Situs resmi untuk film live action yang di adaptasi dari manga karangan Reiko Shimizu yang berjudul Himitsu – The Top Secret ini sekarang sudah luncurkan sebuah video trailer pertamanya pada tanggal 30 April kemarin. Manga yang mengusung tema psychological science-fiction ini perlihatkan video trailer yang juga menampilkan penyanyi dan penulis lagu asal Australia yaitu Sia dengan lagunya yang berjudul “Alive“. Film tersebut dikatakan akan mulai ditayangkan di Jepang pada tanggal 6 Agustus yang akan datang. Video trailer tersebut bisa kalian lihat dibawah ini:

Sang sutradara yaitu Keishi Outomo (live action Rurouni Kenshin) mulai merencanakan film live action ini sejak empat tahun yang lalu. Izumi Takahashi akan menangani naskah untuk film live action ini.

Tomi Ikuta (Hana-Kimi) akan mengambil peran sebagai Tsuyoshi Maki, seorang kepala laboratorium yang jenius tapi dia dihantui oleh rasa trauma. Masaki Okada (Hana-Kimi) akan berperan sebagai Ikkou Aoki, orang baru dari tim laboratorium. Chiaki Kuriyama (Battle Royale, Kill Bill) akan berperan sebagai Yukiko Miyoshi, seorang pemeriksa medis forensik. Nao Omori (Helter Skelter) akan berperan sebagai Shunsuke Manabe, seorang detektif. Manabe akan menjadi karakter yang dibuat khusus untuk film live action ini dan tidak pernah ada muncul di manga aslinya. Kouji Kikkawa akan berperan sebagai Kiyotaka Kainuma, seorang pembunuh yang melawan tim Laboratorium Forensik ke 9, dan orang yang pernah terlibat dalam pembunuhan 28 orang.

Himitsu – The Top Secret (秘密 – ト ッ プ · シ ー ク レ ッ ト) adalah serial manga Jepang yang ditulis dan diilustrasikan oleh Reiko Shimizu yang diserialisasi di Melody. Manga ini suah diadaptasi menjadi sebuah serial anime dengan judul Top Secret ~The Revelation~ (秘密(トップ·シークレット) 〜The Revelation〜) oleh Madhouse dan disiarkan di Jepang pada NTV antara tanggal 8 April 2008 dan 30 September 2008. Manga yang mengusung genre misteri ini mengambil lokasi di Jepang dengan kurun waktu 50 tahun di masa depan dari sekarang. Alat scanning otak telah disempurnakan sedemikian rupa sehingga pemerintah akan dapat mengambil ingatan dari seseorang sebanyak 5 tahun walaupun orang yang diambil ingatannya tersebut sudah meninggal dunia. Ketika mereka menelusuri pikiran orang untuk menyelesaikan suatu kasus, para penyelidik dari Laboratorium Forensik ke 9 dari National Research Institute of Police Science harus memikirkan pilihan yang etis terhadap privasi seseorang.