Dunia membaca selalu mengasyikkan bagi siapa pun. Tidak hanya untuk anak-anak, tetapi juga bagi para remaja dan orang dewasa. Berbagai jenis bacaan begitu kompleks menarik minat banyak orang. Mulai dari cergam (cerita bergambar), cerpen (cerita pendek), novel hingga komik sangat digemari dan memanjakan para pembacanya. Ada yang ditulis oleh penulis lokal, ada juga yang ditulis oleh penulis luar alias terjemahan. Tetapi terlepas dari itu semua, terkadang ada buku-buku yang dilarang keras beredar. Hal tersebut dikarenakan isi kandungannya yang tidak relevan dengan peraturan yang ada.

Berhubung setiap negara memiliki peraturan dan hukumnya masing-masing, terhitung banyak judul bacaan yang beberapa bagiannya disensor ketika terbit di negara tersebut. Biasanya dilakukan tindakan-tindakan tertentu sebelum dipasarkan. Seperti membuat blur bagian intim tubuh tokoh, mengubah dialog yang terasa tidak baik, sampai pemotongan adegan.

Penyensoran terhadap karya-karya itu sendiri terkadang mendapat kecaman dari para penggemarnya. Karena ada beberapa penyensoran yang dinilai berlebihan sehingga menghilangkan orisinilitas cerita dan bacaan dirasa menjadi kurang seru. Tetapi peraturan adalah peraturan, tidak bisa ditawar-tawar. Meski itu karya terkenal sekali pun, tetap dilakukan tahapan hukum ini.

Diambil dari banyak sumber terpercaya, maka Akiba Nation sajikan untuk pembaca semua di rumah, berikut adalah 4 manga (komik Jepang) yang dilarang keras beredar di beberapa negara beserta alasannya. Check it out!

1. Dragon Ball – Amerika Serikat

1-dragon-ballDragon Ball memang sangat populer dan mendunia. Di Indonesia, Dragon Ball mendapat banyak fans dan rating yang cukup tinggi. Komiknya laris manis, termasuk tayangan animasinya di salah satu stasiun televisi swasta. Namun siapa sangka, kepopuleran Dragon Ball justru kurang disambut hangat di Negeri Paman Sam. Tepatnya di salah satu sekolah dasar umum daerah Wicomico, Maryland.

Anggota dewan daerah tersebut menarik perederan manga berjenis laga-komedi tersebut dari sekolah dasar dan sekolah menengah di Maryland pada tahun 2009 silam. Salah satu alasannya adalah banyaknya ‘konten seksual’, termasuk adegan yang melibatkan ketelanjangan dan kontak seksual. Hal ini merujuk karena Dragon Ball mempunyai tokoh cerita yang sering ‘telanjang dada’ dan memakai bikini seksi.

Selain itu, pada tahun 1999, salah satu orangtua permah membeli manga Dragon Ball Z untuk anaknya yang masih berusia empat tahun. Setelah dibaca olehnya terlebih dahulu, ia pun menggambarkan manga tersebut sebagai ‘pornografi berwajah halus’ dan memberi masukan yang negatif. Sehingga pemerintah akhirnya menarik seri berikut dari Dragon Ball Z dari semua toko di Amerika Serikat dan mencantumi cap dilarang keras beredar. Penerbit pun mulai gencar menyensor konten tidak senonoh di dalam manga lainnya setelah insiden itu.

2. Pokemon – Arab Saudi

2-pokemon

Pokemon terbilang cukup masyhur di banyak negara. Terlebih lagi setelah game terbaru Pokemon yang dirilis oleh developer Niantic yakni Pokemon Go, membuat nama Pokemon semakin terkenal. Para remaja yang hobi bermain game di gadget hampir semuanya memainkan game satu ini. Dikarenakan Pokemon Go menggunakan sistem terbaru yang mengharuskan para pemainnya bergerak dari satu tempat ke tempat lain.

