Setiap orang memiliki gejolak gairahnya masing-masing, terutama kaum pria. Seiring dengan bertambahnya usia serta pertumbuhan tubuh yang termasuk bagian reproduksi di dalamnya, maka seorang pria akan memasuki fase puncak peningkatan hormon. Sebagian dari hormon tersebut mengakibatkan dorongan seksual yang tidak tertahankan. Dan untuk mengatasi tekanan tersebut, remaja laki-laki yang sedang berada di tahap pertumbuhan akan menyalurkan gairahnya. Banyak cara dilakukan oleh mereka, salah satunya adalah mengonsumsi konten pornografi seperti JAV.

JAV adalah singkatan dari Japanese Adult Video. Yakni sebuah kanal dari AV (Adult Video) yang diproduksi di Jepang. JAV lebih dikenal publik daripada kanal AV produksi negara lain, seperti Cina, Korea, dan Amerika. Pasalnya, Jepang merupakan negara ‘rumah produksi’ paling terdepan bagi konten pornografi. Di sana banyak ditemukan tempat-tempat untuk melakukan kegiatan seksual, penyewaan jasa untuk kepuasan batin, dan hal-hal yang masih tabu di Indonesia. Nah, perlu Akiba-chan dan Akiba-kei sekalian ketahui, JAV juga menempati urutan teratas situs porno yang sering dikunjungi oleh masyarakat Indonesia.

Sebuah fakta yang ironis bahwa banyak dari masyarakat Nusantara kita ini yang kecanduan nonton JAV. Padahal, berdasarkan disiplin ilmu medis dan psikologi, terlalu sering menonton video porno dapat mengakibatkan segudang akibat buruk. Maka dari itu, Akiba Nation sajikan dampak-dampak buruk yang dapat terjadi bila Mina-san terlalu keseringan nonton JAV atau konten pornografi! Apa saja kiranya? Yuk, disimak selengkapnya di bawah ini. 🙂

1. Boros Uang, Pulsa, dan Kuota Internet

1
Celengan Minna-san nanti kayak gini.

Yup, inilah dampak jelek yang pertama dan benar-benar merugikan Minna-san! Karena bagi yang kecanduan nonton ‘Blue Film’, apa pun akan dikorbankan demi bisa menuntaskan hasratnya. Termasuk mengorbankan uang, pulsa, dan kuota internet. Minna-san tentu bisa dipastikan jadi pribadi yang boros dalam ketiga hal di atas.

Bagaimana tidak? Toh, kenyataannya Minna-san akan mempergunakan uang untuk membeli benda-benda yang berkaitan dengan konten seksual. Selanjutnya pulsa dipakai untuk menghubungi jasa telepon seks. Kemudian, yang biasa para pria lakukan di kamarnya bersama ponsel pintar atau laptop/komputernya, mengunduh dan streaming video JAV.

Jika ada pertanyaan begini, “Apa yang lebih cepat dari kilat dalam menguras kantongmu?” Maka jawabannya, “Langganan video JAV”. Maka saatnya untuk kamu mengurangi kegiatan kurang bermanfaat satu ini, hingga akhirnya bisa meninggalkan sepenuhnya.

2. Mubazir Waktu

Waduh, Gan, kenapa jamnya dimasukkin tempat sampah?

Kamu-kamu yang kecanduan nonton JAV dan adult video lainnya, tentu selalu tergoda untuk menontonnya lagi, lagi, dan lagi. Setelah selesai satu video, maka kamu akan menyetel video satunya. Selesai, dicari yang belum ditonton, diunduh atau streaming, habis durasi, dicari kemudian yang belum ditonton. Begitu saja terus, sampai bumi kita ini diserang Titan dan diselamatkan oleh para Sailor Moon!

Yah, memang begitulah dampak nonton video porno yang kedua. Setelah boros uang, pulsa, dan kuota internet, Minna-san akan memubazirkan waktu dengan rasa tanpa bersalah. Padahal, waktu bisa memenggal kepala Minna-san, lho. Deadline tugas akan semakin dekat, pekerjaan terbengkalai, atau hal-hal yang kita ingin pelajari pun tidak pernah tercapai. Itu dikarenakan kita sibuk melakukan hal tidak terlalu penting!

