Fanservice ecchi sudah erat dalam berbagai animanga dan game di Jepang. Akan tetapi hal tersebut tentu tak mudah diterima oleh semua pihak. Kita sudah melihat contoh kesulitan tersebut, seperti dalam game ecchi Omega Labyrinth yang versi baratnya batal dirilis dan game adult Silverio Trinity yang mengalami kesulitan dalam proses perilisan. Hal yang serupa juga dikatakan sedang terjadi pada projek baru game Senran Kagura.

Baru-baru ini sang produser dari seri Senran Kagura, Takaki Kenichiro, diberikan pertanyaan oleh website Akiba Souken mengenai perkembangan projek baru dari game Senran kagura, Senran Kagura 7EVEN yang diumumkan pertengahan 2017 lalu untuk konsol Playstation 4.

TakakiP menjelaskan kalau game Senran Kagura 7EVEN akan lebih memakan waktu pembuatannya, yang disebabkan oleh adanya regulasi baru mengenai konten seksual, yang diseluruh dunia semakin diperketat. Hal itu membuat mereka perlu memastikan tidak adanya kesalahpahaman mengenai apa yang mereka buat.

Ada beberapa bagian yang sulit dikerjakan, yang mungkin lebih sulit dari apa yang mereka pernah kerjakan dari sebelum-sebelumnya. Saat ini mereka sedang memikirkan mengenai hal yang perlu dilakukan dan bagaimana melakukannya dan seterusnya.

Ia mengatakan kalau game-game bergenre ecchi dan fanservice kena guyuran masalah ini. Tapi juga mengatakan kalau meskipun begitu, masih ada yang mau memainkan game genre itu, dan ada juga developer macam dirinya yang ingin membuat game seperti itu, jadi ia ingin memikirkan jalan keluar dari masalah ini.

Memang sih ini akan menjadi tantangan untuk Takaki dan game Senran Kagura. Kita telah melihat kalau Sony terlihat makin tegas akan konten ecchi yang justru jadi highlight game Senran Kagura dan beberapa game Jepang lain. Tapi bagus melihat setidaknya Takaki masih belum menyerah dan mencoba mencari solusi.

Senran Kagura sendiri sudah kena masalah sensor macam itu dengan dengan pengunduran perilisan game Senran Kagura Burst Re:Newal mereka untuk versi PS4, yang dilakukan karena penghapusan Intimacy Mode. Semoga mereka sukses dalam menghadapi tembok konten ecchi dari Sony ini 😉

Comments