Namun, sebuah alasan mengharuskan Pokemon masuk black-list di Negeri Padang Pasir. Alasan tersebut adalah karena Pokemon dinilai bertentangan dengan budaya Arab Saudi. Beberapa tahun lalu, tepatnya pada tahun 2001 silam, manga-manga Pokemon ditarik. Pihak pemerintah melarang penerbitannya terhadap manga Pokemon karena telah mencontohkan tindakan tidak baik kepada hewan dan mengandung simbol-simbol berbau SARA.

Pada saat larangan tersebut muncul, dunia memang sedang tergila-gila pada Pokemon yang turut menuai kritik dari beragam kelompok di Meksiko dan Amerika Serikat. Kartu permainan Pokemon yang sangat populer pun diklaim sebagai salah satu promosi perjudian. Sehingga beberapa franchise dari Pokemon dilarang keras beredar di Arab Saudi.

Ayo tambah pengetahuan gaming! Baca: Kelam, Beginilah Sejarah Final Fantasy yang Lahir dari Keputusasaan Developer.

3. Death Note – Tiongkok

3-death-noteTema pembunuhan secara supranatural dalam manga Death Note ternyata menjadi sorotan tajam di Tiongkok. Pemerintah Beijing menganggap metode yang digunakan karakter Light Yagami untuk membunuh penjahat dalam manga ini merupakan tindakan yang tidak baik. Pemerintah setempat menilai Death Note sebagai manga dengan konsep menganggu keadaan psikologi (kejiwaan) para pembacanya. Mereka mencatumkan Death Note serta cerita-cerita horor lain sebagai bacaan yang dilarang keras beredar untuk melindungi kesehatan mental masyarakat.

Manga ini menarik perhatian setelah buku catatan kematian dalam manga Death Note disensor di daerah Shenyang. Banyak adegan yang menyangkut buku catatan kematian tersebut juga ditemukan di seluruh Amerika Serikat sewaktu manga ini berada di puncak popularitas. Tidak hanya di Shenyang, tetapi pihak orangtua di New Mexico juga berusaha untuk melarang karya ini diadakan di distrik sekolah setempat. Namun sayangnya permohonan itu ditolak. Para orang orangtua di Rusia juga membuat permintaan serupa kepada Vladmir Putin.

4. Ultraman: The Ultra Power – Malaysia

4-ultramanMalaysia melarang penerbitan manga Ultraman: The Ultra Power pada tahun lalu. Mereka menilai karya terkenal tersebut berisi SARA dan rentan memicu konflik antar penganut agama. Pihak berwenang di negara tersebut menganggap adegan perbandingan Ultraman dengan Tuhan yang ada dalam cerita kurang sesuai dengan budaya mereka. Hal itu dikatakan kurang baik dan menganggu kesehatan pikir para penganut agama.

Departemen Kementerian Dalam Negeri Malaysia menyatakan bahwa Ultraman diidolakan oleh banyak anak-anak dan membanding-bandingkannya dengan Sang Pencipta akan membingungkan pemeluk agama. Diketahui, bagi siapa saja yang menyimpan salinan manga tersebut setelah keluarnya perintah penarikan karya, entah untuk dibaca sendiri atau diperjual-belikan, akan dituntut tiga tahun penjara atau didenda sekitar Rp 79,2 juta.

Nah itulah 4 manga yang dilarang keras beredar di beberapa negara. Bagaimana pun setiap wilayah memiliki peraturannya masing-masing dan harus ditaati oleh para penduduknya. Peraturan pemerintah dibuat untuk melindungi, mencipta rasa aman dan kenyamanan, serta suasana kondusif yang lebih nyata. Kita sebagai warga negara yang baik seharusnya mengerti akan hal satu ini. Berusaha menaati segala peraturan yang berlaku. Apalagi para penegak hukum, seharusnya menjadi teladan yang profesional bagi para sipil. Bukan malah sebaliknya, mengabaikan peraturan tersebut. Bertingkah seolah tidak punya rasa malu. 🙂

SHARE
Previous articleSquare Enix Melancarkan Serangan Game Trailer TGS
Next article10 Aktor Paling Dimaafkan Bila Berselingkuh Versi Orang Jepang
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.