Berwisata kuliner adalah salah satu aktivitas yang paling menyenangkan. Entah itu di dalam ranah lokal tanah air sendiri, atau pun di negara luar, seperti Jepang contohnya. Setelah melakukan perjalanan yang cukup jauh, menikmati pemandangan yang begitu luar biasa indah, kemudian merasa lapar namun sedang tidak ingin makan berat, maka cemilan pun menjadi pilihan terbaik. Sembari mengenal sudut-sudut dari tempat yang dikunjungi, kita bisa mencari minimarket terdekat dengan berjalan kaki. Pastinya di teralis besi minimarket tersebut tersedia banyak fastfood, mulai dari hasil olahan tradisional hingga produksi mesin canggih. Nah, yang menjadi pertanyaan banyak orang di Indonesia, dimana umat muslim yang paling dominan, yakni tentang halal atau tidaknya makanan yang hendak dimakan. Pasti susah sekali rasanya memilih makanan yang halal di negeri orang bukan? Apalagi tulisannya berbeda, seperti di Jepang yang memakai kanji, hiragana, atau katakana. Di sana juga dominannya makanan menggunakan bahan yang haram hukumnya dalam islam, seperti minyak babi dan alkohol. Lalu bagaimana solusi terbaik yang dapat dilakukan?

Tidak usah risau, pada kesempatan kali ini Penulis memberikan daftar makanan ringan di Jepang yang sudah terbukti halal, tidak memakai bahan yang dilarang agama dalam bahan pembuatannya. Apa saja itu? Silahkan simak ulasannya berikut ini! 🙂

 

  1. Okaki Halal di Asakusa

Capt. Penampakan Okaki yg Terlihat Sgt Menggiurkan

Asakusa menjadi destinasi wisata tak terlewatkan saat mengunjungi Tokyo. Area ini juga populer dengan banyaknya restoran halal yang dapat disinggahi oleh wisatawan muslim. Salah satunya adalah Hyobando yang berada tepat di belakang Asakusa Kamanarimon. Hyobando menjual okaki halal yang digoreng dengan minyak sayur dan tentunya bebas dari daging babi juga alkohol. Dengan rasa yang lezat serta bau yang menggiurkan, santapan tergolong ringan satu ini paling banyak diminati para pelancong muslim, termasuk salah satunya dari Indonesia. Okaki juga kadang mempunyai banyak varian, seperti menambahkan rasa-rasa tertentu di dalamnya. Itu dilakukan demi menambah pengalaman wisata kuliner yang dijalani oleh para traveller semua. Jadi, sebaiknya Minna-san coba ke sini saja jika hendak berlibur di Jepang, sekalian icip-icip Okaki halal.

 

  1. Yatsuhashii

Capt. Sebuah Yatsuhashii yg Siap Menggoyang LidahIni nih snack khas Tokyo yang bisa dicicipi oleh wisatawan muslim. Terbuat dari gula, cinnamon, dan tepung beras, Yatsuhashi bisa dinikmati oleh banyak kalangan. Dari anak-anak, orang dewasa, hingga para manula, semuanya dapat merasai cemilan satu ini. Uniknya, Yatsuhashi dapat dinikmati dalam dua cara yaitu mentah dan matang. Yatsuhashi sendiri memiliki tektur yang lembut, bentuk sederhana dan rasa yang lezat. Sedangkan dalam bentuk panggang, Yatsuhashi terasa manis dan crispy layaknya senbei. Minna-san bisa nih menjadikan Yatsuhashi panggang masuk dalam daftar makanan yang akan dicoba. Sekalian bawa juga sebagai oleh-oleh untuk kerabat di tanah air ya. Pasti mereka bakalan senang!

 

  1. Soba-boro Cookie

 

Capt.(Kiri) Soba-boro, (Kanan) Bungkusnya

Pecinta cookies mana suaranya? Ada lagi nih snack halal yang bisa banget untuk dicoba, namanya Soba-boro Cookie. Perpaduan antara tepung soba dan gula menghasilkan cookie super crunchy! Rasanya yang unik bikin siapa saja ketagihan. Soba-boro Cookie banyak dijual di area Kyoto. Kawasan kota lama itu menjadi penampung terbesar di Jepang untuk penjual Soba-boro Cookie, disajikan oleh kaki lima secara tradisional hingga ala mewah seperti restoran bintang lima. Tetapi hampir sama kok, Soba-boro Cookie tetap itu-itu saja meski berubah bentuk dan rasa. Minna-san yang doyan ngemil patut coba untuk biskuit kue satu ini!

 

  1. Chiffon Cake

Capt. Chiffon Cake yg Lembut Tapi Terasa Renyah

Banyak sekali wisatawan muslim yang kebingungan mencari kue halal selama di Jepang. Meski telah banyak makanan kemasan dengan label halal, masih sedikit lho untuk jenis kue. Dan hadirnya Chiffon Cake halal pun menjadi angin segar bagi para penggemar kue dari Indonesia. Sekarang sudah bisa jajan kue di Jepang deh. Diingat ya, nama kuenya Chiffon Cake. Awas, jangan sampai salah nama!

Oh iya, ngomong-ngomong soal Chiffon Cake, sebuah toko kue yang menjual aneka jenis chiffon berani tampil beda karena menjajakan Chiffon Cake halal, namanya Otaco. Menariknya, mereka hanya menggunakan produk dari dalam negeri dan tentunya tak mengandung alkohol. Sepotong kue seharga 320 yen pun bisa menjadi makan siang yang cukup mengenyangkan. Kalau dikurs ke mata rupiah, kira-kira sekitar Rp 35.000. Cukup murah kan?

  1. Sata Andagi

Capt. Sata Andiga yg Harum Menggugah Selera

Apakah Minna-san telah mengetahui bahwa orang Jepang sangat menyukai donat? Hampir di seluruh penjuru kota, dari kota kuno Kyoto hingga megapolitan seperti Tokyo, kita dapat menjumpai roti yang bolong tengahnya ini. Rasa dari donat yang manis dengan tekstur kenyal bikin siapa saja ketagihan, dijamin termasuk Minna-san deh. Cobain juga untuk mencicipi donat khas Okinawa yang bernama Sata Andagi. Bahan yang digunakan sangatlah sederhana berupa tepung, telur dan gula. Tapi meski terlihat simpel, Sata Andagi pasti akan membuat Minna-san ketagihan. Minna-san yang sudah pernah mencoba cemilan satu ini pasti akan terbawa sampai rumah rasanya, serra tidak sabar untuk mengunjungi Jepang di kesempatan berikutnya. Sisi menarik dari Sata Andagi adalah teksturnya yang crispy di luar, berbanding terbalik dengan isian yang lembut. Weleh-weleh, jadi ngiler kan ya?

Nah, dari kelima cemilan Jepang halal dalam daftar ini yang manakah akan Minna-san coba? Kini, tak perlu lagi pakai galau ya saat membeli oleh-oleh untuk keluarga di rumah dari Jepang. Mulai dari kue yang lembut hingga camilan yang crunchy, semuanya ada di Negeri Bunga Sakura tersebut. Tapi pilih-pilih lho, jangan asal comot. Contohnya kelima cemilan yang ada dalam daftar ini bisa menjadi referensi untuk berbelanja di sana. Selamat berlibur bagi yang memang berencana berlibur. 🙂 Dan sampai jumpa di artikel selanjutnya!

SHARE
Previous articleHonobono Log Anime: Kisah Cinta Bisu Yang Menyentuh Hati
Next articleUnik, Jepang Gunakan Poster Anime Untuk Mengancam Pelaku Cabul
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.