Sudahkah Kalian Dengar Album 35xxxv? Ini Review Kita

Jadi di tanggal 14 Februari ini, berarti album 35xxxv dari ONE OK ROCK telah lima hari berkeliaran di seluruh dunia. Jadi, apakah kalian sudah mendengarkannya? Mungkin membeli album fisiknya atau download 35xxxv di iTunes?? Yang pasti beli yang original ya, kita harus duung artis favorit kita kan.

Okeh kalo begitu seperti apa impresi yang diberikan oleh Album studio ke tujuh dari ONE OK ROCK. Hmm,, sebenarnya as we expected, album ini benar-benar menunjukan ONE OK ROCK yang berbeda dari sebelumnya. Experiment sound benar-benar semakin terasa, FX, sampling, dan kesan digital semakin kental. Mulai dari synth, electric drum pad, autotuned vocals, hingga FX” aneh yang diberikan kepada gitar Toru membuktikan hal tersebut.

Dibuka dengan intro, yang secara simultan menyambung ke Track ke dua, menunjukkan bahwa album ini akan memberikan warna berbeda. Intro berjudul 3xxxv5 yang sebenarnya sudah di-spoil ini tetap terasa heboh saat scream Taka memecah keriuhan. Intro ini pun diakhiri dengan intro lain dari lagu kedua Take Me to The Top (lho gimana seh? bingung kan?) yah sebenarnya ginilah terkadang cara artis membuat intro, biasanya berisi spoil untuk Track berikutnya, I bet Take Me to The Top, akan sering sekali menjadi lagu pembuka dari konser ONE OK ROCK kedepan (ini sudah terjadi di album sebelumnya, dimana Ending Story?? sering sekali menjadi pembuka, setelah intro where idiots should go) Which is Good!! Kenapa?? Karena Take Me to The Top lagu yang powerful, sangat cocok untuk membakar audience di awal konser. Track dengan Full English ini akan membuat kalian melompat dengan beatnya yang cukup cepat. Dan yang menurut saya keren dari lagu ini ialah interlude nya yang cukup impressive dimana ONE OK ROCK mencoba memainkan irama progressive, hal yang jarang dilakukan, and i’m glad that they are not trying to be Djent-like!

Track ke dua yang hanya bedurasi 3 menit 15 detik langsung menyambung ke Intro Cry Out, Yeah, we know Cry Out! Sudah pasti ada sesuatu dari lagu ini, hingga mereka mengandalkan lagu ini, sebagai andalan di 35xxxv. Ada beberapa track yang perlu kita perhatikan seperti Suddenly yang terasa sangat positive, yah mungkin lagu ini mempunyai beberapa progresi chord mayor yang menyenangkan di telinga. Lalu Memories, I like this one, di lagu ini perpaduan influence American punk dengan origin mereka sebagai band dari Jepang benar-benar terasa unik. Selain bahasa tentunya, jika kalian mendengar verse pertama terasa sekali bagaimana influence itu, dimana gaya bernyanyi Taka dengan accent unik di akhir syllabels, (hint aja: bayangin jika sambil nyanyi taka, mainin gitar, then you got that feel, iya gak?). Tapi begitu memasuki chorus, yah ini tipikal chorus Japanese, nice for me (dan jangan lupa bridge nya, so american). Untuk Track lain, jika kalian ingin mendengar yang Heavy dan Upbeat, One By One dan Stuck In The Middle memberikan semuanya.

Lalu yang sebenarnya sangat ditunggu, mungkin oleh sebagian besar fans ONE OK ROCK dari luar Jepang (terutama oleh mereka yang tertarik dengan ONE OK ROCK karena beberapa Influence Post-Hardcore). Yaitu kolaborasi mereka dengan Kellin Queen di Paper Planes, well, benar-benar di luar dugaan sebenarnya hasilnya. Kedua sisi sepertinya keluar dari kebiasaan masing-masing, jauh dari harapan bahwa akan ada single yang benar-benar Post-Hardcore. Mereka malah membuat Track yang terasa Electrified, eksperimen yang bagus. Kita bahkan  tak mendengar Scream dari kedua Vokalis, Scream hanya muncul saat Kellin Queen menghitung, sebelum memasuki Bridge yang dinyanyikan full dengan suara Teen-like” nya.

Decision dan Mighty Long Fall, tentu saja hadir di album ini. Dan Kalian juga pasti menunggu Track Ballad seperti Heartache, yah track ini memang sudah di-spoil sejak konser Mighty Long Fall at Yokohama, tetapi tetap yang satu ini pasti yang paling diantisipasi. Dan ONE OK ROCK sadar hal itu. Kemaren mereka kembali merilis teaser dari Studio Jam Session Vol. 2 berupa video dari Heartache. Memang ONE OK ROCK juga sangat dikenal dengan ballad yang powerful, jadi di album ini kita juga menemukan 2 track ballad lain, yaitu Good Goodbye yang terasa kental country nya, dan lagu pamungkas di 35xxxv, dimana Taka berjanji jika kita akan bertemu lagi Fight The Night.

Jadi, bagaimana menurut kalian Album 35xxxv, apakah mereka benar-benar berubah? Apakah mereka sudah tidak seperti yang dulu? well, itulah yang banyak muncul di setiap komen yang kalian temukan di internet. Menurut saya sendiri ONE OK ROCK tidak berubah, mereka tetap pada plan dan visi mereka sejak awal, yaitu untuk terus berkembang dan jadi lebih baik. Jadi begitulah mungkin yang mereka lakukan sekarang, dan saya cukup bersyukur bahwa ONE OK ROCK tidak berubah menjadi Djent-like seperti kebanyakan band penganut modern rock saat ini. Toru tetap mempertahankan sound uniknya, Drum tomoya tetap upbeat dan powerful tanpa ketukan ganjil yang sangat rumit, bass Ryota tetap Intense, dan Taka is Taka. Yah meskipun terkadang part electro itu terkadang terasa annoying, tapi hal yang bagus jika mereka berkembang. Semoga mereka akan semakin berkembang nantinya dan memunculkan banyak karya yang mengejutkan selanjutnya. (yes there will always be haters, buat mereka sih penggalan dari chorus Memories aja GO ON AND, …..)