SUKATTO – Buku Sobek Pelepas Stress

ripping in action !

Istilah ‘jenius berbeda tipis dengan gila’ nampaknya mendekati fakta. Orang – orang Jepang yang terkenal ‘jenius’ dalam pengembangan teknologi, lagi –lagi membuahkan penemuan yang bisa dibilang ‘tidak waras’. Saudara –saudara…..,

memperkenalkan, si buku sobek, SUKATTO NOTEBOOK!

Sukatto - the first book used for stress-reliever
Sukatto – the first book used for stress-reliever

Jadi, di Jepang buku sobek dijual? Eits..jangan salah kaprah dulu. Maksud dari ‘buku sobek’ adalah buku yang diciptakan untuk disobek. Dengan kata lain buku ini memang sudah ditakdirkan untuk disobek. Takdir memang kejam ya…, hiks. Sebelum kalian tenggelam dalam kesedihan menangisi takdir kelam si buku sobek, kita cari tahu bareng yuk, apa sih SUKATTO NOTEBOOK?

Sukatto Cover
Sukatto Cover

SUKATTO NOTEBOOK memiliki julukan ‘The Stress Reliever Notebook’, atau yang berarti ‘buku catatan pelepas stres’ atau bahasa gaulnya ‘buku catatan anti stres’. Alih –alih dijadikan tempat curhat layaknya buku diary, seperti yang diterangkan sebelumnya, buku ini mengusir stres dengan mengorbankan dirinya untuk disobek . Suara sobekan pada kertas buku catatan tersebut bisa dibilang renyah ditelinga. Dibanding kertas – kertas biasa pada umumnya, suaranya lebih nyaring dan bulat sehingga menggugah orang untuk mendengarkannya lagi dan lagi.

ripping in action !
ripping in action !

Pihak pengembang dalam peragaannya menyatakan, “kertas (pada SUKATTO NOTEBOOK) ini memiliki suara sobekan yang bagus dan mendatangkan feeling yang bagus pula. Setelah disobek – sobek, tinggal dibuang pada tempat sampah tanpa perasaan bersalah dan rasa stres terlepaskan.” Kehadiran kertas – kertas tersebut hanya dalam warna putih memang memiliki tujuan tersendiri. “Warna putih pada lembar kertas(nya) dimaksudkan agar penulis dapat menuliskan feeling secara jujur dan jelas”, tambahnya.

sukatto in exhibition
sukatto in exhibition

Terlahirnya produk ini tak lepas dari romantika kertas dan kultur Jepang. Masyarakat Jepang sendiri memang sangat akrab dengan kertas. Mulai dari penggunaan kertas (washi) pada pintu kayu berangka (shoji) sampai kesenian lipat kertas ala Jepang, origami. Buku ini tersedia dalam ukuran A4 sehingga nyaman digenggam dan disobek ( kalo A3, kegede-an kali. Malahan dikira nyobekin layang – layang nanti. Apalagi kalo kekecilan, dikira nyobekin kertas contekan sama guru. He he.) Bagi yang tangan – tangan yang ingin memiliki dan sudah gatal untuk mencicipi merobek SUKATTO NOTEBOOK, siapkanlah uang sebesar 500 yen atau sekitar 84.000 – 85.000 rupiah baik dalam bentuk elektrik, kertas, maupun recehan, yang penting halal. He he he…..

how to use sukatto
how to use sukatto

Dan satu hal lagi yang paling penting, buang robekan kertas pada tempat sampah atau ditempat yang layak untuk dikotori. Jangan sampai kamu nanti tambah stress gara – gara harus membersihkan sobekan – sobekan kertas yang berserakan dimana – mana. 😉

 

source : edit-note, nikkeibp