Kerja di Jepang terkenal sangat keras dan melelahkan, dari atasan rewel sampai lembur, yang kadang sampai bisa berakhir pada kematian. Tapi saat ini, dengan perkembangan jaman, mulai semakin muncul kesadaran akan ketatnya kerja di Jepang, dan mulai adanya usaha untuk meningkatkan kualitas sistem kerja di Jepang. Salah satunya adalah pada sebuah perusahaan Osaka, yang membuat sistem jadwal kerja yang unik.

Nama perusahaan tersebut adalah Papua New Guinea Seafood. Walau namanya seperti itu, tapi mereka adalah perusahaan Jepang, yang bekerja pada bidang pemrosesan udang. Dan sejak lima tahun lalu, mereka mengubah sistem jam kerja mereka dalam usaha untuk meningkatkan efisiensi para pekerjanya.

perusahaan osaka

Perubahan apakah itu? Mungkin kita akan berpikir kalau jam kerjanya akan diutak-atik jadi aneh atau lebih lama lagi, tapi ternyata tidak. Perubahan baru pada jam kerja perusahaan Papua New Guinea Seafood, adalah dengan jadwal bebas alias tidak memakai jam kerja.

Jadi para pekerja perusahaan tersebut dapat bebas mau kerja seberapa lama, dan mau masuk kerja atau tidak, dan juga bebas libur tanpa melapor! Yang perlu dilakukan para pekerja, hanyalah membiarkan bagian management tahu sudah seberapa lama mereka bekerja dalam sehari jika masuk, dengan menuliskannya dalam papan whiteboard sebelum pergi.

https://www.youtube.com/watch?v=sfRjKEt7hEM

Tapi tak hanya itu, ada catatan tambahan lagi, sebuah aturan penting bekerja disitu. Yaitu Para Pekerja Jangan Lakukan Pekerjaan Yang Mereka Tidak Mau Lakukan. Dengan alasan kalau orang-orang biasanya kerja lebih lama kalau melakukan pekerjaan yang tak disukai, jadi kalau mereka melakukan kerjaan yang disukai, mereka akan lebih cepat dan efisien.

Tapi apakah itu tidak apa-apa? Ini bagaikan perusahaan tersebut benar-benar mempertaruhkan keaktifan perusahaan kepada para pekerja mereka. Jika semuanya malah tak bekerja, bisa jadi bangkrut. TAPI yang mengejutkan, adalah ternyata sistem ini dibuktikan tidak membawakan kerugian! Malah produktivitasnya meningkat dan biaya management juga menurun sampai 30%!

Kemungkinan ini karena mayoritas pekerja perusahaan osaka ini adalah ibu-ibu, dan ada juga pria berusia menengah. Jika perusahaan itu bangkrut, akan sulit untuk menemukan pekerjaan lain, apalagi dengan jam kerja sebagus ini. Ini juga bagus untuk ibu-ibu yang misalkan anaknya tiba-tiba jatuh sakit, mereka tak perlu repot minta ijin untuk melihat anaknya. Belum lagi juga efek budaya orang Jepang itu sendiri yang memang pekerja keras dan loyal.