Setelah pengumuman mengejutkan yang disampaikan official film Sword Art Online Ordinal Scale padabulan oktober lalu, akhirnya kali ini datang pengumuman menggembirakan bagi Akiba-chan dan akiba-kei ans berat Kirito dkk di Indonesia. Dua bulan lalu kita sudah mendapat sedikit titik terang bahwa film SAO versi terbaru ini bakal diputar serentak di seluruh bioskop jepang. Dan ternayata kabar tersebut bersambung dengan berita yang bakal mimin sampaikan hari ini.

Menindak lanjuti tentang pemutaran film Sword Art Online Ordinal Scale, Odex, salah satu distributor film untuk wilayah Asia Tenggara memberikan pengumuman resmi melalui akun page facebook mereka. Dalam poster sederhana yang mereka unggah tertampang bahwa Indonesia masuk deretan negara yang dihampiri sebagai tuan rumah pemutar film Sword Art Online Ordinal Scale.

Sword Art Online Ordinal Scale

Selain pengumuman diatas, Odex juga menambahkan melalui balasan untuk salah satu komen dalam poster tersebut. Bahwasanya ada tiga bioskop Indonesia yang bakal memutar film Sword Art Online Ordinal Scale. Diantaranya adalah CGV Blitz, Cinemaxx, dan Platinum Cineplex. Hal ini berarti fans Indonesia juga bisa turut menikmati premiere film Sword Art Online Ordinal Scale tanpa harus buang duit keluar negeri. Karena selain di Indonesia, Odex pun berencana memutar film ini di berbagai negara asia tenggara seperti Singapore, Malaysia, the Philippines, Vietnam, bahkan Brunei Darussalam.

Mengenai tanggal peutarannya, tentu saja akan disamakan dengan tanggal premiere di jepang yakni pada 18 Februari 2017.

Sword Art Online Ordinal Scale menceritakan kisha yang bersetting di tahun 2022, dimana dunia virtual reality dikejutkan dengan penemuan dariprogrammer jenius, Kayaba Akihiko. Disebut dengan nama NerveGear, alat tersebut digunakan sebagai alat full-dive pertama yang digunakan untuk bermain game online. Dengan alat tersebut, disertai juga kemungkinan tidak terbatas dari perkembangan VRMMORPG.

Pada tahun 2026, sebuah mesin baru yang bernama Augma dikembangkan. Sistem tersebut dibuat untuk menandingi NerveGear dan penerusnya, Amusphere. Sebagai perangkat next generation, Augma tidak memiliki fungsi full-dive seperti pendahulunya. Namun mereka menggunakan Augmented Reality sebagai cara untuk membuat pemain masuk ke dalam gamenya. Lalu apa sajakah konlik yang terjadi saat player terjebak dalam dunia game nya? Selengkapnya kalian dapat saksikan saat filmnya diputar nanti. 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here