Akiba – chan dan Akiba – kei pernah mendengar kisah tentang Taira no Masakado? Masakado selain dikenal sebagai seorang samurai yang kuat dan terhormat, ternyata juga dikenal sebagai hantu yang menyeramkan! Tidak akan ada asap kalau tidak ada api. Ternyata, munculnya legenda hantu Masakado ini beralaskan pengkhianatan dan dendam.

Taira no Masakado adalah samurai dari Zaman Heian. Beliau adalah seorang yang baik, petarung yang tangguh, dan pemimpin yang hebat. Beliau juga salah satu dari Nihon San Dai Onryō bersama dengan Emperor Sutoku dan Sugawara no Michizane. Tidak ada yang mengetahui kapan persisnya Masakado lahir. Tetapi diduga beliau lahir antara akhir tahun 800an atau awal tahun 900an dan wafat pada tahun 940.

Taira no Masakado lahir dari keluarga terpandang dan memiliki masa kecil yang berkecukupan. Setelah ayahnya meninggal, keadaan mulai menjadi goyah. Hukum waris yang saat itu belum stabil menyebabkan paman Masakado mulai merebut tanah peninggalan ayahnya. Hal inilah yang menyebabkan terjadinya perseteruan pada tahun 938.

Saat itu, Masakado dijebak oleh salah satu pamannya dan beberapa prajurit Minamoto. Penyerangan tersebut gagal karena beliau adalah seorang samurai yang kuat dan berhasil mengalahkan prajurit pamannya. Setelah mengalahkan mereka, ia membakar lahan milik pamannya tersebut sebagai bentuk balas dendam. Banyak pihak keluarga yang tidak terima dengan perlakuan Masakado, sehingga perihal ini dibawa ke kaisar. Pengadilan pun dilaksanakan. Masakado mengajukan pembelaan diri dan dibebaskan beberapa bulan tidak lama setelah pengadilan.masakado_6

Tidak lama setelah Masakado sampai rumah, lagi – lagi ia diserang. Kali ini oleh ayah mertuanya dan para prajuritnya. Pada tahun 938, Masakado kembali dipanggil ke pengadilan atas perselisihannya dengan saudara sepupunya. Ia mengabaikan panggilan itu dan membangun sejumlah besar pasukan untuk menyerbu Provinsi Hitachi. Ia menaklukan delapan provinsi, yaitu Shimotsuke, Kozuke, Musahi, Kazusa, Awa, Sagami, Izu, dan Shimosa.

Saat itu, pemerintahan dikenal sebagai tidak efektif dan penuh dengan penyalahgunaan oleh para petani. Masakado memperlakukan petani dengan baik, sehingga beliau diterima dan dianggap sebagai penyelamat oleh mereka. Pengadilan masa itu takut bahwa motif asli Taira no Masakado adalah persiapan untuk melampaui pemerintahan dan menjadikan dirinya Kaisar baru di Jepang. Alasan ini lah yang membuat beliau dicap sebagai pengkhianat.

Pemerintah membayar beberapa prajurit – termasuk teman dan keluarga Masakado – untuk membawakan kepala Taira no Masakado. Masakado yang kalah jumlah pun ditangkap dan dipenggal pada hari ke – 14, bulan kedua, tahun 940. Kepalanya dibawa pulang ke Kyoto dan dipajang sebagai pengkhianat.

 

Nah sekarang bagian seramnya.

Siapa sih, yang rela kalau dicap sebagai pengkhianat lalu dibunuh dan dikhianati sendiri? Pastinya tidak ada. Mungkin perasaan tidak rela dan tersakiti inilah yang mengubah Masakado menjadi arwah yang suka meneror penduduk sekitar.

Setelah beberapa saat setelah kejadian, kepala Taira no Masakado tidak membusuk! Malahan, tatapan matanya menjadi tajam dan seringai seram terlukis di wajahnya. Malam demi malah terlewati bersama dengan teriakan “Dimana pembunuh saya!? Ayo sini! Satukan kepala ku lagi dan kita akan bertanding satu kali lagi!”

Suatu malam, kepala tersebut bercahaya dan terbang ke arah Shimosa. Kepala yang lelah akhirnya mendarat dan beristirahat di perkampungan nelayan bernama Shibazaki. Penduduk yang menemukan kepala tersebut membersihkannya lalu menguburnya dan diberi nama Kubizuka. Masakado dihargai oleh para petani sebagai pejuang sejati. Simbol dari keadilan di tengah – tengah maraknya korupsi. Sayangnya, beberapa tahun setelah dikubur, hantu samurai mulai terlihat disekitar makamnya.

tairanomasakado

Pada tahun 1300 banyak orang yang mati akibat kemarahan Taira no Masakado. Kemarahan beliau kembali pada tahun 1928, tepatnya setelah gempa besar yang melanda Kanto. Tadinya, lokasi makam Masakado akan dijadikan sebagai tempat sementara untuk Menteri Keuangan. Namun apalah daya, Menteri Keuangan yang dimaksud sakit dan meninggal. Sementara itu sekitar satu lusin pekerja meninggal karena sakit atau kecelakaan saat pembangunan berlangsung. Akhirnya, bangunan tersebut dirobohkan dan memorial untuk Taira no Masakado didirikan. Makam kepala beliau masih ada sampai saat ini di Otemachi, Tokyo.