Studio Khara terlihat lumayan sibuk untuk beberapa waktu kedepannya. Tak hanya mereka sedang mempersiapkan perilisan film EVA keempat, Shin Evangelion 3.0+1.0, sebagai penutup dari projek film Rebuild of Evangelion dari Anno Hideaki, tapi juga diumumkan baru-baru ini kalau mereka akan bersiap mengganti software 3D mereka untuk membuat animasi 3D CG setelah projek film Evangelion selesai.

Kabar ini diberikan melalui website Engadget Jepang yang juga diterbitkan dan ditranslasi ke Inggris oleh website Blender. Dikatakan kalau studio Khara bersama Studio Q akan ganti memakai open source 3D software Blender. Khara juga bergabung menjadi corporate member dari Blender Developement Fund untuk memperluas penggunaan software Blender di Jepang.

Alasan pergantian ini, adalah biaya, dengan CGI Director Khara Onizuka Daisuke mengatakan projek mereka jadi terlalu besar untuk memakai 3ds Max. Sebelum ini Khara memakai 3ds Max untuk animasi mereka yang merupakan program standar dunia film di Hollywood dan animasi di Jepang. Akan tetapi mereka perlu bayar jutaan Yen setiap tahunnya untuk program tersebut.

Sedangkan untuk Blender, karena mereka adalah software yang open source itu berarti mereka gratis untuk dipakai, sesuatu yang sudah dilakukan banyak individu atau fans untuk membuat animasi sendiri. Contohnya fanmade anime 3D Touhou buatan MinusT.

Kekurangan dari Blender dulunya adalah meski gratis mereka lumayan terkenal sulit untuk dipelajari, tapi untungnya Khara dan Studio Q memiliki staff yang ahli software tersebut, Shigyou Takumi, yang mendorong pergantian ini, dan mengatakan waktu pembelajarannya takkan jadi masalah.

Dan alasan utama lagi yang membuat Khara memilih untuk memakai Blender sekarang, dikatakan oleh Sutradara dan General Manager Khara Kobayashi Hiroyasu adalah karena update baru pada Blender 2.8 yang memperkenalkan fitur baru yang sangat cocok dipakai dalam membuat anime, Grease Pencil, yang bisa dipakai untuk menggambar animasi 2D pada lingkungan 3D.

Onizuka juga mengatakan mereka akan mengetes ganas software tersebut dalam film Evangelion, yang direncanakan selesai produksi dan dirilis dalam bulan Juni 2020 untuk mempersiapkan pergantian flow kerja mereka setelah perilisan Shin Evangelion.