Pandemik coronavirus masih belum selesai, malah saat ini bisa dibilang lebih parah lagi di berbagai negara dengan kemunculan beberapa varian baru. Negara Jepang juga masih menghadapi masalah pandemik ini, dengan sudah beberapa kali dilakukan masa darurat coronavirus. Dan walau baru belum lama ini masa darurat tersebut selesai, baru dikabarkan kalau ibukota Tokyo akan masuk masa darurat lagi untuk yang keempat kalinya.

Masa darurat coronavirus negara Jepang pada tahun ini sebelumnya pertama diberlakukan pada saat libur Golden Week dari akhir April sebagai dorongan untuk tidak keluar rumah dan tidak pulang kampung yang sudah jadi tradisi saat masa liburan tersebut, dan merupakan masa darurat yang ketiga kalinya diberlakukan di Jepang.

Akan tetapi jumlah kasus yang tetap tinggi membuat masa darurat tersebut kemudian diperpanjang, dan perpanjangan tersebut berkali-kali dilakukan sampai selama bulan Mei. Dan bahkan setelah bulan berganti, angka kasus yang belum menurun pada angka yang memuaskan juga membuat masa darurat itu kemudian diperpanjang diperpanjang lagi sampai 21 Juni.

Pada akhirnya, pemberhentian masa darurat tersebut dilakukan sesuai jadwal, kecuali di Okinawa dimana angka kasusnya masih parah jadi diperpanjang lagi sampai 11 Agustus. Akan tetapi seperti yang dikatakan diawal, masa tenang tersebut tidak berlangsung lama, dengan Pemerintah Jepang mengumumkan rencana untuk masa darurat keempat untuk Ibukota Tokyo.

Hal tersebut mengikuti kabar update kalau angka kasus positif di Tokyo melonjak tinggi lagi. Dikatakan kalau pada hari Rabu ditemukan jumlah total kasus positifnya mencapai 920. Itu adalah peningkatan sebesar 206 dibandingkan minggu sebelumnya, dan angka kasus tertinggi sejak pertengahan bulan Mei.

Nishimura Yasutoshi dari Menteri Pemulihan Ekonomi yang menangani respon terhadap coronavirus ini juga mengatakan kalau makin bertambah saja jumlah pasien yang keadaannya makin serius atau menunggu untuk dimasukkan ke rumah sakit.

Nishimura mengatakan kalau masa darurat yang keempat ini bagi daerah Tokyo akan diberlakukan mulai dari hari Senin sampai tanggal 22 Agustus, dan sekaligus dengan itu dilakukan perpanjangan masa darurat pada prefektur Okinawa yang juga sampai tanggal 22 Agustus. Masa darurat itu juga akan mencakup durasi Olimpiade Tokyo yang berjalan dari 21 Juli sampai 8 Agustus.