Minggu, 7 Februari akhirnya Surabaya Nihon Matsuri/SNM 2016 digelar pada pagi yang masih basah. Namun sepertinya Cuaca yang kurang bersahabat yang elanda surabaya dan sekitarnya beberapa hari ini Sama sekali tidak menggangu antusias dan jalannya Acara SNM 2016 ini. Seperti yang kita ketahui SNM 2016 adalah gelaran kedua dari agenda tahunan ini. Dan di Gelaran kedua ini, cukup banyak sekali improvement yang telah diwujudkan oleh penyelenggara untuk menyajikan suasana Maturi di Surabaya.

Berbagai macam rangkaian acara Budaya yang disajikan dengan ide yang lebih fresh dan variatif membuat SNM kali ini begitu berkesan. Dan kolaborasi yang dilakukan dengan CLAS:H juga semakin menambah keseruan acara pada hari itu. Sepertinya kolaborasi ini memang sangat bersifat mutual, dari segi acara menjadi lebih padat, lalu pengunjung juga tercover dengan baik, bagi pecinta Budaya Pop maupun budaya tradisional. Dan venue yang dipilih pun juga sangat mendukung kesan matsuri yang coba ditampilkan. Surabaya Town Square yang merupakan Mall dengan concept disctrict town square juga cocok seperti bagaimana suasana Matsuri disajikan.

Ada banyak sekali acara yang sangat menarik disajikan baik di panggung maupun di booth yang mengelilingi sutos minggu kemarin. Dimana berbagai budaya Jepang dipergakan dan ditampilkan, dan tidak luput juga bagaimana budaya itu juga dipadu padankan dengan Budaya Indonesia.

Demo penyajian Sushi dan Sashimi dengan Tsuchida San
Demo penyajian Sushi dan Sashimi dengan Tsuchida San
Prosesi pembuatan Teh Jepang oleh Mahasiswa Unitomo
Prosesi pembuatan Teh Jepang oleh Mahasiswa Unitomo
Performance Judo
Performance Judo
Dan yang tak ketinggalan Lomba Makan Ramen
Dan yang tak ketinggalan Lomba Makan Ramen

Acara yang berlangsung di Pagi hingga siang hari didominasi dengan demo dan beberapa performance budaya, diantaranya juga ada performance Taiko, lalu perfrmance dari Yamah Tokyo East Wind Orchestra dan juga Sekaring Jagad. Sampai memasuki Siang, panggung akhirnya diisi oleh segemen pop culture CLAS:H. Untuk liputan CLAS:H saya akan menampilkan pada artikel berbeda dimana kita bisa menikmati footage beberapa cosplayer yang tampil pada Seri perdana CLAS:H tahun ini tersebut.

Kemudian selepas CLAS:H acara SNM 2016 kembali di isi oleh display budaya yakni Yukata Batik Fashion Show. Sebuah kompetisi yang memeberikan tantangan bagi para peserta untuk mengkombinasikan busana bernuansa Yukata dengan Kain batik. Selain itu juga ada demo performance Samisen, berbagai penapilan pendukung acara seperti circus Duo, hingga pada acara pamungkas kolaborasi Gamelan, Taiko, dan Circus Duo yang juga menawan.

Dan yang tidak kalah seru tentu saja adalah penampilan yosakoi massal Kolaborasi dari berbagai kelompok tari dari berbagai sekolah, universitas dan perkumpulan tari yang ada di Surabaya. Dan berkat penampilan Yosakoi tersebut akhirnya saya pun bisa merasakan Suasana Matsuri yang khas di Surabaya. Ke khas an matsuri adalah offstage performance budaya yang bagus, dimana mampu menarik perhatian berbagai pengunjung disekitar, hal ini yang selama ini kerap kali kurang ditonjolkan pada event-event berlabel Matsuri di Surabaya. Di Jakarta kita bisa melihat ennichisai dengan paradenya yang mengelilingi Blok M, dan kali ini akhirnya hal yang sama dilakukan dengan Yosakoi meskipun hanya mengelilingi areal Sutos, namun dari situ kesan dan suasana matsuri pun lebih terasa istimewa.

_MG_5697

_MG_5648