Selain Hanami atau piknik dengan menggelar tikar di bawah pohon bunga sakura, ada lagi hal menarik yang dapat dilakukan selama musim semi di Jepang lho, Minna-san. Aktivitas menarik ini tidak lain dan tidak bukan adalah wisata kuliner ala musim semi. 🙂

Jepang begitu dikenal dengan makanan musiman yang dapat dinikmati pada waktu tertentu saja. Sama halnya saat musim semi, selalu ada saja makanan khas musim semi lain yang menarik untuk kita buru. Dikutip dari sebuah artikel di situs Taiken, Cobalah 5 Makanan Khas Musim Semi Jepang Berikut Ini!

Sakuramochi

Sakuramochi

Kue mochi memang tak lagi asing bagi Nusantara kita, jajanan tradisional ini mudah sekali ditemui pada warung-warung penjual cemilan oleh-oleh saat berwisata di sebuah kota. Namun, mochi Jepang sedikit berbeda dengan mochi yang Indonesia ini punya. Mochi Jepang tidak terlalu manis karena gula dan teksturnya pun terkesan lebih lembut ketimbang renyah atau gurih. Apalagi, mochi Jepang juga memiliki banyak varian. Varian mochi yang yummy untuk disantap saat musim semi bernama Sakuramochi. Mochi berwarna pink yang dibalut dengan daun berwarna hijau ini akan mempercantik wisata kuliner Minna-san. Ketika kita mengigit bagiannya, rasa manis yang khas akan segera terasa dan menari di atas lidah. Rasa manis ini berasal dari Anko atau pasta kacang merah. Unik betul jajanan kecil yang berjulukan Sakuramochi ya, Minna-san? Adakah dari Minna-san semua mau mencobanya? Sakuramochi berada di daftar paling atas dalam artikel ini lho, jadi tidak usah dipertanyakan lagi enak atau tidaknya makanan tersebut, yang jelas Sakuramochi ialah salah satu jajanan yang paling banyak diminati di Jepang! Sambil menunggu kereta datang ketika di stasiun, maupun berjalan-jalan di antara rindangnya pohon sakura yang berguguran kelopak merah mudanya. Tidak bisa dibayangkan betapa nikmatnya!

Ichigo Daifuku

Ichigo Daifuku

Satu lagi varian mochi yang makin mewarnai musim semi Minna-san, cemilan lembut dengan nama terkenal yaitu Ichigo Daifuku. Ichigo sendiri sebenarnya kata dari bahasa Jepang yang berarti Stroberi dalam Indonesia. Sementara Daifuku merupakan varian mochi dengan isi Anko. Namun, saat musim semi tiba, Daifuku tidak lagi berisi Anko. Potongan Stroberi berwarna merah menyalalah yang akan menjadi isiannya. Kue berwarna pink dengan isian stroberi berwarna api menggoda ini menjadi Sweet and Yummy Mochi selama musim semi. Bisa menjadi bekal Minna-san semua saat melakukan Hanami bersama keluarga, menggelar tikar di bawah sejuknya pohon sakura yang berguguran bunganya, sambil menyantap Ichigo Mochi. Kalau tidak, Minna-san juga dapat menikmatinya langsung di toko dengan segelas Ocha atau teh hijau dalam botol dingin. Uuuhh, dijamin sampai meleleh di mulut dan ketagihan!

Sakura Mochi Taiyaki

Sakura Mochi Taiyaki

Pernah mendengar tentang makanan olahan bernama Taiyaki? Kue manis ini sangatlah unik, ia menyerupai bentuk ikan. Anko merupakan isiannya, akan berubah wujud saat musim semi tiba. Jika biasanya Taiyaki memakai isian berwarna merah dari kacang merah, kini Taiyaki diisi dengan sebuah mochi lembut berwarna pink. Warna ini tentu saja mengikuti warna bunga sakura yaitu sweet pink. Kue cokelat berbentuk ikan dengan isian berwarna pink ini menjadi kue yang sangat unik saat musim semi menghampiri. Sembari jalan-jalan, Minna-san dapat memesan beberapa porsi Sakura Mochi Taiyaki dan menikmati street food lainnya yang berjejer di sepanjang jalan. Dijamin deh, acara jalan-jalan Minna-san di Jepang pada musim semi akan diingat sepanjang umur hidup Minna-san!

