Wabah virus corona telah membatalkan banyak event besar di berbagai negara untuk mencegah penyebarannya, termasuk Jepang. Dan setelah banyak yang menduga, akhirnya baru-baru ini diumumkan kalau salah satu acara terbesar di negara tersebut, Olimpiade Tokyo 2020, yang seharusnya dilaksanakan musim panas tahun ini, akan diundurkan pelaksanaannya untuk diadakan pada tahun 2021 nanti.

Dalam konversasi sepanjang 45 menit antara Bach bersama dengan Abe dan juga Gubernur Tokyo Koike Yuriko dan Presiden Komite Organizer Olimpiade Tokyo Yoshiro, mereka sama-sama setuju untuk tidak berniat membatalkan acara Olimpiade Tokyo 2020.

Dikatakan kalau mereka ingin mengundurkan pembukaannya selama sekitar setahun. Proposal yang dikatakan 100 persen disetujui oleh Bach walau proposal itu belum 100% diresmikan, dengan Komite Olimpiade perlu waktu 4 minggu untuk benar-benar menyetujuinya.

Dalam konferensi pers Abe juga mengatakan Pemerintah Jepang akan bekerja dekat bersama Bach untuk membawakan Olimpiade Tokyo sebagai bukti Manusia berhasil melewati wabah virus corona. Dikatakan kalau Olimpiade tersebut tetap akan bernama Tokyo 2020 walau direncanakan akan diadakan dalam waktu tak lewat dari Summer 2021.

Sesuatu yang memang hampir bisa diduga, karena sebelum pengumuman pengunduran itu diberikan telah diumumkan kalau tim Olimpiade negara Canada dan Australia takkan menghadiri acara Olimpiade Tokyo 2020 jika acaranya tidak diundur.

Menariknya anggota Komite Olimpiade Internasional Dick Pound sebelumnya mengatakan karena skala acaranya yang besar, pengunduran takkan dapat dilakukan. Tapi sepertinya akan ditunjukkan kalau Jepang bisa melakukannya. Dan jika benar bisa, ini akan menjadi pertama kalinya dalam sejarah acara Olimpiade diundur pelaksanaannya.

Menariknya lagi, hal ini seperti telah diramalkan… sejak 1988! Dalam salah satu anime klasik paling terkenal, AKIRA, ada tulisan event Olimpiade Tokyo 2020 yang dicoret-coret dengan grafiti bertuliskan “Chuushi da Chuushi” yang berarti “Batal dah Batal”.

Adegan film tersebut jadi trending sampai punya tag sendiri pada bulan Februari 2020 kemarin, saat wabah virus corona makin memanas di Jepang, dan sepertinya hal itu benar-benar jadi kenyataan sekarang melalui pengumuman ini.