Terkadang bisa saja sebuah seri populer jadi memicu amarah fans karena suatu hal, dan kadang usaha untuk berusaha menenangkan fans yang marah tersebut malah bukannya memuaskan malah menuai lebih banyak kritik. Contohnya kasus yang terjadi pada seorang staf BushiROAD yang dalam usahanya menenangkan fans malah membuat para netizen jadi geleng pala karena tindakannya yang dianggap tidak pantas.

Tapi mari kita jelaskan dulu dari awal. Masalah ini pertama dimulai dari satu karakter seri idol band BANG Dream, Imai Lisa sang bassist dari band Roselia. Seri multimedia BANG Dream yang sangat populer itu dibuat oleh BushiRoad dan telah berjalan sejak 2017, tapi baru-baru ini ada hal mengejutkan karena dalam satu adegan game BANG Dream ditunjukkan kalau karakter Lisa memiliki adik laki-laki,

Dalam adegan itu Lisa mengatakan kalau ia sedang menjahit sweater untuk adiknya itu. Hal itu sangat mengejutkan sampai Lisa sempat jadi trending topic Twitter Jepang. Akan tetapi fans ada yang memiliki masalah akan hal ini,

Karena sejak awal sama sekali tak diberi info detail kalau karakter itu memiliki adik laki-laki dan baru saja sekarang secara tiba-tiba diberikan info itu, membuat fans mengkritik ini sebagai penulisan cerita yang tak bagus dan diberikan sebegitunya saja.

Dan kita ke bagian utama topik ini, yang menampilkan staff dari BushiRoad bernama Kidani Takaaki. Bahkan ia bukan staff biasa, tapi pendiri dan CEO dari BushiRoad! Ia mencoba berkomentar mengenai kontroversi adik Lisa tersebut, tapi caranya melakukannya memang aneh. Karena pertama, ia memberi komentarnya dalam acara livestream anime lain.

Dan kedua, komentarnya adalah bukannya menjelaskan tapi mengatakan “kalau yang ditambahkan adalah karakter ayah atau adik lelaki yang penisnya tidak terangsang tidak apa-apa lah”… Yup, itu perkataan darinya, yang sesuai dugaan, menuai lebih banyak kritik karena sangat tidak pantas. Tak hanya karena itu dalam acara anime lain, tapi perkataannya juga tak senonoh dan tak jelas.

Dan masih belum selesai, karena Kidani kemudian meminta permohonan maaf atas tindakannya. Wajar, tapi alasan maafnya adalah karena ia “tidak tahu itu livestream dan ia pikir perkataannya akan diberi sensor” yang tentu terasa tak nyambung, dan membuatnya dapat lebih banyak kritik lagi.