Akhirnya kali ini Volume ke 17 dari salah satu light novel yang dikarang oleh Reki Kawahara, yaitu Sword Art Online resmi dirilis pada tanggal 9 April kemarin di Jepang. Volume ke 17 ini merupakan masih bagian dari Project Alicization yang juga merupakan volume ketiga dalam pembahasan perang besar Underworld, sub-arc dari arc Alicization. volume ke 17 tersebut berjudul “Alicization Awakening ( ア リ シ ゼ ー シ ョ ン ・ ア ウ ェ イ ク ニ ン グ )”. Dalam volume tersebut bisa dikatakan bahwa alur cerita dari Project Alicization ini akan capai batasannya. Dalam volume sebelumnya yaitu volume 16 memang sudah kelihatan ketika terjadi perang besar di Underworld mungkin para pembaca sudah menyadarinya bahwa perang besar tersebut bisa dikatakan cerita yang akan menjadi pengantar akhir dari cerita Alicization yang sudah sekian lama cerita ini berjalan. Nah bagaimana yaa nantinya akhir dari Project Alicization tersebut? Dan yang masih jadi pertanyaan sampai saat ini masih belum terpecahkan mengenai apakah Project Alicization ini akan dapatkan serial anime akan terjawab?

Jika kalian membaca light novel Sword Art Online yang merupakan Based Story dari animenya kalian akan mengetahui bahwa light novel SAO dibagi menjadi beberapa Sub Category dan Volume. Setelah berjalan ke Volume 9, maka kalian akan sampai pada Sub Category Alicization Arc yang dikatakan berisi 9 Volume.

Cerita dari arc Alicization ini berawal pada bulan Juni, 2026. Kirigaya Kazuto (Kirito) ditawari pekerjaan di sebuah perusahaan swasta bernama Rath, oleh Kikuoka Seijirou, VR anggota penanganan Korban SAO sebelumnya yang sudah berkerja sama dengan Kazuto sejak akhir insiden Sword Art Online. Pekerjaan ini adalah untuk menguji generasi ke 4 eksperimen mesin FullDive, disebut Jiwa Penterjemah (STL), yang berlangsung pada prinsip-prinsip yang sama sekali berbeda dari mesin FullDive sebelumnya. Tugas yang diberikan tampaknya sederhana, hanya tetap di FullDive terus menerus selama akhir pekan dan memori dari pengujian tersebut akan diblokir sebagai ukuran keamanan. Namun, tanpa sepengetahuanya, perusahaan itu tidak benar-benar menguji mesin itu sendiri, tetapi menciptakan jenis khusus Bottom-up dari Artificial Intelligence (AI) untuk penggunaan militer.