Ichigo Dango

Ichigo Dango,

Biasanya, Dango adalah makanan yang dinikmati dengan rasa original, yaitu kue berbahan tepung beras yang dilumuri dengan saus. Kue yang berbentuk bulat atau lonjong pipih ini disajikan dengan ditusuk seperti sate. Bedanya, ini adalah sate yang terbuat dari tepung, bukan sate ayam atau pun sate kambing. Nah, menariknya saat musim semi datang, Dango berwarna pink lebih banyak ditemukan ketimbang yang lazimnya berwarna putih. Sangat ‘sakura’ banget ya konsepnya. Dango berwarna pink ini juga memiliki rasa manis karena adanya pasta kacang merah di dalamnya. Minna-san dapat dengan mudah menjumpai penjual Dango di area-area wisata yang ada, seperti di kota tradisional Kyoto dan kota-kota wisata lainnya. Bersedia mencoba mengunjungi Jepang saat musim semi tiba?

Nanohana

Nanohana

Berbeda dengan keempat makanan di atas, Nanoha merupakan sejenis sayuran yang menjadi bahan utama untuk makanan bernama Karashiae. Saat memasuki bulan Februari, bunga Nanoha akan mengembang dan mekar dengan sempurna. Batang dan kuncup bunga Nanohana inilah yang menjadi bahan utama dari Karashiae. Nyam-nyam, bunga tenyata bisa diolah menjadi sajian super lezat ya, Minna-san! Bikin ngiler saja deh ah!

Nanohana atau bunga Rapeseed sendiri merupakan bunga berwarna kuning yang dapat ditemukan di kawasan dataran tinggi di Jepang. Kemekaran bunga ini menandakan berawalnya musim semi di Jepang. Jika, Minna-san ingin melihat padang bunga Nanohana di Jepang, maka di sekitar danau Ikeda yang berada di kaki gunung Kaimon di kota Ibusuki adalah tempat yang tepat. Mulai tumbuh pada awal bulan Januari sampai dengan Februari, Minna-san bisa melihat pemandangan bunga Nanohana yang bermekaran. Hamparan bunga Nanohana yang bermekaran ini terlihat seperti hamparan karpet kuning. Di sana Minna-san bisa menikmati keindahan bunga Nanohana yang indah di bawah sinar mentari. Di belakang hamparan bunga terlihat keindahan puncak gunung Kaimon yang sangat indah. Waktu yang digunakan juga bisa dipakai untuk memandang pemandangan padang bunga Nanohana sembari mencemil olahan masakannya. Makan bunga Nanohana sambil lihat keindahan bunganya langsung. Hehehe… mungkin akan terdengar sedikit nyeleneh. Tapi patut dicoba!

Nah, itulah 5 makanan musim semi di Jepang yang sangat khas dan jarang ditemui di musim lainnya. 🙂 Dari kelima makanan khas musim semi Jepang di atas, manakah favorit Minna-san? Semuanya terlihat amat manis dan fresh ala musim semi ya? Jepang memang keren!

SHARE
Previous articleSCANDAL Umumkan Jadwal Tournya Tahun Ini
Next articleOkaeri 2016: Manjakan Anak Indonesia Dengan “Kodomo no Hi”
Winata SilenceAngelo merupakan seorang penulis remaja yang lahir pada 3 September 1997 di kota Karawang. Kecintaannya terhadap diksi yang melankolis serta menyentuh mengantarkannya ke dunia kepenulisan. Pada umurnya yang masih sangat muda ini, ia berhasil meraih beberapa penghargaan sastra serta menjadi kontributor dari buku-buku puisi. Menurut Winata, dalam sebuah naskah, entah itu novel, cerpen, esai, puisi, atau sekadar kata-kata, yang terpenting adalah unsur amanat. Seperti ketajaman pada ujung mata pedang, amanat merupakan apa yang menjadi tolak ukur suatu seni. Di sanalah segala dari pemikiran sang penulis bermuara, hingga kemudian menunjukan keindahannya dengan sangat artistik.