Dunia entertainment Jepang perlahan bangkit dan berjalan mengikuti pengangkatan masa darurat virus corona di Jepang dan dijalankannya fase recovery di Tokyo. Contohnya adalah dengan pengumuman kalau proses produksi dari acara Tokusatsu Kamen Rider Zero-One dan Mashin Sentai Kiramager mulai dijalankan lagi dalam bulan Juni ini, walau mereka tetap berhati-hati karena virus itu masih belum hilang.

Kedua acara Tokusatsu tersebut terkena masalah virus corona dari akhir Maret kemarin. Dikabarkan kalau Komiya Rio pemeran Atsuta Juuru sang Ranger merah, positif kena COVID-19 alias virus corona, dan ini membuat Toei memutuskan untuk menutup seluruh studionya agar dapat melakukan disinvektisasi sejak akhir Maret.

Sang aktor dilarikan ke rumah sakit, tapi kemudian sudah boleh keluar pada 9 April. Tapi sayangnya penutupan studio itu terlihat dampaknya, yang digabungkan lagi dengan keadaan negara Jepang yang memperpanjang masa darurat virus corona dalam bulan Mei membuat produksi episode baru jadi terhambat, dan alhasil episode barunya kena delay tayang.

Kedua acara tersebut ditayangkan oleh TV Asahi, dan tak hanya mereka yang kena hambatan, dengan TV Asahi juga membatasi syuting dan produksi banyak program yang mereka tayangkan demi mencegah penyebaran virus corona.

Akan tetapi mengikuti pengangkatan masa darura virus corona yang lebih awal dari yang dijadwalkan diakhir Mei lalu, kemarin-kemarin TV Asahi membuat pengumuman kalau beberapa program tayangan mereka mulai boleh melanjutkan syuting lagi.

Total diumumkan oleh TV Asahi ada 7 program yang produksinya dalam bulan Juni 2020 ini dapat dijalankan; BG Personal Bodyguard, Tokusou 9, Kaseifu no Mitazono, Keishichou Sousa Ichi Kaichou 2020, M Aisubeki Hito ga Ite, Kamen Rider Zero One dan Mashin Sentai Kiramager.

Tapi tentunya, beradaptasi dengan situasi dimana virus corona masih ada dan masih berpotensi menular, dengan beberapa peraturan social distancing saat melakukan syuting. Seperti yang dijelaskan pada proses produksi baru Kamen Rider Zero-One yang melarang syuting adegan aksi dengan lebih dari 20 aktor dan meeting sebisa mungkin dilakukan secara online.