Tidak Perlu Kertas, Aka Manto!

Jepang dengan segala kemajuan teknologi serta kehidupan urbannya juga memiliki legenda urban yang terkenal. Kali ini kita akan membahas mengenai salah satu hantu toilet yang terkenal, yaitu Aka Manto.

Kata ‘Aka Manto’ berasal dua buah akar kata, yaitu Aka (赤) yang berarti ‘merah’ dan マント (dari ‘mantoru マントル’) yang berarti mantel. Sesuai dengan namanya, Aka Manto digosipkan mengenakan jubah merah serta masker dalam melakukan aksinya. Konon, ketika Ia masih di dunia (“ketika masih hidup”) adalah seorang remaja laki-laki yang mempunyai banyak pengagum dan ia selalu dibuntuti oleh mereka. Oleh karena itu, ia menutupi identitasnya dengan jubah merah dan topeng.

Aka Manto mengincar korbannya di tempatnya bersemayam, yaitu di lingkungan toilet. Pada bilik terakhir seringkali terdengar suara misterius yang bertanya pada ‘calon’ korbannya.

“Mau kertas merah atau biru?”

Tidaklah aman untuk menjawab. Sebab jika korban menjawab warna merah, maka si Aka Manto akan menggorok leher korbannya hingga bersimbah darah merah. Dan apabila korban menjawab warna biru, maka ia akan mencekik korbannya hingga wajahnya membiru.

Teror Aka Manto telah menjadi legenda urban masyarakat Jepang. Banyak cerita mengenai ia telah diadaptasi menjadi sebuah cerita dalam novel, manga maupun anime.

prm151

Aka Manto menebar teror

 Apabila korban menjawab warna lain selain merah dan biru, maka ia akan menyeret korbannya ke neraka melewati lubang kakus.

Lalu, bagaimana cara yang paling aman untuk menghindari kutukannya ini?

Katakan saja, “Tidak perlu kertas!’