Selingkuh atau kini bahasa gaulnya “nikung” bukan satu yang tabu untuk telinga. Marak sekali terjadi dibelahan bumi manapun dan bisa menimpa siapapun. Tak terkecuali para orang jepang yang pada dasarnya juga sama-sama manusia, sama-sama punya hati dan hidup berpasangan. Setiap orang memiliki alasan atau alibi tersendiri kenapa bisa sampai melakukan “tikungan”, entah itu yang smooth atu tajam 😀 Orang jepang juga demikian. Coba simak artikel ini sampai habis, kalian akan menemukan kejujuran yang tak terduga tentang tanggapan mereka mengenai perselingkuhan. *yang jomlo skip, eh, boleh baca juga kok, bisa jadi pertimbangan kalau pengen punya pasangan orang jepang* 😀

Baru-baru ini, channel kece Asian Boss mengadakan sebuah survey dadakan dengan bertanya mengenai “perselingkuhan” secara random pada setiap orang yang mereka temui di jalanan Jepang. Dan jawaban mengejutkan dapat kalian lihat disini.

Dari interview singkat di jalanan tersebut, semua responden mengatakan hampir 70% cowok dan 50% cewek di jepang pernah selingkuh. Bahkan pernyataan ini didukung oleh mereka yang juga secara terang-terangan mengakui pernah melakukan hal tersebut terhadap pasangannya. Tetapi dari sisi cewek maupun cowok memiliki alasan tersendiri kenapa mereka memilih selingkuh. Kebanyakan cewek jepang selingkuh karena sudah merasa tidak cocok, atau tidak dihargai lagi. Atau bahkan mereka selingkuh karena pernah diselingkuhi, jadi semacam balas dendam gitu. Berbeda dengan cowok, yang mengatakan bahwa mereka selingkuh secara kontak fisik yang kebanyakan hanya berlangsung tidak dalam jangka waktu panjang (cuma buat have fun).

S1

Lalu saat ditanya bagaiman bila pasangan mereka memergoki perselingkuhan tersebut? Jawaban cewek jepang disini mungkin hampir sama seperti cewek diseluruh dunia “kita udah nggak cocok, mau gimana lagi”, “kamu bosenin” atau bahkan senjata andalan “ya kalau aku selingkuh itu salahmu, coba ingat ingat salahmu blablabla”. Sedangkan jawaban cowok sebaliknya, hanya ada satu “nggak ingat, saat itu aku mabuk” (menyalahkan sake dan kemabukan wkwkwk)

Menurut cewek maupun cowok jepang, kategori tindakan yang dapat masuk dalam zona selingkuh adalah disaat mereka menaruh perasaan pada orang lain selain pasangannya, atau berkontak fisik dengan melibatkan perasaan pada orang lain meskipun sesaat. Itu sebabnya kebanyakan dari mereka sepakat bahwa pergi ke tempat prostitusi, rumah bordil, atau kencan dengan pekerja seks komersial bukan termasuk kategori “selingkuh”. Selingkuh bukan sesuatu yang instant dan hanya mengedepankan kepuasan fisik bagi mereka, tetapi selingkuh lebih mengarah kepada kepuasan hati dan perasaan. Jadi, kalau mau kencan sebentar sama wanita malam ya sah-sah aja. Alasannya lagi, kan mereka membayar wanita tersebut, tidak secara sukarela keluar.

Wah wah begitu toh ternyata 😀

ttt

Lanjut mengenai bagaimana tanggapan mereka bila pasangannya nikung, kebanyakan cewek di jepang mengatakan masih bisa memaafkan. Ya alasannya karena mostly, cowok disana selingkuh secara nggak sadar. Alasan lainnya apabila sudah menikah, baik cewek maupun cowok cenderung ingin mempertahankan rumah tangga sehingga lebih baik menyelesaikannya secara damai ketimbang cerai.

S2

Tetapi untuk cowok apabila ceweknya yang nikung masih berstatus pacar, biasanya bakalan diputus. Mereka beranggapan saat terjadi perselingkuhan keadaan tidak lagi sama, perasaan pasti sudah berpindah ke lain hati meskipun sudah menjadi istri. Iya sih, kan cewek jepang nikung berdasarkan hati ya bukan karna khilaf. Maka dari itu saat sudah menikah cowok jepang cenderung sangat memegang teguh komitmen berumah tangga. Istilah kasarnya, nggak lagi se-playboy saat masih bujang. 😀

S3

Meskipun logika diatas masuk akal sih tetapi sebenernya yang membuat cewek jepang lebih memilih untuk memaafkan ketimbang berpisah atau cowok jepang lebih memilih berpisah ketimbang memaafkan adalah masih kuatnya anggapan masyarakat kalau laki-laki lebih berhak/berkuasa memilih. Nggak adil sih ya kalo dipikir-pikir. Sifat superior laki-laki masih sangat dominan ketimbang wanita, meskipun udah pake senjata “cewek selalu benar, cowok selalu salah” Hahaha. Hukum alam itu tidak begitu berlaku di jepang.

Jadi hati-hati aja kalau kesengsem sama orang jepang ya, hahaha. Simak video nya dibawah ini biar lebih jelas :