Semua pecinta anime ataupun manga pasti selalu bertemu dengan pertanyaan-pertanyaan seperti: “Apa asiknya sih nonton begituan?”, “Yaelah, gambar-gambar gak jelas aja ditonton”, “Udah gede masih aja nonton begituan”, “Heran gua, nonton begituan aja ampe pada nangis-nangis” dan sejenisnya. Biasanya pertanyaan-pertanyaan itu terlontar dari keluarga, sahabat, teman dekat, atau paling parah para haters-nya anime. Sebagai seorang animelovers tentu kita akan berusaha mati-matian menjelaskan betapa kerennya ‘anime’ itu. dan memang sudah wajar jika orang-orang tidak mengerti apa yang kita jelaskan, karena menyukai sesuatu tidaklah mudah. Perlu waktu untuk menyukai suatu hal, jadi sabar saja ya jika ada orang yang mengejek kamu tentang anime yang kamu tonton.

Tapi tulisan ini tidak berlaku bila kita berpikiran masa bodo dengan orang-orang yang mau berbicara jelek tentang anime, toh mereka tidak mengerti apa-apa, jadi biarlah orang berkata apa~ kemudian kita hanya menjawab, “anime tuh seru tau!!” tanpa penjelasan.

Sebenarnya semuanya akan berhasil jika sudah ada chemistry, kecocokan antara anime dan lovers-nya. Jadi, usahakan agar teman-teman kita ikut menonton juga animenya. Dan baiklah, ini beberapa tips jawaban saat kamu ditanya (atau lebih tepatnya diejek) kenapa tergila-gila sama anime:

Watching

  • “Ayo ikut nonton, gua gak bisa jelasin kalo lu gak nonton dulu”. Ini jawaban ‘cari aman’ untuk animelovers yang susah atau malas menjelaskan pertanyaan sejenis di atas. Dengan mengajak menontonnya terlebih dahulu, dia akan tahu bagaimana jalannya cerita dan kalau bisa kalian juga menjelaskan bagian-bagian serunya, dan terutama pesan moralnya. Jadi tidak perlu banyak cincong untuk menjelaskannya. Salah satu teman saya yang tadinya tidak suka anime, suka film yang penuh darah-darah, gore, lalu saya taruh saja di flashdisknya anime Shingeki no Kyojin. Pada akhirnya dia menonton SNK khatam dalam waktu semalam.

fantasy-anime-for_939663

  • “Di anime itu daya imajinasinya tinggi, bagus loh buat otak”. Atau kalau kalian sudah kesal dengan ejekan mereka, bisa ditambah, “mungkin daya imajinasi kalian beda dengan daya imajinasi gua” (tapi jangan deh ya, kesannya terlalu kasar). Memang benar adanya, anime mempunyai daya imajinasi yang tinggi, para mangaka hebatlah yang membuatnya. Membuat cerita sedemikian bagusnya dalam kemasan anime. Ditambah lagi dengan menggambar karakter beserta lainnya sangatlah membutuhkan banyak pemikiran. Kalau di film, karakter bisa dicari lewat aktor dan aktris, setting latar bisa dicari. Namun di anime butuh pemikiran lagi untuk (benar-benar) menggambarkan semuanya, setting latar, wujud si karakter beserta dubber yang sesuai.

shirobakoofficial

  • “Membuat anime itu sulit, jadi belajarlah menghargai hasil karya orang lain”. Ini berlaku pada semua karya. Semuanya pasti ada proses panjangnya. Kasih anime bakuman kalau dia tidak percaya. Dan hati-hati juga dengan jawaban ini karena berarti kamu juga harus konsisten dengan ucapanmu. Jangan menjelek-jelekkan sesuatu tanpa kamu cari tahu dulu asal-usulnya. Tiap sesuatunya itu ada positif dan negatifnya. So, jangan mengejek hanya karena melihat luarnya tanpa mengetahui prosesnya.

OP

  • “Banyak pelajaran, pesan moral, hikmah (dan apalah itu sejenisnya) di dalam anime”. Jika kamu sudah berkata seperti ini, teruskan penjelasannya. Usahakan dengan bahasa yang sopan karena yang namanya pesan moral adalah sesuatu yang baik. Berilah contoh, misalnya kamu lagi nonton one piece, “di one piece diajarin tentang menghargai perbedaan ras loh (episode luffy di beri donor darah oleh jinbei), kepemimpinan (episode Arabasta, ceritakan perjuangan Vivi), kepedihan di masa lalu yang akan mendewasakan seseorang (ceritakan semua masa kecil kru topi jerami), dll”. Poin pesan moral ini akan ada pembahasannya sendiri di artikel berikutnya, tunggu saja yaa.

Nozaki-kun - 08 -5

  • “Yaa.. namanya juga hobi, Sob, lu juga suka sama K-pop kan? Tapi gua biasa aja (gak mengejek) walau gak suka”. Sebelumnya, yang suka K-pop jangan marah dulu, ini hanya contoh karena haters-nya K-pop juga banyak, sekali lagi ini hanya contoh ya (aslinya saya juga suka K-pop, kok. Berasa senasib aja anime dan K-pop banyak hatersnya). Nah, untuk jawaban ini, kamu tinggal balikin lagi apa hobi si pengejek yang kamu gak suka banget, tapi inget, jangan balik ngejek juga ya… jangan biasakan balas dendam.

beda hobi

  • “Selera orang berbeda-beda, Bro…” ini adalah jawaban singkat jika memang si pengajak susah bersatu dengan kita, bawaannya maunya ngejeeeeek terus. Berkaitan juga sih dengan poin sebelumnya, karena hobi menentukan selera, maka jika beda hobi otomatis beda selera juga.

Jika dalam poin-poin di atas belum bisa mengubah ejekan-ejekan mereka, percayalah, dimanapun kapanpun apapun itu pasti ada saja yang tidak suka. Jadi jangan paksa mereka untuk menyukai anime. So, sabar saja yaa… ini jawabanku, apa jawabanmu? Semoga tulisan ini bermanfaat.