Mina-san pasti disini banyak yang fans anime. Kita bisa merasa bangga akan suksesnya industri anime tahun ini dalam hal keuangan, dan kemungkinan bisa berkembang lebih jauh lagi sebagai media dalam entertainment internasional. Tapi walau secara keseluruhan terlihat bagus, masih ada hal lain yang tak terlihat begitu cemerlang. Seperti yang terlihat dalam data survey keuangan animator muda tahun 2017 ini, yang masih suram..

Memang tak ada yang bisa 100 persen sempurna. Walau industri anime menghasilkan data keuangan yang bagus, tetap saja ada bagian yang kurang bagus. Kita sudah melihatnya pada betapa ketatnya industri seiyuu di Jepang, yang semakin sulit lagi untuk dimasuki oleh seiyuu-seiyuu muda dan pemula dijaman modern ini.

Kesulitan tersebut juga terlihat pada para pemuda Jepang yang bekerja menganimasikan anime, yang belum lama memasuki industri. Menjadi pekerja anime macam animator yang dikatakan tak hanya memakan waktu dan energi yang besar, tapi pembayarannya juga tak begitu menghasilkan.

Dan itu yang ditunjukkan pada survey yang dibuat oleh AEYAC atau Administratif Pembimbing Animator Muda tahun ini. Sesuatu yang terlihat belum begitu ada perubahan besar dari survey yang juga dilakukan AEYAC tahun 2016 lalu, yang memperlihatkan kalau banyak animator yang masih perlu bantuan ekonomi dari orang tua mereka.

Data survey tahun ini diambil dari 44 responden, 33 wanita 11 pria, dengan umur rata-rata 23 tahun. semuanya telah bekerja dalam industri anime selama 3 tahun atau kurang, dengan lama pengalaman rata-rata 1 tahun 5 bulan. Dari 44 responden tersebut, 12 tinggal dirumah keluarga atau bersama orang tua, dan 32 tidak tinggal bersama keluarga.

Kemudian kita fokuskan pada 32 yang tidak tinggal dirumah keluarga. Diantara 32, 11 mendapat bantuan uang lagi dari orang tua untuk membayar uang sewa dan kebutuhan sehari-hari, 21 orang tidak. Itu menunjukkan kalau bahkan setelah bekerja, tak sepenuhnya biaya hidup mereka dapat dipenuhi oleh gaji pekerjaan mereka. Yang terlihat semakin suram lagi dalam bagan berikutnya.

Berikutnya adalah bantuan uang melalui tabungan. Dari 32 orang tersebut, 3 orang tak perlu memakai tabungan mereka untuk bantuan keuangan. 10 orang dari awal tak memiliki tabungan. Sisanya, 19 orang merespon kalau mereka memakai tabungan mereka.

Itu berarti mayoritas pekerja industri anime dalam survey keuangan animator tersebut perlu bantuan uang dari orang tua dan juga tabungan untuk kebutuhan sehari-hari mereka bahkan setelah mereka bekerja. Sedikit positifnya sih, dari 44 responden, 30 diantaranya tak perlu meminjam uang. Tapi tetap terasa kasihan untuk dibayangkan. Para pekerja anime generasi muda ini malah terlihat seperti membayar pekerjaan mereka daripada mendapat bayaran.