Indah dan Megahnya kota Tokyo tak bisa menyembunyikan banyaknya sejarah dan kenangan kelam yang terjadi di beberapa tempat di sudut-sudut kota Tokyo, Jepang. Beberapa tempat pembantaian dan penyiksaan ini memiliki sejarah kelam yang pernah terjadi di Tokyo, Jepang. bahkan roh para korban dianggap masih menghantui tempat ini loh.

Berikut ini adalah tempat pembantaian di Tokyo paling mengerikan menurut Vicky Beyer:

1 – Suzugamori Execution Ground

Tempat pembantaian ini kini hanyalah sebuah lahan hijau di sepanjang jalan raya 15 (Dai-ichi Keihin). Lahan ini terletak di dekat stasiun Omori Kaigan. Jika dilihat sekilas tempat ini seperti taman hijau di sudut-sudut kota Tokyo, namun jauh di jaman Edo tempat ini memiliki sejarah yang sangat kelam.

Dahulu dibawah pemerintahan shogun Tokugawa, tempat ini merupakan tempat yang baik untuk mengeksekusi para penjahat, para anggota konspirasi anti pemerintah, dan para umat kristian di era jaman Edo.

Banyaknya tawanan dan penjahat yang dieksekusi di area ini membuat masyarakat Jepang membangun sebuah batu monumen di kawasan ini. selain itu dibangun juga sebuah kuil bernama kuil Daikyoji di Suugamori sebagai langkah untuk menmbersihkan tempat tersebut dari jiwa-jiwa atau roh-roh yang tidak tenang di area tersebut.

 

2 – Omori POW Camp

Dalam perang dunia ke 2, Omori yang merupakan salah satu distrik di kota Tokyo, Jepang. oleh pihak militer Omori dijadikan sebuah POW camp untuk para tahanan perang WWII. Kondisi dalam camp tersebut sangatlah tidak manusiawi dan bisa dibilang mengerikan. Kebrutalan dan ketidak manusiawian Omori POW camp dapat akiba-chan dan akia-kei baca dalam buku “Unbroken: A World War II Story of Survival, Resilience,and Redemption” yang mengkisahkan hidup seorang atlete olympic Amerika bernama Louis Zamperini. Sang staff dalam Omori POW camp yang bernama Mutsuhiro Watanabe dijadikan sebagai penjahat perang karena kebrutalan yang ia lakukan dalam Omori POW camp ini.

Jika kalian sedang berkunjung di area ini dan memasuki area perlombaan perahu. Kalian akan menemukan sebuah taman kecil yang terdapat patung dewi Kannon (patung dewi pengampunan) di dalamnya. Tak hanya itu kalian juga akan menemukan sebuah papan tulisan yang menceritakan tentang betapa brutal dan menerikannya tempat ini di masa lalu.

 

3 – Penjara Sugumo

Tempat yang sekarang dikenal dengan gedung Shunshine 60 ini dulunya merupakan sebuah rutan atau rumah tahanan bernama Sugumo Prison. Rumah tahanan ini dibangun pada tahun 1895 dengan menggunakan tahanan dari Eropa sebagai modelnya. Pada tahun 1930 rutan ini berubah menjadi rumah tahanan untuk para tawanan politik dan para komunis di jaman itu.

Dalam Sugumo Prison terdapat 6 blok cell, work hall dan gedung administrasi serta lapangan untuk berolahraga. Sehingga total bangunan ini ada sekitar hampir 5 hektar di kawasan Ikebukuro, Tokyo. Penjara ini menjadi tempat pembantaian dengan cara digantung. Dalam perang dunia ke 2, tempat ini menjadi tempat dilakukannya eksekusi terhadap tawanan dari pihak sekutu yang tertangkap. Dalam masa perang lebih dari 2,000 tersangka perang dieksekusi di tempat ini.

Penjara ini kemudian ditutup pada tahun 1962, lalu mulai dibongkar pada tahun 1972 untuk membuat gedung Sunshine 60, yang terdapat gedung dengan 60 lantai. Gedung ini berhasil diselesaikan pada tahun 1978. Gedung ini kemudian menjadi tempat tertinggi di Jepang pada masa itu. Hingga kini beberapa penunjung gedung tersebut dapat merasakan adanya roh-roh dari tahanan yang dieksekusi di tempat ini.

 

4 – Taman Shiba

tempat pembantaian

Tidak ada yang menyangka jika di tempat seindah taman Shiba ini menyimpan kenangan yang mengerikan di dalamnya. Pada tahun 1946 di pertengahan Agustus, ditemukan 2 mayat di dalam area bukit belakang kuil Zojoji (yang sekarrang menjai Tokyo Tower). Setelah diselidiki mayat ini hanyalah sebagian kecil dari korban pembunuhan Yoshio Kodaira. Yang menjadi pembunuhan berantai yang paling terkenal di Jepang, hingga menginspirasi sebuah novel David Peace pada tahun 2007 yaitu “Tokyo Year Zero”. Hal yang menjadi pembunuhan ini paling menarik adalah adanya satu mayat yang tidak teridentifikasi hingga kini.

Kodaira menyatakan jika ia menjadi haus darah selama melakukan pengabdian sebagai prajurit militer Japan di Manchuria padda 1930. Ia memanfaaatkan ketidakaturan kota Tokyo pasca jaman perang, sehingga dengan mudahnya ia menarik para wanita muda kedalam tempat pembantaian ini. Selain 2 mayat tersebut tidak ada mayat lain yang ditemukan di area Shiba Park, walaupun dulu area ini menjadi tempat pencarian yang paling intens.

Walaupun kini Shiba Park menjadi tempat indah dan sangat nyaman untuk dijadikan tempat jalan-jalan dan bermain. Namun roh-roh dari korban pemunuhan Kodaira masih terasa hingga kini. Bahkan orang yang tanpa memiliki kemampunan spiritual pun bisa merasakan keberadaan roh-roh tersebut, sehingga berjalan di tempat ini ketika malam hari adalah hal menyeramkan yang dilakukan.