Negara Jepang terkenal akan banyak hal, dan salah satunya adalah industri seks. Mulai dari Japanese Adult Video hingga animanga Hentai, dan tentunya juga adult toys, dengan brand Tenga asal negara itu menjadi salah satu sex toys paling dikenal. Tapi bicara soal adult toys, ditemukan oleh seorang netizen Jepang kalau situasi coronavirus saat ini bisa menyusahkan para konsumer karena makin rendahnya supply adult toys.

Wabah virus korona yang sedang terjadi saat ini disebabkan oleh virus korona jenis baru yang diberi kode 2019-nCoV atau kini disebut juga COVID-19, yang berawal dari negara China dan dikatakan pertama muncul pada bulan Desember 2019 di Kota Wuhan.

Dengan lokasinya yang dekat dengan China, virus itu tak lama muncul juga di Jepang, dan hubungan antara Jepang dan China telah memberikan berbagai dampak negatif seperti mempersulit produksi Nintendo Switch karena pabrik utamany terletak di China.

Belum lagi dikabarkan juga kalau kekhawatiran virus itu sampai membatalkan berbagai konser dan event animanga, menutup banyak taman rekreasi dan tempat wisata, dan mengganggu produksi banyak anime baik musim ini maupun musim depan.

Bahkan sekolah-sekolah di Jepang dari SD sampai SMA juga jadi ditutup sampai awal musim semi, yang memberikan kabar menarik karena berbagai manga dan anime jadi gratis diakses untuk sementara agar anak-anak yang tak boleh keluar rumah bisa terhibur. Tapi baru-baru ini diperlihatkan dampak negatif yang tak begitu terduga.

Seorang netizen Jepang bernama Pyume atau @kumahakumakuma7 menemukan salah satu toko penjual adult toys mengumumkan kalau persediaan adult goods mereka rendah, dan jadwal pengiriman berikutnya diperkirakan masih sampai bulan April.

Sang netizen jadi berkomentar geram, “Korona, loe takkan kumaafkan! Ada beberapa batasan yang tak boleh dilewati tau ga!”. Tapi kenapa bisa begitu? Karena seperti anak-anak yang diperingati untuk jangan keluar rumah, begitu juga orang dewasa.

Belum lagi diperingatkan juga untuk menghindari tempat yang banyak orang, dimana sayangnya diantaranya adalah tempat industri seks macam panti pijat. Orang-orang jadi memilih tak keluar rumah, dan tentu “mainan” macam Tenga jadi penghibur yang pas. Belum lagi situasi ini diperburuk juga dengan lagi kacaunya supply tisu di Jepang.