Menjadi animator memang menyulitkan di Jepang, apalagi dengan kadang ada masalah pembayaran gaji oleh studio yang mempekerjakan mereka. Bahkan studio anime besar dan terkenal macam IMS dan Madhouse juga terkena skandal akan hal tersebut. Dan baru-baru ini ada juga kejadian yang lumayan serupa, dengan studio anime Tear Studio yang sempat menghilang dan tak membayar animator yang dipekerjakan mereka.

Tear Studio itu sendiri adalah nama lain dari Next Batter Circle. Contoh anime yang diproduksi oleh mereka adalah adaptasi anime dari ecchi manga Nande Koko ni Sensei ga, dan juga film anime dari seri manga Oushitsu Kyoushi Heine atau Royal Tutor, dan sekarang sedang memproduksi anime yuri berjudul Fragtime.

Tapi projek anime Fragtime itu terlihat tak berjalan mulus karena masalah studio anime itu, yang bermula saat minggu lalu seorang animator bernama Sato Gen membagikan tweet yang menuliskan kalau ia menangis dan mengatakan ia sedang dalam masalah besar.

Dalam tweet itu ia mengatakan kalau ternyata bisa ada studio produser anime film yang tak hanya tak membayar gaji staff tapi juga menghilang keberadaannya. Walau tak disebut namanya, banyak yang tahu kalau studio yang dimaksud adalah Tear Studio, karena memang itu yang terjadi pada studio tersebut saat Sato membagikan tweet itu, keberadaan mereka memang tiba-tiba hilang.

Ditemukan kalau Twitter official mereka terlihat telah dihapus. Dan website official mereka tak bisa diakses awal minggu lalu, tapi kini sudah bisa dibuka. Dan yang kacau lagi adalah para komite produksi dari anime Fragtime juga mengumumkan kalau mereka berusaha menghubungi tapi tak ada jawaban dari Tear Studio.

Agak misterius melihat ada studio anime yang bisa terbilang prolifik seperti itu bisa menghilang layaknya penipu. Tapi sepertinya kini telah ditemukan jawabannya, karena baru dikabarkan kalau Next Batter Circle telah memulai proses kebangkrutan perusahaan mereka.

Menurut website riset kredit TSR, Next Batter Circle alias Tear Studio berencana bangkrut dalam bulan ini, dan sudah tidak beroperasi sejak tanggal 13 Desember kemarin. Studio itu memiliki hutang sebesar 43 juta Yen, termasuk hutang para animator sebesar 8 juta Yen.