Dahulu manga Ghost in the Shell karangan Masamune Shirow berjalan lambat dalam menanjak tangga kepopuleran. Meski begitu, The Matrix pernah mengambil franchise asal Jepang ini sebagai sumber inspirasi utama dalam proses pembuatan filmnya. Kini, setelah diadaptasi menjadi serial anime yang dicipta oleh Production I.G, Ghost in the Shell mulai menggeliat popularitasnya dan dilihat publik lokal, bahkan mencakup mancanegara. Kemudian dalam rentang waktu beberapa tahun, Hollywood tertarik mengadopsinya sebagai film live-action dengan menjadikan Scarlett Johansson sebagai tokoh utama Ghost in the Shell.

Sesudah dirilik Hollywood, kepopuleran Ghost in the Shell meroket kembali. Banyak orang mengetahui tentang franchise asal Negeri Bunga Sakura satu ini. Walau pihak produksi versi live-action, DreamWorks, mendapat pujian berkat kualitas film yang dihasilkan terbilang lumayan bagus. Namun nyatanya, Ghost in the Shell versi anime terkatakan lebih bisa menyita perhatian para penggemar. Oleh karenanya, di bawah ini Akiba Nation sajikan ulasan fakta unik mengenai tokoh utama Ghost in the Shell yang digadang-gadang menjadi alasan pertama mengapa disukai penikmatnya. Cekidot, Minna! 😀

1. Motoko Kusanagi Itu LGBT

Tokoh utama Ghost in the Shell.

Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian pastinya tahu, bahwa tokoh utama Ghost in the Shell bernama Motoko Kusanagi. Gadis ini diceritakan sebagai seorang yang kelak akan menjadi cyborg atau manusia setengah robot. Namun lucunya, ada beberapa panel dalam manga yang menggambarkan Motoko tengah berfantasi melakukan hubungan intim dengan sesama wanita. Di versi anime-nya, ada adegan dari The Major (sebutan lain Motoko) sedang berbaring nyaris telanjang di atas tempat tidur bersama dua wanita pelayan berpakaian seksi.

Entah apa yang dipikirkan Masamune Shirow kala itu, namun publik berpendapat bahwa adegan tersebut hanyalah lelucon belaka. Meski begitu, berbagai praduga telah muncul di kalangan para penggemar. Banyak dari mereka berpendapat bahwa Motoko Kusanagi sebenarnya sosok Lesbian. Perdebatan tentang apakah benar karakter The Major itu LGBT terus berlanjut hingga sekarang. Sebagian menyetujui, sebagian memilih tidak. Pro dan kontra datang dari berbagai kalangan menanggapi fenomena ini. Kalau Minasan sendiri setuju atau tidak, nih? 😀

2. ‘Echi’ di Balik Fiksi Ilmiah

Isi manga Ghost in the Shell sebenarnya tidak terlalu berat dan terbilang cukup ringan untuk dinikmati. Ketimbang versi live-action yang sudah dirombak habis-habisan, serial manga keluaran Penerbit Kodansha ini lebih banyak terselip bumbu-bumbu yang membuat pembaca jadi bahagia. Salah satu bumbu yang dimaksud adalah adegan ‘echi’. Seiring bergulirnya cerita, banyak sekali adegan vulgar yang dipertontonkan. Dalam versi anime-nya juga begitu, selalu ada aksi dari para tokohnya yang membangkitkan gairah. Padahal, secara garis besar tema yang diusung yakni ‘sains fiction’ atau fiksi ilmiah.

3. Arti Judul

Jika Akiba-chan dan Akiba-kei perhatikan judulnya, maka akan ada kata ‘Ghost’ di sana. ‘Ghost’ secara harfiah dapat diartikan sebagai ‘hantu’. Namun sesungguhnya, dalam animanga Ghost in the Shell tidak ada kaitannya sama sekali dengan makhluk supranatural. Arti kata ‘Ghost’ di sini malah mengarah kepada kesadaran yang dimiliki oleh seseorang. Perihal tersebut berkaitan erat dengan entitas kehidupan yang mana diceritakan bahwa manusia, cyborg, dan robot dapat hidup berdampingan dengan damai. Bagaimana pun, ‘Ghost’ di sini punya sinonim dengan spirit atau jiwa.