Baca juga:Webtoon “We Are Pharmacists” Bertabur Mahasiswa yg Tampan dan Cantik!

3. Gagal Fokus

Kok jadi berkunang-kunang, ya?

Selain bikin mubazir waktu, berlangganan JAV pula dapat mengakibatkan gagal fokus. Minna-san akan merasa bahwa ‘fokus’ adalah sebuah kondisi yang sangat mahal harganya. Kita akan sangat kesulitan untuk fokus. Pelajaran yang diajarkan di sekolah jadi terlupakan begitu saja, kita susah mengerjakan sesuatu dengan baik, dan pikiran kita inginnya melantur ke mana-mana. Itu dikarenakan konten pornografi yang kita konsumsi sehari-hari mengganggu pola pikir otak. Banyak penelitian membuktikan, bahwa video porno yang ditonton secara berkala dapat mengakibatkan seseorang mengalami fantasi seksual secara berlebih dan berakhir dengan kegagalan fokus.

4. Mudah Lelah

Kenapa Oom gampang capek, sih?

Minna-san bisa membedakan dengan baik mana remaja laki-laki yang suka menonton video porno dan mana yang tidak. Hal tersebut terlihat jelas dari daya tahan fisiknya. Seseorang yang acap kali melakukan aktivitas seksual bisa dipastikan lebih cepat merada lelah ketimbang yang tidak terlalu sering. Itu dikarenakan proses menjelang orgasme mengakibatkan banyak protein dan berbagai zat kimia dari dalam tubuh terkuras keluar. Butuh waktu untuk menyuplai kembali zat-zat tersebut. Selain itu, mastubasi juga menghabiskan energi seseorang setara dengan lari memutari lapangan bola sebanyak 3-10 kali putaran. Tergantung rentang waktu yang dipakai.

5. Kualitas Sperma Menurun, Impoten, Hingga Mandul

Hayoo lho! Masih mau nonton bokep?

Akiba-kei sekalian dianjurkan jangan keseringan menonton JAV, ya. Dikarenakan, selain dapat berdampak tiga hal buruk di atas, Minna-san juga bisa terkena dampak-dampak gangguan medis seperti yang tercantum di nomor 5 ini. Betul sekali, setelah mendapat rangsangan visual dari konten pornografi, libido seseorang akan meningkat drastis dan berakhir dengan masturbasi. Nah, terlalu sering melakukan masturbasi dapat mengakibatkan kualitas sperma menurun, impoten, hingga ancaman besar seperti mandul. Kita harus mengurangi kegiatan nonton ‘Blue Film’. Dengan begitu, maka persentase terkena tiga penyakit tersebut bisa lebih diminimalisir.

6. Melakukan Tindak Asusila

konten pornografi
Dari jeruji besi sampai kehilangan rasa hormat dari teman-teman pun sebagai imbalannya.

Yang keenam ini adalah dampak paling buruk dari nonton JAV serta telah mencapai tahap mengkhawatirkan! Bagaimana bisa dari kecanduan Japanese Adult Video, berubah jadi tindakan kriminalitas seperti asusila? Tentu saja bisa! Seperti yang dijelaskan di atas, orang-orang yang kecanduan video porno besar kemungkinan akan berakhir dengan masturbasi.

Terlalu sering melakukan aktivitas seksual seperti masturbasi bisa membuat pikiran seseorang sensitif terkait konten pornografi. Selain itu, rasa malu juga akan berkurang dan lebih mudah terangsang. Maka, fakta bahwa seseorang yang kecanduan konten pornografi akan melakukan tindakan asusila memang tidak bisa dibantah.

Nah, begitulah 6 dampak buruk dari konsumsi berlebihan terhadap konten pornografi. Kita semua sebaiknya mengurangi segala hal terkait kegiatan seksual, agar terhindar dari dampak-dampak buruk di atas. Katakan ‘no’ untuk konten pornografi, dan ‘yes’ untuk membaca artikel Akiba Nation. 😀

SHARE
Previous articleGabriel Dropout: Kumpulan Malaikat Moe yg Bikin Kepala Pusing
Next articleGak Kelar-Kelar, Natsume Yuujinchou Season 6 Siap Digarap!
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.