Epic alias Poputepipikku. Dan ia menontonnya bernama istrinya dan putranya, yang masih sangat bayi, dikatakan kalau umurnya masih 0 tahun. Bahkan masih belum bisa berbicara.

Mungkin bukanlah keputusan yang bagus bagi @s_saihi memilih untuk menonton anime macam itu bersama anaknya. Tentu sudah banyak yang tahu kalau anime Pop Team Epic itu seperti apa. Seri yang dengan beraninya mengejek apapun dan dengan beraninya mengeluarkan jari tengah. Sampai event merchandize-nya terpaksa dihentikan polisi karena keramaian fansnya.

Eniwei kembali ke story, tak diberitahukan itu episode berapa yang ditonton olehnya, tapi yang menonton anime Pop Team Epic tentu tahu kalau setiap pergantian segmen ada semacam commercial break, dengan seiyuu Popuko atau Pipimi mengatakan “popu~te~pipik~ku”.

Setelah selesainya satu segmen, @s_saihi tertawa bersama istrinya. Tapi kemudian mereka berhenti karena dikejutkan oleh putra mereka, yang mengeluarkan kata “…po” dan semakin mengejutkan mereka saat putra mereka itu lanjut mengatakan “..po,pu,che”

Yang kemudian di”Stooop!!!” oleh @s_saihi. Sang istri juga tsukkomi mengikutinya “Bilang papa atau mama kek sebagai kata pertamamuuu!!!” 😀 tak begitu membanggakan kali ya kalau kata-kata pertama putranya adalah Poputepipikku~

Tak diketahui apakah itu benar kejadian nyata atau hanya karangan atau hiperbola, tapi yang jelas netizen menyukai kekocakan “tragedi” yang menimpa @s_saihi. Hingga saat ini, kisah putranya yang hampir mengatakan judul Pop Team Epic sebagai kata pertamanya dalam Tweet @s_saihi tersebut disukai sampai 149.000an orang, dan telah dikomeni sampai 77.900an orang.

Bagi mina-san yang fans animanga atau game dan juga orang tua, bagaimana kalau “tragedi” seperti ini terjadi pada kalian? Apakah jadi merasa bangga atau tertawa ngakak atau geleng pala?