4. Tokoh Utama Bunglon

Tokoh utama Ghost in the Shell.

Bukan sungguhan bunglon hewan yang bermata besar dan dapat berubah warna lho, ya, Minna! Akan tetapi ini hanya pribahasa semata. Mengingat, tokoh utama Ghost in the Shell sering memiliki perbedaan pada tampilan fisiknya di tiap seri tertentu. Para penggemar yang setia mengikuti perjalanan panjang franchise satu ini pasti mengetahui fakta tersebut. Oleh sebab itu, Motoko Kusanagi atau The Major sering disebut bunglon. Ia selalu mendapat penambahan pada tampilan fisiknya, seperti kontur wajah, sudut mata, pipi, atau mulut. Ukuran tubuhnya juga sering berubah.

Baca juga: Wah, 7 Fakta Ghost in the Shell Ini Menjadi Perbincangan Penonton!

5. Lebih dari Satu Prekuel

Tokoh utama Ghost in the Shell.

Prekuel adalah istilah yang dipakai untuk menyebut karya sastra, komik, atau animasi dan media hiburan lainnya yang bersetting waktu di masa lampau sebelum cerita utama. Beberapa prekuel sering kali berkisah tentang kilas balik tokoh utama ketika masih muda, seperti kehidupan kanak-kanak atau remaja. Dan ya, Ghost in the Shell: Arise juga sebuah prekuel yang berkisah mengenai masa muda Motoko Kusanagi sebagai seorang agen rahasia untuk Organisasi 501. Selain prekuel Arise, ada beberapa prekuel lainnya, salah satunya adalah Ghost in the Shell: Stand Alone Complex yang bercerita tentang kehidupan The Major bersama orangtuanya.

6. Ghost In the Shell: Solid State Society Menjadi Kisah Paling Terbaru

Anime Ghost in the Shell: Arise memang menjadi serial terbaru. Namun, secara alur waktu, Ghost In the Shell: Solid State Society malah menggambarkan kisah paling terbaru dari karakter The Major. Seluruh anggota Section 9 juga bakal diceritakan lumayan lengkap dalam seri kekinian tersebut. Para tokoh yang terlibat di seri sebelumnya diketahui akan muncul dalam Ghost in the Shell: Solid State Society. Oh iya, urutan perilisannya sendiri menempati jajaran setelah musim kedua Stand Alone Complex berhasil menghibur para penonton lebih awal. Minasan wajib menonton seri yang satu ini karena disebut-sebut sebagai sekuel penutup.

7. Cyborg yang Sempurna

Motoko Kusanagi terbilang cukup menawan untuk seukuran wanita yang sebagian tubuhnya terdiri dari logam. Meski merupakan cyborg atau manusia setengah robot, Motoko memiliki pergerakan yang tidak kalah gesit dengan manusia pada umumnya. Ia bisa menghindari berbagai rintangan yang ditemui, serangan dari lawan, bahkan melakukan atraksi seperti berguling, melompat, dan salto. Walau harus menyesuaikan terlebih dahulu dengan tubuh robot, The Major cukup genius untuk menguasai penyesuaian tersebut dengan waktu yang lumayan singkat. Hal ini menjadikan Motoko Kusanagi digadang sebagai ‘cyborg yang sempurna’.

8. Punya Lebih dari Satu Nama

Tokoh utama Ghost in the Shell.

Tokoh utama Ghost in the Shell diketahui mempunyai lebih dari satu nama. Selain nama asli pemberian orangtua, ia juga mendapat kode agen, julukan publik, dan nama panggilan dari teman-teman. Namun, sebutan yang lebih terkenal untuknya adalah The Major. Sebutan ini didapatkannya karena beraksi sebagai agen sentral yang sangat berpengaruh terhadap musuh, suasana politik, agen lawan, instansi tempatnya mengabdi, dan rekan kerja. Lepas dari itu semua, titel The Major juga didapatkannya dari berbagai alasan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here