Kalian semua pasti sudah tahu dengan apa yang namanya novel bukan? Ya, tentu saja, novel adalah sebutan untuk buku yang menceritakan riwayat panjang kehidupan seseorang secara fiktif atau diambil dari kisah nyata dan ditulis oleh seorang penulis atau sering juga disebut novelis. Novel bisa mempunyai banyak genre, mulai dari romance (ini yang paling banyak diminati), komedi, fantasi, thriller (misteri), horor, dan sebagainya. Panjang sebuah buku novel lumrahnya sekitar 200 hingga 400 lembar, dan seluruh isinya berupa kata-kata. Cerita novel disukai karena menghibur sekaligus menginspirasi para pembacanya.

Lalu, apakah Minna-san sering bertanya dalam hati, “Siapa sebenarnya penulis novel pertama di dunia?” Maka jawabannya adalah seorang wanita asal Jepang bernama Murasaki Shikibu. Novel yang Murasaki Shikibu tulis ini kelak dikenal dengan judul The Tale of Genji, buku novel pertama di dunia! Hebat bukan? Para wanita memang lebih baik dalam urusan seni ketimbang para pria. Tetapi, Minna-san, banyak informasi yang menyebutkan bahwa nama Murasaki Shikibu hanyalah nama pena atau samaran. Jadi, siapa nama asli sebenarnya penulis novel pertama di dunia?

Beberapa literer sejarah menyebutkan, bahwa Murasaki Shikibu merupakan seorang pelayan wanita yang cerdas di istana kerajaan pada masa dahulu. Dia tercatat menikah pada Tahun 998 dengan seorang pria dan mempunyai anak perempuan. Namun, tahun 1001 suaminya meninggal, sehingga beberapa tahun setelahnya dia diminta jadi dayang di Istana Heian. Tiket masuk menuju istana itu didapat karena ia cerdas dan punya kemampuan menulis.

novel pertama di dunia
Salah satu syair terkenal dari Murasaki Shikibu.

Selama di Istana Heian, Murasaki Shikibu selain bertugas sebagai dayang, ia terus mengembangkan bakatnya menulis. Memadu-padankan kata-kata secara tertulis adalah sebuah kemampuan yang sangat dibutuhkan oleh istana kerajaan masa lampau. Itu dikarenakan istana bersosial dengan kerajaan lain, prajurit perang, dan para rakyatnya melalui surat-surat. Hal tersebutlah yang menjadi kelebihan Murasaki Shikibu hingga akhirnya berhasil menulis sebuah novel berjudul asli “Genji Monogatari”. Karya tersebut sekarang diterjemahkan dengan judul The Tale of Genji. Novel pertama di dunia ini berjumlah 1.000 halaman!

Karena lahir di istana, maka novel ini memiliki derajat kerumitan bahasa yang bahkan bagi orang Jepang sendiri sangatlah sulit. Kerumitan lain novel ini, selain dari sisi bahasa juga dari teknis penyampaian, dimana Murasaki Shikibu tidak menyebutkan nama dalam cerita, melainkan hanya penokohan dengan gelarnya saja. Misalnya: Raja, Ratu, Pangeran, Putri, *Jomblo* dan sebagainya. Dengan kompleksitas kerajaan zaman dahulu yang sangat tinggi atas Sastra dan Bahasa, wajar jika para ahli pada masa itu sampai sekarang (abad ke-20) mengulik serta mempelajari novel paniang satu ini. Para ahli berpendapat, Murasaki Shikibu sebenarnya sudah menulis jauh-jauh hari sebelum dia masuk istana. Jadi, bisa dibilang menulis adalah passion-nya. Selain novel, dia juga dikatakan menulis catatan harian dan puisi.

Minna-san harus tahu, Hikayat Genji (源氏物θͺž Genji Monogatari) sendiri meski sudah diterbitkan pada tahun 1001, proses penulisannya dianggap masih belum selesai pada tahun tersebut. Dengan memiliki 54 bab, novel Hikayat Genji teramat panjang untuk seukuran buku cerita. Isinya mengenai kisah seputar istana kekaisaran yang terdiri dari 800 waka. Secara garis besar terdiri dari 3 bagian.

novel pertama di dunia
Lembar halaman Genji Monogatari yang sangat tua.

Bagian I: kelahiran tokoh utama sebagai seorang Pangeran (Putra Kaisar) yang menjadi warga biasa dan diberi nama kehormatan Genji. Ia dikenal dengan nama Hikaru Genji. Setelah dewasa, Hikaru Genji dikelilingi oleh banyak wanita yang menyukainya. Alkisah bermula di sini.
Bagian II: tentang kerumitan kisah cinta Hikaru Genji. Tumbuh perasaan atas seorang perempuan. Hingga akhirnya menjalin hubungan, menikah, dan mempunyai anak. Di sinilah letak permasalahan yang pelik dalam cerita.
Bagian III: kisah anak cucu Hikaru Genji setelah ia tutup usia. Bisa dibilang klimaks, pengakhiran atau ending.

Diperkirakan perlu waktu satu dekade untuk menciptakan buku cerita yang digadang-gadang novel pertama di dunia tersebut. Jika Minna-san tidak tahu berapa lama, satu dekade itu adalah 10 tahun (dasawarsa). Wah, lumayan lama juga ya dalam pembuatannya. πŸ˜€ Dia terus menulis selama bekerja di istana, hingga rampung ketika dia masih bekerja. Bab-bab paling awal diperhitungkan ditulis untuk majikannya sewaktu dia masih bersuami atau beberapa saat setelah suaminya meninggal.

