Haii pembaca setia Akibanation.com! apa kabar nih? udah lama ga ketemu dengan saya si pembawa sejuta info bermanfaat hehe, oke deh biar harimu ga suntuk dan ngebosenin , kali ini saya bakal kasih info seputar aturan penggunaan ponsel/handphone  yang ada di Jepang!, yuk mari kita langsung simak di bawah!

 

1. Tidak ada voucher isi ulang pulsa/ sim card
Ponsel di Jepang prinsipnya adalah pasca bayar, jadi tidak ubahnya dengan telepone rumahan. Semua Ponsel yang dibeli di Jepang umumnya sudah termasuk nomor teleponnya sekaligus, selanjutnya tinggal pembayaran bulanannya saja. Jadi mungkin mirip Flexi atau telkom kalau di Indonesia. Dengan sistem ini, tentu saja toko penjualan pulsa dan sejenisnya praktis tidak ada. Penjelasan mudahnya, Ponsel di Jepang tidak mengenal sistem ganti sim card.
sim-card-package
2.Membeli sekaligus provider
Membeli ponsel identik dengan membeli provider bukan membeli merek ponsel seperti yang umumnya kita kenal. Jadi percakapan standard antar orang Jepang tentang ponsel bukanlah merk Ponsel-nya atau apa kartu vouchernya namun apa nama providernya. Provider adalah perusahaan pengelola jaringan Ponsel. Ada 3 perusahaan provider Ponsel yang umum digunakan yaitu Softbank, AU KDDI, dan NTT Docomo. Jadi pertanyaan seperti “ponselnya pakai apa ?” Jawabanya adalah salah satu dari ketiga provider tersebut.
mobile-phones
3. Tidak ada SMS melainkan E-mail
Handphone di Jepang tidak bisa digunakan untuk mengirim SMS dengan mudah layaknya Ponsel di Indonesia. SMS hanya bisa dikirim antar provider yang sama. Ibarat pengguna kartu Simpati hanya bisa kirim SMS ke pengguna Simpati doang. Jadi rugi dong ! Sudah tidak dijual bebas, tidak ada voucher isi ulang tidak bisa SMS lagi. Sebagai gantinya mereka mengenal sistem mail, jadi SMS harus dikirim lewat mail bukan lewat nomor Ponsel. Semua Ponsel di Jepang pasti memiliki alamat mail untuk mengirim pesan singkat. Jadi walaupun kita tahu nomor Ponsel seseorang, kalau kita tidakh tahu alamat mailnya maka SMS tidak akan bisa kita kirim.

popg111124

4.Ponsel Gratis !
Ini mungkin adalah bagian yang menarik. Seperti halnya di hampir semua negara maju lainya, harga sebuah ponsel biasanya cukup murah bahkan tidak jarang bisa didapatkan dengan gratis. Namun tentu saja hanya berlaku untuk model tertentu saja yang biasanya adalah Ponsel model lama. Namun walaupun model lama, bukan kuno dan murahan, karena setidaknya masih berukuran kecil dan tipis dan minimal sudah memiliki fasilitas kamera.
blog.zero.yen.campaign.2152

5. Harga Pulsa Bervariasi
Harga pulsa sangat bervariasi tergantung pada beberapa hal seperti pulsa yang dibayar oleh pelajar berbeda dengan pulsa masyarakat umum. Kemudian ada juga provider yang menerapkan pulsa gratis 24 jam untuk telephone antar keluarga, disount pada jam tertentu, gratis sms antar provider yang sama dll. Seseorang yang setia menggunakan provider yang sama untuk jangka waktu yang lama biasanya akan mendapatkan pulsa harga special dengan discount sampai 30%. Pelanggan setia yang sudah menggunakan provider tertentu untuk jangka waktu lama yang berniat mengganti Ponsel dengan model yang lebih baru kadang bisa mendapatkannya sebuah ponsel baru dengan tanpa harus membayar sama sekali dengan model yang cukup baru. Jadi bukan ponsel model lama seperti yang disebutkan di bagian “Ponsel gratis” di bagian atas. Jadi bisnis Ponsel di Jepang persaingan memperebutkan pelanggan sangat ketat dan menawarkan beragam paket menarik untuk tetap bisa mempertahankan pelanggan.
2279_04