Tomino Yoshiyuki sang pencipta seri real mecha Gundam lumayan terkenal akan sikapnya yang blak-blakan dalam memberi komentar. Contohnya adalah saat ia mengatakan ingin Menghancurkan Miyazaki Hayao, atau yang belum lama ini mengenai sutradara Shinkai Makoto yang sedang naik daun. Dan bicara soal Shinkai, Tomino kembali membicarakannya baru-baru ini, dimana ia memperluas pendapatnya soal film Shinkai.

Sebelumnya, Tomino membicarakan Shinkai dalam wawancaranya bersama majalah Playboy Jepang. Menurutnya anime Shinkai adalah “kisah remaja lelaki dan perempuan yang selalu berusaha saling meraih tangannya masing-masing” dengan kritik “tapi tangan si lelaki tak pernah sampai ke selangkangan si perempuan. Kenapa mereka tidak lanjut lebih jauh lagi?”.

Dan baru-baru ini ia membicarakan film Shinkai lagi dalam wawancaranya bersama majalah manga mingguan Young JUMP, tapi menariknya komentarnya bukanlah kritik tapi pendapatnya mengenai kenapa film Shinkai bisa begitu populer.

Tomino mengatakan kalau kaum muda Jepang saat ini berbeda dengan generasinya. Tak seperti kaum muda pada masanya yang memimpikan revolusi komunisme, kaum muda masa kini menemukan rasa pelepasan emosi yang serupa dalam karya yang lepas dari kenyataan, yang menurut Tomino dapat ditemukan sebagai daya tarik film Shinkai dan Youtube.

Ia berkata film Tenki no Ko mudah untuk ditonton, tapi film itu nge-Hit karena bisa mengerti perasaan penonton, dan contoh yang lebih mudah lagi adalah Kimi no Na wa. Banyak yang dapat merasa terhubung akan perasaan rindu yang terlihat saat karakternya bertanya “siapa namamu?” tapi meski ada rasa sayang, mereka tidak maju nyatakan cinta dan melakukan kontak fisik.

Dan Rasa inkomplit yang terpendam tersebut terhubung dengan kota Tokyo yang tenggelam. Tapi Tomino mengatakan kalau ia terkejut betapa banyak orang yang terasa terhubung akan resolusi macam itu, yang terlihat dengan betapa suksesnya film Shinkai. Ia juga mengatakan kalau itu mungkin hal yang universal, dengan film Shinkai juga terlihat begitu sukses di seluruh dunia.

Tomino kemudian juga berkata keadaan politik Jepang saat ini yang konstan sejak PD II membuat orang-orang merasa mereka hanya bisa mengikuti arus, membuat mereka menghindar dari kenyataan dan melihat kedalam diri dan memimpikan adanya sebuah revolusi. Jika dunia ini dapat berubah dan orang-orang tak perlu melakukan hal itu, mungkin film Shinkai takkan sepopuler ini.