Stop Global Warming dengan Sony Digital Paper

Sony Digital Paper

Tahun ini sepertinya global warming masih menjadi momok manusia sedunia. Panas hujan sudah gak karuan jadwalnya dan salju pun turun sesuka hatinya, sampe Mesir pun disinggahinya di tahun 2013. Orang- orang berlomba- lomba mengurangi hal- hal yang memperparah atau mungkin mempercepat puncak global warming. Salah satunya dengan meminimalisir penggunaan kertas dengan merecycle  atu mereuse mereka. Nyatanya, menurut berbagai sumber, faktanya satu rim (500) lembar kertas diambil dari 1 pohon berusia 5 tahun. Nah sekarang mari kita berhitung bersama, misalnya saja setiap orang menggunakan 10 lembar kertas per hari, maka satu minggu=70 lembar, satu bulan=280 lembar, satu tahun kira- kira 3360 lembar kertas yang digunakan. Nah berarti dalam satu tahun setiap orang menebang sekitar  6 pohon dalam setahun. Itu baru satu orang… bagaimana kalau orang se-Indonesia? Bagaimana kalau se- dunia ? dan lagi, belum tentu setiap orang hanya menggunakan 10 kertas per hari, pasti ada yang lebih. Artinya, semakin banyak kertas digunakan, semakin banyak kayu ditebang, semakin banyak hutan gundul, dan fenomena alam semakin gak karuan, dan pastinya global warming pun makin meradang.

c

Nah, sepertinya, Sony, perusahaan Jepang juga ikut andil dalam menanggulangi penyebab global warming ini yaitu dengan mengurangi penggunaan kertas dan mengajak masyarakat untuk pindah menggunakan produknya yang diberi judul digital paper. DPT-S1_003

Tutup buku tulis lama mu dan ganti dengan digital paper super praktis Sony
Tutup buku tulis lama mu dan ganti dengan digital paper super praktis Sony

Digital paper ini jika dilihat- lihat sebenarnya mirip seperti tablet tapi berukuran kertas A4 dan setipis kertas. Beratnya yang hanya sekitar 358 gram bisa menggantikan tumpukan data untuk meeting di kantor atau buku- buku pelajaran yang super tebal.

c3
So slim, kan!
Gak perlu fotokopi berlembar- lembar materi meeting. Cukup share lewat Digital paper, because time is money.
Gak perlu fotokopi berlembar- lembar materi meeting. Cukup share lewat Digital paper, because time is money.

 

Praktis juga buat guru dan siswa saat ujian. Gak perlu nulis- nulis atau mengoreksi hasil ujian satu per satu. Hemat kertas juga kan?
Praktis juga buat guru dan siswa saat ujian. Gak perlu nulis- nulis atau mengoreksi hasil ujian satu per satu. Hemat kertas juga kan?

Wow, lebih praktis! Jelas! dengan digital paper, kita tidak perlu menggunakan cara kuno seperti memfotokopi materi rapat atau pelajaran,  karena dengan kemampuan menangkap sinyal wi- fi, kita bisa berbagi data kepada yang lain. Simpel, hemat waktu, dan dana pastinya..

Gak ada waktu untuk kirim surat mu lewat pos? Tulis aja di digital paper dan langsung email-in ke teman mu!
Gak ada waktu untuk kirim surat mu lewat pos? Tulis aja di digital paper dan langsung email-in ke teman mu!

Selain itu karena memang difungsikan sebagai pengganti kertas, maka sahabat karib kertas yaitu pena juga tidak bisa dijauhkan, dan digital paper ini juga memang dilengkapi dengan stylus pen, sehingga kita bisa menulis apa pun di digital paper ini, dan hebatnya tulisan kita ini bisa langsung menjadi data alias soft file. Kita juga bisa menulis catatan- catatan atau memberi highlight pada data yang sedang kita baca melalui digital paper. Jangan khawatir tulisan Anda tidak terbaca oleh digital paper ini, karena digital paper ini benar- benar menampilkan tulisan Anda apa adanya, mau Anda tulis huruf aksara Jawa pun, maka soft file nya juga persis seperti yang Anda tulis, tidak akan berubah. DPT-S1_005

Kecanggihan teknologi membuatpengguna serasa menulis di kertas asli
Kecanggihan teknologi membuat pengguna serasa menulis di kertas asli
Tuh kan, apa yang kamu tulis gak akan berubah meskipun sudah dalam soft file
Tuh kan, apa yang kamu tulis gak akan berubah meskipun sudah dalam soft file

Di Jepang, alat ini didedikasikan khususnya bagi pelajar (*Mungkin Sony mengerti bahwa pelajar memang menghabiskan banyak kertas untuk keperluan makalah apa lagi skripsi, yang halamannya, ratusaaaan…) Hal tersebut diwujudkan dengan mengadakan seminar tentang kertas masa depan ini ke beberapa universitas seperti Universitas Hosei, Universitas Waseda, dan Universitas Ritsumeikan.

img_main

 

 

So Guys, “Save Paper, Save The Earth”

Sources : Asahi, Sony