Seorang tokoh bernama Keene dalam buku berjudul The Pleasures of Japanese Literature mengklaim, bahwa Murasaki Shikibu menulis dengan mengambil unsur-unsur tradisi dari buku catatan istana, dan Monogatari (light novel, panjangnya berkisar 40.000–50.000 kata) asal zaman sebelumnya. Dituliskan dalam campuran aksara Tionghoa dan aksara Jepang, seperti dalam Putri Kaguya atau Hikayat Ise, Monogatari hampir serupa dengan novelet. Penulis Murasaki Shikibu mengambil unsur-unsur serta mencampurkan gaya penulisan sejarah Cina, puisi naratif, dan prosa Jepang kontemporer.

novel pertama di dunia
Sampul buku Genji Monogatari yang telah diterjemahkan ke bahasa lain.

Menurut salah satu ahli yang mempelajari sastra klasik, Adolphson, penempatan subjek yang biasa-biasa berdampingan dengan gaya sastra Tionghoa menghasilkan kesan parodi (meniru gaya orang lain) atau satire (sindiran terhadap sesuatu), sekaligus cara mengungkapkan yang unik.

Hikayat Genji mengikuti format lama light novel yang mengisahkan sebuah cerita, terutama rinci sekali dalam narasinya. Ada pakar sastra klasik yang berpendapat bahwa si penulis Murasaki Shikibu mengembangkan genre dari novel pertama di dunia ini melampaui batas-batas yang ada, dan dengan demikianlah telah terciptakan suatu bentuk yang sudah begitu modern. Padahal, cerita Hikayat Genji berlatar pada akhir abad ke-9 hingga awal abad ke-10, masih jauh dari peradaban dimana gaya metropop dalam kepenulisan lebih berkembang.

Murasaki Shikibu pula sengaja menghilangkan unsur-unsur dongeng dan fantasi seperti yang sering ditemukan pada light novel atau monogatari sebelumnya. Dia sukses mengemas tema utama The Tale of Genji yakni dengan cerita cinta yang sendu.

Dalam salah satu bagian cerita novel, diceritakan tentang “Pangeran Bersinar”, yakni Pangeran Genji sendiri. Tokoh pemuda tersebut dibentuknya sebagai protagonis yang berbakat, tampan, berbudi halus, namun masih manusiawi dan simpatik. Kisah Genji memberikan gambaran mengenai periode zaman Heian kuno, dimana zaman maraknya cerita hubungan cinta yang suci lebih ternama, selain cerita dongeng dan makhluk-makhluk mitologi.

novel pertama di dunia
Patung Murasaki Shikibu yang diabadikan dalam wujud patung.

Helen McCullough berpendapat, bahwa buku yang dijuluki novel pertama di dunia tersebut memiliki daya tarik yang menyeluruh serta fleksibel oleh waktu. Cinta di istana rezim zaman Heian selaku ide dan latarnya, mengandung pengetahuan budaya abad pertengahan yang luar biasa. Namun keilmuan mendalam dari si penulislah yang telah membuat karyanya berarti bagi banyak orang, entah sebagai pernyataan yang kuat dari hubungan suci antar dua manusia, perjalanan cinta sejati yang tidak mudah, dan yang terpenting, rasa simpati terhadap perasaan orang lain.

Duh, Minna-san mau baca tidak? πŸ˜€ Tapi seribu halaman lho!
Di dalam cerita, Pangeran Genji mengakui bahwa dalam diri kekasihnya terdapat kecantikan dari seorang wanita yang rapuh, akan tetapi sangat kokoh semangat hidupnya. Itulah yang membuat Hikayat Genji populer di semua kalangan. Bahkan, Kaisar Ichijō pernah meminta agar cerita itu dibacakan untuknya meskipun ditulis dalam bahasa Jepang.

Satu hal lagi yang unik dari novel pertama di dunia. Pada tahun 1021, semua bab diketahui sudah selesai ditulis, dan karya ini sulit diperoleh di banyak daerah dan kota lama Jepang. Sehingga banyak orang berlomba mencari dengan nilai mata uang yang sungguh besar sebagai imbalan. Selain dicatat sebagai novel pertama di dunia, The Tale of Genji juga dikenal sebagai novel bergenre romance pertama. Dan, hingga saat ini karya tersebut terus diterjemahkan ke berbagai bahasa serta pementasan. Termasuk di Indonesia dengan judul Hikayat Genji.

Ulasan yang menarik dari The Tale of Genji bukan, Minna-san? πŸ™‚ Sebuah novel pertama di dunia! Dan Murasaki Shikibu telah membuktikan bahwa kaum wanita tidak bisa diremehkan. Meski sampai sekarang belum dapat dipastikan, apakah nama yang digunakan adalah nama pena atau nama aslinya.
Bagaimana menurut Minna-san? Silahkan klik tombol ‘share’ untuk mendukung ilmu pengetahuan sastra dunia! πŸ™‚

Murashaki Shikibu; Novel Pertama di Dunia
SHARE
Previous articleQualidea Code Luncurkan 3 Buah PV Baru Sekaligus Sambut Penayangan Perdananya
Next articleHimawari, Musim Panas di Jepang yang Sangat Indah
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.