Walau dalam dunia animanga atau dorama kita suka melihat penggambaran Yakuza sebagai sosok yang lucu dan atau keren, Yakuza dalam dunia nyata adalah sosok yang mengintimidasi dan menakutkan. Dan tak dapat dipungkiri kalau mereka suka melakukan aktivitas kriminal. Sekarang kita mendapatkan contoh baru lagi akan hal tersebut, dimana dikabarkan kalau hewan Teripang Jepang terancam karena aktivitas Yakuza.

Mina-san kemungkinan besar pernah mendengar atau bahkan memakan hewan tersebut. Teripang atau Timun Laut adalah hewan laut yang sangat banyak dipakai sebagai bahan makanan di Asia Timur dan juga Asia Tenggara.

Hewan tersebut lumayan erat dengan Indonesia, sampai cara tradisional untuk menangkap teripang disebut Trepanging dan penangkapnya disebut Trepanger dalam bahasa Inggris, yang berasal dari nama Indonesia hewan tersebut.

Tapi penggunaan yang lebih dalam lagi adalah di China, dimana hewan tersebut dipercaya sebagai bahan makanan berkhasiat. Ini juga yang membuat orang Indonesia jaman dulu menangkap teripang, agar bisa dijual lagi kepada pedagang dari China.

Dikatakan kalau belakangan ini pasaran untuk hewan tersebut juga sedang melonjak di China, menjadikannya bisnis eksport yang bisa mencapai harga 20 milyar Yen. Dan itulah yang mendorong para Yakuza untuk menangkap teripang Jepang. Dikatakan kalau teripang adalah sumber pendapatan yang besar bagi Yakuza, yang bisa menyaingi bisnis narkoba Amfetamina.

Baru-baru ini ditemukan kalau anggota Yakuza dari Yamaguchi-gumi ditangkap polisi karena memiliki teripang sebanyak 450 kg. Dan sebelum itu pada tahun lalu boss Yamaguchi-gumi juga kena denda polisi sebesar 100 juta Yen karena memiliki teripang sebanyak 60 kg.

Penangkapan seperti itu termasuknya langka, karena walaupun mereka ditangkap saat berusaha mengumpulkan teripang secara ilegal, kapal mereka jarang bisa menyusul kapal para Yakuza tersebut. Dan bahkan jika tertangkap, mereka tinggal membuang semua teripang tangkapan mereka agar tak ada buktinya.

Keuntungan lainnya dari teripang bagi Yakuza adalah hewan tersebut tidak diregulasi seperti hewan seafood lain seperti Tuna. Tapi dikatakan kalau Pemerintah sedang mempertimbangkan untuk melakukan regulasi pada hewan tersebut sebagai respon akan masalah ini. Semoga saja berhasil deh, kasihan juga kalau hewan ini jadi terancam populasinya di Jepang 🙁

Comments